<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8110546197634370996</id><updated>2011-11-27T15:38:38.468-08:00</updated><category term='Furniture'/><category term='Jepara'/><category term='Industri'/><category term='Sertifikasi'/><category term='Aturan'/><category term='Tips dan Trik'/><category term='Kayu'/><category term='nasional'/><category term='Pameran'/><category term='hutan'/><category term='ekonomi'/><category term='Pemasaran'/><category term='ekspor'/><title type='text'>Official Blog Asmindo Jepara</title><subtitle type='html'>welcome to asmindojepara.blogspot.com
Community of Jepara Furniture &amp;amp; Handicraft Industry.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://asmindojepara.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Blog Resmi Asmindo Jepara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02559582354254180300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>43</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8110546197634370996.post-25314554718537404</id><published>2011-10-16T21:20:00.000-07:00</published><updated>2011-10-16T21:22:19.866-07:00</updated><title type='text'>Indonesia keberatan atas VPA Malaysia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-zilqZesN1ig/TputdHZU8bI/AAAAAAAAAK4/bsnYbB-46aU/s1600/VPA%2BMalaysia.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-zilqZesN1ig/TputdHZU8bI/AAAAAAAAAK4/bsnYbB-46aU/s400/VPA%2BMalaysia.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5664311672061620658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="sizefont"&gt;          &lt;p&gt;JAKARTA. Perkembangan terbaru negosiasi penjanjian bilateral (bersifat sukarela) atau biasa disebut &lt;em&gt;voluntary partnership agreement&lt;/em&gt;  (VPA) antara Malaysia sebagai salah satu negara penghasil kayu dengan  Uni Eropa menuai protes dari pengusaha kayu Indonesia. Mereka  menganggap, Uni Eropa tidak adil.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Asosiasi Panel Kayu Indonesia (Apkindo) melihat ada persoalan dalam  aturan itu. Sebab, proses sertifikasi status legal kayu yang hanya  berlaku pada kayu dari Malaysia semenanjung, dan tidak berlaku untuk  kayu dari Borneo, itu tidak adil. "Kita tahu, banyak kayu ilegal  Indonesia berada di sana," kata Robianto Koestomo, anggota Apkindo dan  Ketua Komite Industri Produk Hutan Kadin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekadar menyegarkan ingatan, mulai tahun 2013, Uni Eropa akan  memberlakukan aturan Forest Law Enforcement Governance and Trade (FLEGT)  yang intinya, hanya membolehkan kayu legal yang bisa masuk ke 27 negara  anggota Uni Eropa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nah, menurut Robianto, dalam pertemuan di Brussel, Belgia, pekan  lalu, negosiator Uni Eropa John Bazil membenarkan bahwa Malaysia hanya  akan meneken VPA untuk kawasan semenanjung. Tentu saja, langkah ini  langsung diprotes oleh Apkindo.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebab, meski hanya menyetujui pengiriman dari semenanjung, toh  kayunya juga berasal dari Borneo yang kebanyakan juga didatangkan secara  ilegal dari Indonesia. Karena itu, Robianto telah menyampaikan  keberatan pada Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Julian Wilson,  kemarin (20/9).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi, Wilson mengaku belum mengetahui perkembangan itu. "Saya belum  menerima kabar itu, nanti akan saya cek," ujarnya. Sebaliknya, ia lebih  menyarankan Indonesia berfokus pada penerapan sistem legalisasi kayu  atau sistem verifikasi legalitas kayu (SVLK) yang sudah dimiliki.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maklum, di antara negara pengekspor kayu ke Eropa, baru Indonesia  yang memiliki sistem SVLK. "Sistem memang sudah diterima oleh Uni Eropa  dan termasuk dalam VPA Indonesia-Uni Eropa," tambah Robianto. Indonesia  memang sudah merampungkan negosiasi VPA sejak Mei 2011. Saat ini,  Apkindo sedang ujicoba verifikasi 10 produk kayu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di antara negara pengekspor kayu ke Eropa, Indonesia memang menjadi  negara Asia pertama yang telah meneken VPA. Selain Indonesia, ada empat  negara Afrika yang sudah menekennya, yakni Kamerun, Kongo, Republik  Afrika Tengah, dan Ghana.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemudahan negara yang sudah meneken perjanjian VPA memang dapat  mengekspor kayu ke Eropa lewat jalur hijau alias tanpa pemeriksaan.  Sebaliknya, negara pengekspor yang belum memiliki VPA dengan Uni Eropa  harus melalui proses uji tuntas (due diligence) asal kayu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber : http://industri.kontan.co.id/v2/read/1316575577/77927/Indonesia-keberatan-atas-VPA-Malaysia-&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;        &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8110546197634370996-25314554718537404?l=asmindojepara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asmindojepara.blogspot.com/feeds/25314554718537404/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/10/indonesia-keberatan-atas-vpa-malaysia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/25314554718537404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/25314554718537404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/10/indonesia-keberatan-atas-vpa-malaysia.html' title='Indonesia keberatan atas VPA Malaysia'/><author><name>Blog Resmi Asmindo Jepara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02559582354254180300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-zilqZesN1ig/TputdHZU8bI/AAAAAAAAAK4/bsnYbB-46aU/s72-c/VPA%2BMalaysia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8110546197634370996.post-4506164922344772207</id><published>2011-10-16T21:18:00.000-07:00</published><updated>2011-10-16T21:19:47.374-07:00</updated><title type='text'>2013, Ekspor kayu Indonesia sudah bersertifikat SVLK</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; "&gt;  JAKARTA: Setidaknya 75% pasar kayu tujuan ekspor dari Indonesia telah  mengantongi sertifikat verifikasi dan legalitas menyusul pemberlakuan  secara penuh kerja sama kehutanan dengan Eropa.&lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify; "&gt;   &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify; "&gt;  Mulai Maret 2013 hanya perusahaan-perusahaan kayu yang mengantongi  sertifikat sistem verifikasi legalitas kayu (SVLK) saja yang boleh  mengekspor kayu ke Uni Eropa.&lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify; "&gt;   &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify; "&gt;  Hingga saat ini baru 125 perusahaan kayu berbagai jenis yang memiliki  sertifikat SVLK. Sertifikat yang menunjukkan legalitas kayu ini belum  diterapkan secara penuh oleh Indonesia dan pasar Uni Eropa sekarang. &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify; "&gt;   &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify; "&gt;  Direktur Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan Kementerian  Kehutanan Muhammad Firman mengatakan sejak Maret 2013 pemerintah  Indonesia dan pemerintah negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa  sudah menerapkan secara penuh Forest Law Enforcement Governance and  Trade Voluntary Partnership Agreement (FLEGT-VPA). &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify; "&gt;   &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify; "&gt;  Dari perjanjian itu mereka berharap para perusahaan kayu di Indonesia  sudah punya sertifikat SVLK yang sehingga kayu-kayunya dapat diterima di  pasar Uni Eropa. &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify; "&gt;   &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify; "&gt;  “Medio 2012 atau akhir Februari 2013 batasnya. Kayu tanpa SVLK tak  boleh masuk di sana [Uni Eropa]. Kami targetkan pada 2013 sudah bisa 75%  [dari total perusahaan kayu di Indonesia] memiliki SVLK. Kami arahkan  pada 2014 suka tak suka dia sudah harus punya SVLK,” kata Firman di  Jakarta hari ini. &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify; "&gt;   &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify; "&gt;  Sisanya, yakni 25% dari jumlah seluruh perusahaan kayu di Indonesia diarahkan ke pasar yang tidak perlu sertifikat SVLK. &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify; "&gt;   &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify; "&gt;  Pemerintah yang dipimpin Direktur Jenderal Bina Usaha Kehutanan  Kementerian Kehutanan Iman Santoso datang ke Brussel, Belgia pada 14  hingga 16 September 2011. &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify; "&gt;   &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify; "&gt;  Di sana pemerintah Indonesia dan Uni Eropa mengadakan legal scrubbing  dokumen perjanjian FLEGT VPA. Juga sosialisasi SVLK bagi kedutaan besar  dan pejabat ekonomi perwakilan Indonesia di negara-negara anggota Uni  Eropa.&lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify; "&gt;   &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify; "&gt;  “Dengan negosiasi 4 tahun--7 tahun, mereka akhirnya sepakat sistem  legalisasi Indonesia sudah sesuai dan diterima,” kata Iman. (arh)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8110546197634370996-4506164922344772207?l=asmindojepara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asmindojepara.blogspot.com/feeds/4506164922344772207/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/10/2013-ekspor-kayu-indonesia-sudah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/4506164922344772207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/4506164922344772207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/10/2013-ekspor-kayu-indonesia-sudah.html' title='2013, Ekspor kayu Indonesia sudah bersertifikat SVLK'/><author><name>Blog Resmi Asmindo Jepara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02559582354254180300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8110546197634370996.post-8485667926272923370</id><published>2011-10-16T21:11:00.000-07:00</published><updated>2011-10-16T21:17:19.604-07:00</updated><title type='text'>SVLK BERLAKU MULAI MARET 2013</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-4xaUlsIO8PY/TpusLa4VA_I/AAAAAAAAAKs/RB0bEDIAlY8/s1600/large_ekspor_kayu.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 216px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-4xaUlsIO8PY/TpusLa4VA_I/AAAAAAAAAKs/RB0bEDIAlY8/s400/large_ekspor_kayu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5664310268542649330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:officedocumentsettings&gt;   &lt;o:relyonvml/&gt;   &lt;o:allowpng/&gt;  &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin-top:0in;  mso-para-margin-right:0in;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0in;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;color:black;"   &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;I&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:100%;" &gt;ndonesia dan Uni Eropa meneken perjanjian perdagangan yang diharapkan dapat lebih melindungi hutan Indonesia dari tangan penjarah kayu ilegal. Perjanjian tersebut merupakan sertifikasi kayu yang akan dijual ke UE sehingga selain melarang penjualan kayu ilegal, pembeli juga dilarang membeli kayu tanpa sertifikasi legal. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;color:black;"   &gt;Penyelesaian negosiasi perjanjian kerja sama sukarela (VPA) dalam penegakan hukum, ketatalaksanaan, dan perdagangan di bidang kehutanan (FLEGT) tersebut diumumkan dalam pernyataan bersama yang ditandatangani Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan dengan Komisioner Perdagangan UE Karel de Gucht, Rabu (4/5). Penandatanganan dan ratifikasi VPA tersebut dijadwalkan akan berlangsung September nanti sementara penerapan lisensi FLEGT melalui Regulasi Kayu UE akan dimulai Maret 2013.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;br /&gt;“Ini sangat berarti karena kalau pembeli ada terus-menerus, jangan salahkan kita. Kalau pembeli masih membeli kayu laundering, log laundering, tentu tidak fair kalau negara pembeli menuntut kita jaga alam,” tukas Zulkifli di Hotel Kempinski, Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;color:black;"   &gt; Sertifikasi kayu yang diakui UE nantinya akan dikeluarkan oleh lembaga independen yang saat ini sudah mengeluarkan sertifikasi kayu. Standard sertifikasi inilah yang diatur dengan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, pemerintah juga akan mengaudit legalitas produsen serta industri pemroses dan eksportir kayu yang seluruhnya berjumlah 4.500 perusahaan, Audit tersebut merupakan tindaklanjut VPA ini untuk menjamin legalitas produk kayu, pulp dan kertas yang diekspor ke UE.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;br /&gt;Sertifikasi ini, menurut Duta Besar Inggris untuk Indonesia Martin Hartfull, tidak akan mengganggu perdagangan Indonesia dan UE. Ini justru akan membuka pasar UE lebih luas lagi bagi Indonesia. “VPA ini penting untuk perdagangan kedua negara. Karena bukannya menjadi hambatan perdagangan, VPA ini akan membuka akses pasar Eropa lebih luas pada Indonesia, karena kayu yang bersertifikat akan langsung dikenali asalnya,” ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;br /&gt;Inggris merupakan importir kayu terbesar di Eropa. Kayu Indonesia senilai US$1,48 miliar diekspor ke Inggris pada tahun lalu. Total ekspor kayu Indonesia ke Uni Eropa mencapai harga US$9,71 miliar. Jumlah tersebut merupakan 33% dari total ekspor kayu Indonesia. Dengan perjanjian baru ini, diharapkan pasar kayu Indonesia ke Eropa semakin terbuka sehingga ekspor kayu bisa naik hingga 10%.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;br /&gt;Selain memperbesar ekspor, pemerintah meyakini perjanjian ini akan semakin mematikan pembalakan liar di Indonesia. Dengan tidak adanya pembeli di Eropa, angka pembalakan liar, yang menurut Hartfull sudah turun 95% tahun lalu, akan semakin turun lagi. Namun, Kemenhut tidak memiliki data mengenai berapa besar hutan yang dijarah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;&lt;br /&gt;                                       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;/span&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Apa itu VPA?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Voluntary Partnership Agreement (VPA) merupakan kesepakatan yang mengikat antara negara-negara Uni Eropa dengan mitra negara-negara penghasil dan eksportir kayu untuk secara bersama-sama mempromosikan perdagangan kayu legal melalui penetapan skema sertifikasi kayu legal. Kesepakatan ini dibuat secara sukarela (voluntary) antara Uni Eropa dengan negara penghasil/eksportir kayu, namun apabila VPA telah disepakati/ditandatangani, maka akan bersifat wajib (mandatory) bagi kedua belah pihak untuk mentaatinya (binding).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; font-family: arial;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Apa kaitan SVLK dengan VPA?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pada bulan Oktober tahun lalu, Uni Eropa telah mengadopsi Timber Regulation untuk menghambat beredarnya kayu ilegal di pasar Eropa. Timber Regulation akan mulai efektif berlaku sejak 3 Maret 2013. Mulai saat itu import kayu ke negara-negara anggota Uni Eropa yang berasal dari negara-negara yang ditengarai terjadi illegal logging akan dilakukan due diligence untuk menghindari masuknya kayu-kayu illegal ke pasar Uni Eropa. Due diligence dan Timber Regulation tidak berlaku manakala suatu negara eksportir kayu seperti Indonesia menandatangani VPA dengan Uni Eropa, atau dengan perkataan lain melalui “green lane”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; font-family: arial;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bagaimana kesesuaian SVLK dan VPA?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sejak Januari 2007, Indonesia dan Uni Eropa telah melakukan perundingan mengenai VPA. Tiga kali pertemuan tingkat Pejabat Tinggi (SOM), tujuh kali pertemuan teknis (Technical Working Group) dan tujuh kali pembahasan pada level expert dan tujuh kali Digital Video Conference telah dilaksanakan. Hasilnya sangat menggembirakan dimana SVLK dinilai sesuai dengan harapan Uni Eropa mengenai VPA.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1;font-size:100%;" &gt;                                              &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; line-height: 12.55pt; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kapan negosiasi VPA dapat diselesaikan?&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1;font-size:100%;" &gt;                        &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1;font-size:100%;" &gt;                                            &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; line-height: 12.55pt; font-family: arial;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 12.55pt; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pertemuan TWG-7 terakhir (12-13 April 2011) dilanjutkan dengan SOM-3 (15 April 2011) di Brussels, negosiasi FLEGT-VPA antara Indonesia dan Uni Eropa dapat diselesaikan (conclude), meliputi legal text (25 artikel) dan 9 Annexes. Selanjutnya, akan dilaksanakan penandatanganan Naskah VPA antara Sekjen Kementerian Kehutanan dengan Duta Besar Uni Eropa di Indonesia, sekaligus sebagai dasar Uni Eropa untuk meratifikasi melalui Parlemen. Selain itu, penandatangan Joint Statemant FLEGT-VPA antara Menteri Kehutanan dengan Commisioner perdagangan Uni Eropa, pada tanggal 4 Mei 2011 di Jakarta. Setelah itu direncanakan penandatangan FLEGT-VPA antara Indonesia dan Uni Eropa akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2011 yang sekaligus sebagai dasar proses ratifikasi melalui Peraturan Presiden. Apabila hal ini terjadi, maka Indonesia akan menyusul negara-negara Afrika (Ghana, Kamerun, Kongo) yang telah terlebih dahulu menandatangani VPA dengan Uni Eropa. Lebih dari itu, Indonesia akan menjadi negara Asia pertama yang mempunyai VPA, karena perundingan Malaysia dan Vietnam dengan Uni Eropa belum memperlihatkan kemajuan yang berarti.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; line-height: 12.55pt; font-family: arial;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; line-height: 12.55pt; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Apa langkah-langkah setelah penandatanganan VPA?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 12.55pt; font-family: arial;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 12.55pt; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sebelum diberlakukan Due Dilligent Regulation/EU Timber Regulation secara penuh pada tanggal 3 Maret 2013, Indonesia masih mempunyai kesempatan untuk melakukan uji coba implementasi VPA, yang dapat dimulai dengan industri panel dan wood working, kemudian industri pulp &amp;amp; paper dan selanjutnya industri furnitur. Bersamaan dengan itu, Indonesia juga dapat melakukan evaluasi terhadap SVLK yang telah dibangun. Adapun roadmapnya direncanakan meliputi : 1) 4 Mei 2011 : pemarafan legal text dan Annexes VPA antara Sekjen Kementerian Kehutanan dengan Duta Besar UE di Indonesia dilanjutkan dengan Joint Statement Komisioner Perdagangan UE dan Menteri Kehutanan tentang berakhirnya (conclude) negosiasi VPA; 2) Mei – Agustus 2011 : pembentukan Komite Persiapan Bersama (Joint Preparatory Committee), penyiapan TOR strategi bersama implementasi VPA; 3) September 2011 : pertemuan JPC pertama untuk membahas perkembangan strategi bersama; 4) Okober 2011 : Penandatangan FLEGT-VPA di Indonesia dan mulainya proses ratifikasi Indonesia; 5) Januari – April 2012 : penggunaan dokumen V-Legal untuk produk 11 HS Code (panel kayu, wood working dan prefab) dan uji coba penggunaan FLEGT-License; 6) Januari 2013 : perluasan penggunaan dokumen V-Legal untuk semua produk sesuai Lampiran 1 VPA = 48 HS Code (penambahan pulp dan kertas serta furnitur) serta pengiriman pertama FLEGT-License secara formal ke Uni Eropa. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 12.55pt; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Terkait kesiapan unit usaha, pada High Level Market Dialogue yang dilaksanakan di hotel Sultan pada tanggal 10 Maret 2011, Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI), MPI, APHI, ISWA, APKINDO, APKI dan ASMINDO telah mendeklarasikan dan menyatakan komitmennya untuk menerapkan SVLK dan PHPL dalam kegiatan bisnis mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; line-height: 12.55pt; font-family: arial;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; line-height: 12.55pt; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Apa keuntungan menandatangani VPA?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; line-height: 12.55pt; font-family: arial;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 12.55pt; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dengan penerapan verifikasi legalitas kayu Indonesia, termasuk dalam rangka implementasi VPA, maka pada prinsipnya semua produk perkayuan yang dieksport dari Indonesia (termasuk ke Uni Eropa) wajib terlebih dahulu diverifikasi legalitasnya melalui SVLK. Hal ini akan merupakan instrumen baru dalam kerangka perdagangan (ekspor) produk perkayuan Indonesia dimana setiap ekspor akan diwajibkan melampirkan dokumen legalitas (V-Legal document) sebagai dokumen tambahan pada Pemberitahuan Ekpor Barang (PEB). Incentive yang akan diperoleh Indonesia dengan mekanisme ini antara lain adalah pasar yang akan terbuka luas karena terhindar dari isu illegal logging. Bagi pasar Eropa, kayu Indonesia dengan sertifikat V-Legal akan melalui “green-lane” sehingga tidak memperoleh kesulitan pengakuan legalitasnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;;font-size:100%;color:black;"  &gt;Kedepannya, SVLK tidak hanya akan diberlakukan untuk pasar UE. Kemenhut berencana untuk menerapkannya bersama United States Lacey Act untuk Amerika Serikat, juga dengan pengusaha Jepang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;;font-size:100%;color:black;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;"&gt;Sumber : &lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;  &lt;/span&gt;1. Media Indonesia, dikutip dari &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;a href="http://www.mfp.or.id/"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;"&gt;www.mfp.or.id&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;"&gt;, dan &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;                  &lt;/span&gt;2. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;a href="http://forestindonesia.wordpress.com/"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style=" Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;http://forestindonesia.wordpress.com&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height: normal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;&lt;span style="Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="tab-stops:210.7pt"&gt;&lt;span style=" line-height:115%;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1"&gt;                                                                      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8110546197634370996-8485667926272923370?l=asmindojepara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asmindojepara.blogspot.com/feeds/8485667926272923370/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/10/sertifikasi-legalitas-kayu-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/8485667926272923370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/8485667926272923370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/10/sertifikasi-legalitas-kayu-indonesia.html' title='SVLK BERLAKU MULAI MARET 2013'/><author><name>Blog Resmi Asmindo Jepara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02559582354254180300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-4xaUlsIO8PY/TpusLa4VA_I/AAAAAAAAAKs/RB0bEDIAlY8/s72-c/large_ekspor_kayu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8110546197634370996.post-5129406039135772751</id><published>2011-09-12T20:20:00.000-07:00</published><updated>2011-09-12T21:13:09.681-07:00</updated><title type='text'>IFFINA 2012</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-xGNBH4aS-q8/Tm7YQsJ1EKI/AAAAAAAAAI8/3u7owO2BXDM/s1600/IMG_1275.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-xGNBH4aS-q8/Tm7YQsJ1EKI/AAAAAAAAAI8/3u7owO2BXDM/s400/IMG_1275.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5651692363638444194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt; IFFINA 2012 - IFFINA as one as the biggest furniture exhibition in  Indonesia will present you the  outmost quality of wide  range  Indonesia's furniture and handicraft products.   &lt;/p&gt;&lt;p&gt; IFFINA 2012 will feature more than thousands of potensial buyers,be a  part of The biggest Furniture Fair in Indonesia .Made a good beginning   in your business by  becoming part of this event in the most beauty and  unique exhibition on furniture in Indonesia most exotics country.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Why Should Visit?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;IFFINA - The 5th International furniture and Craft Fair Indonesia,  Nowadays become a premiere furniture exhibition in Indonesia,getting  better and more attractive. for the fourth time IFFINA will bring  experience and a trade fair exhibition which presents Magnificient and  fascinating products in Indonesia&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;VISA FREE&lt;/p&gt;&lt;p&gt;    &lt;/p&gt;    &lt;div class="home-banner-main"&gt;11 countries and territories are eligible for a "Visa Free" facility.  Those holding valid passports from the following countries will be  granted a non-extendable 30-day Visa-Free Short Visit Permit upon  arrival at an Indonesian international gateway without charge&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Why Must Exhibit?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simple answer for the questions above, the key is all that effective and  efficient in summarizing all the events are all in it IFFINA.  exhibition from potential buyers,exhibitor who sells quality products,  and visitors who were very enthusiastic to this exhibition, make this  event as your pacer into the furniture business world&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WHAT THEY SAY ABOUT IFFINA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It seams that IFFINA now is accepted by European buyers. If you ad  visitors from Western and Eastern Europe, Europeans have the highest  share of all visitors. Of course the first reason for the success of  IFFINA are the exhibitors and there products. Another reason is the  professional organization of Dyandra Promosindo. This year IFFINA could  offer all services you know from other international fairs and events  like f.e. the perfect working shuttle service from and to the hotels.  Also the infra structure on the fairground can compete with other shows  like f.e. restaurants or the buyers lounge. Also the press center has  reached a high standard. There are other, bigger fairs which offer less  service. There are only a few fairs where journalists can find computers  easily without waiting in a queue. IFFINA is on a real good way if  organizers find always a good date within the Asean Furniture Fair  Circuit. This event can have a great future." &lt;cite&gt;–Helmut Merkel (editor in chief of MOBELMARKT), Germany&lt;/cite&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8110546197634370996-5129406039135772751?l=asmindojepara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asmindojepara.blogspot.com/feeds/5129406039135772751/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/09/iffina-2012.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/5129406039135772751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/5129406039135772751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/09/iffina-2012.html' title='IFFINA 2012'/><author><name>Blog Resmi Asmindo Jepara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02559582354254180300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-xGNBH4aS-q8/Tm7YQsJ1EKI/AAAAAAAAAI8/3u7owO2BXDM/s72-c/IMG_1275.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8110546197634370996.post-4246949057704983798</id><published>2011-08-25T21:45:00.001-07:00</published><updated>2011-08-25T21:50:27.112-07:00</updated><title type='text'>Selamat Idul Fitri 1432 H</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-BX5S2QcwkDY/TlclS-dEiBI/AAAAAAAAAI0/CR1OEmYEiRU/s1600/Ucapan%2BLebaran%2BAsmindo%2B2011-tema%2BKapal%2Bsmall.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-BX5S2QcwkDY/TlclS-dEiBI/AAAAAAAAAI0/CR1OEmYEiRU/s400/Ucapan%2BLebaran%2BAsmindo%2B2011-tema%2BKapal%2Bsmall.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5645021665865009170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Segenap Pengurus dan Staff&lt;br /&gt;ASMINDO KOMDA JEPARA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengucapkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1432 H&lt;br /&gt;Taqoballahu Minna Waminkum&lt;br /&gt;Minal Aidin Wal Faizin&lt;br /&gt;Mohon Maaf Lahir dan Bathin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8110546197634370996-4246949057704983798?l=asmindojepara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asmindojepara.blogspot.com/feeds/4246949057704983798/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/08/selamat-idul-fitri-1432-h.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/4246949057704983798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/4246949057704983798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/08/selamat-idul-fitri-1432-h.html' title='Selamat Idul Fitri 1432 H'/><author><name>Blog Resmi Asmindo Jepara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02559582354254180300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-BX5S2QcwkDY/TlclS-dEiBI/AAAAAAAAAI0/CR1OEmYEiRU/s72-c/Ucapan%2BLebaran%2BAsmindo%2B2011-tema%2BKapal%2Bsmall.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8110546197634370996.post-8936007886793828910</id><published>2011-03-24T01:29:00.000-07:00</published><updated>2011-03-24T01:39:41.136-07:00</updated><title type='text'>Industri mebel diminta antisipasi peningkatan kualitas produk China</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-3Q0uWfYNEPY/TYsDR793cEI/AAAAAAAAAIo/ilTj3acKfzg/s1600/Asm%2B12.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-3Q0uWfYNEPY/TYsDR793cEI/AAAAAAAAAIo/ilTj3acKfzg/s200/Asm%2B12.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5587563369373069378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA : Industri mebel diminta waspada  atas dominasi produk China yang akan meningkatkan kualitasnya ke pasar  menengah atas meskipun neraca perdagangan ekspor terhadap impor pada  industri mebel dan komoditasnya masih surplus.     &lt;p&gt;Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar mengatakan pada tahun lalu  ekspor mebel dan komoditas terkaitnya menembus US$2 miliar terus  menunjukkan pemulihan dibandingkan dengan kondisi 2009 senilai US$1,6  miliar atau tumbuh sekitar US$400 juta.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di sisi lain, lanjutnya, volume impor mebel memang meningkat sekitar  62% namun total kenaikannya hanya sekitarnya US$226 juta terutama dengan  membanjirnya produk mebel asal China.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Namun industri mebel harus mencermati pergerakan China yang memiliki  pembangunan ekonomi jangka panjang untuk mengubah struktur industri  dari produk massal (murah) ke industri yang menghasilkan produk  berkualitas termasuk dalam produk mebel," jelasnya akhir pekan lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahendra  menuturkan di sisi lain penguasaan China atas impor produk mebel ke  Indonesia melesat tinggi hingga 52% termasuk di negara kawasan dan  bahkan dunia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kondisi itu, lanjutnya, bagi industri mebel merupakan tantangan untuk  menyiapkan strategi pengembangan mebel yang semakin berkualitas  sehingga ke depan tidak perlu mengejar produk murah tapi lebih  memprioritaskan produk berkualitas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dia menambahkan kondisi industri mebel dilihat dari tujuan ekspor  mayoritas masih ke Amerika Serikat, Jepang, Eropa yang kondisinya masih  menghadapi tantangan pemulihan ekonomi. Padahal transaksi ekspornya  menguasai hingga 70% dari total ekspor mebel Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk  itu, katanya, penguatan produksi dan prosesnya harus mengaju pada  keberlanjutan bahan baku, sehingga pemerintah melalui Kemenhut  mengeluarkan sistem verifikasi legalitas kayu yang akan diterapkan  bertahap dan akan menyeluruh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Artinya, sambung dia, penerapan sistem verifikasi itu harus lebih  cepat dari negara lain agar industri mebel dan komoditas berbasis kayu  didalam negeri  semakin berdaya saing serta akan memperketat masuknya  produk kayu impor.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di samping itu, industri mebel harus mampu melakukan penetrasi pasar  ke Timur Tengah, Amerika Latin dan Asia Tengah untuk mengurangi  ketergantungan ekspor yang 70% ke AS dan Eropa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Satu lagi mebel Indonesia jangan mengambil fokus pada produk harga  rendah karena nilai tambahnya sangat rendah, produk semacam itu sulit  berkembang di pasar ekspor karena tidak me miliki keunikan desain dan  branding sebagai kunci dan kekuatan untuk bertumbuh."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Industri Mebel dan Kerajinan Ambar  Tjahyono mengutarakan industri furniture di dalam negeri memang  mengejar pangsa pasar menengah atas sehingga sangat memperhatikan  kualitas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saat ini, katanya, sedikitnya 200 perusahaan yang tergabung di  Asmindo telah mengantongi sertifikasi legalitas atas penggunaan bahan  baku kayu sehingga produknya terbuka luas di pasar ekspor.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Bahkan kami mendapat pengakuan sebagai industri yang green product  dari beberapa NGO yang fokus pada lingkungan hidup di dunia dan  mendukung sepenuhnya program IFFINA sebagai kapal bagi industri mebel  untuk menumbuhkan ekspor."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ambar menambahkan pada tahun ini Asmindo menargetkan kinerja ekspor  mebel dan kerajinan akan mencapai US$3 miliar dan dari pekan promosi  yang digelar 11-14 Maret 2011 ditargetkan terjadi transaksi US$400 juta.  (ln)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8110546197634370996-8936007886793828910?l=asmindojepara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asmindojepara.blogspot.com/feeds/8936007886793828910/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/03/industri-mebel-diminta-antisipasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/8936007886793828910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/8936007886793828910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/03/industri-mebel-diminta-antisipasi.html' title='Industri mebel diminta antisipasi peningkatan kualitas produk China'/><author><name>Blog Resmi Asmindo Jepara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02559582354254180300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-3Q0uWfYNEPY/TYsDR793cEI/AAAAAAAAAIo/ilTj3acKfzg/s72-c/Asm%2B12.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8110546197634370996.post-7369877006084328034</id><published>2011-03-24T01:27:00.000-07:00</published><updated>2011-03-24T01:29:45.725-07:00</updated><title type='text'>Pameran Dongkrak Penjualan Mebel</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-a0OE0HzYz0A/TYsA2euKIqI/AAAAAAAAAIg/ROdOF9wb3CA/s1600/Asm%2B13.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 112px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-a0OE0HzYz0A/TYsA2euKIqI/AAAAAAAAAIg/ROdOF9wb3CA/s200/Asm%2B13.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5587560698642834082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA&lt;/strong&gt; - Pelaku usaha mebel dalam  negeri terus memacu pasar ekspor. Mereka aktif menggelar pameran dengan  tujuan menarik pembeli dari luar negeri sehingga bisa mendongkrak  penjualan. Termasuk momen Pameran Mebel dan Kerajinan Internasional  (International Furniture &amp;amp; Craft Fair Indonesia atau Iffina) 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo)  Ambar Tjahyono mengatakan pameran bisa mendongkrak kinerja industri  mebel. Respons positif pembeli tersebut membuat Asmindo optimistis  target transaksi selama Iffina serta tiga bulan ke depan bisa meraup USD  400 juta. Target tersebut naik dari tahun lalu sebesar USD 350 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk menjaga pasar, kami akan menggelar pameran lagi September nanti,"  tandas Ambar kemarin (14/3). Dijelaskan, pameran tersebut sama-sama  untuk mendukung pelaku usaha dalam negeri tapi dengan konsep berbeda.  Ditargetkan untuk pameran nanti bisa meraih omzet sebesar USD 250 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilanjutkan pameran tersebut bisa dibilang terbaik di ASEAN. Dari sisi  pembeli, pameran itu mendatangkan 3.500 calon pembeli dari 120 negara.  Antara lain, Amerika, Afrika dan Australia. Menurut dia, pembeli dari  berbagai negara tersebut tertarik karena industri dalam negeri bisa  menampilkan produk yang memiliki inovasi desain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara terpisah Ketua Umum Asosiasi Mebel dan Kerajinan Rotan Seluruh  Indonesia (Amkri) Hatta Sinatra mengatakan pengusaha rotan tidak  berharap besar dari pameran. Akan tetapi minimal lewat pameran bisa  membuat mereka tetap eksis di kalangan pembeli dari luar negeri.  "Biasanya kalau pameran malah tidak ada transaksi," kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menuturkan, kendati tidak memiliki transaksi langsung tapi minimal  bisa memberi dampak jangka panjang terutama pasar ekspor. Dijelaskan  penjualan ekspor rotan 2010 lalu sebesar USD 150 juta. Selama ini negara  tujuan utama ekspor rotan antara lain ke Eropa, Amerika, Afrika,  Timur  Tengah dan ASEAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Target tahun ini, lanjut Hatta, diperkirakan tidak bisa melebihi  pencapaian tahun lalu. Malah, bisnis mereka kian tertekan pada tahun  ini. "Antara lain karena nilai dolar melemah, ditambah harga bahan baku  naik. Sementara kami tidak menaikkan harga produk," urai dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu kami aktif ikut pameran di dalam negeri maupun luar negeri.  dijelaskan, selain Iffina, mereka mengikuti pameran di Jerman. Dan bulan  depan berencana mengikuti pameran di Amerika. "Selama Iffina kemarin  ada 100 pengusaha mebel rotan ikut pameran tersebut," ujarnya. &lt;strong&gt;(res)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8110546197634370996-7369877006084328034?l=asmindojepara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asmindojepara.blogspot.com/feeds/7369877006084328034/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/03/pameran-dongkrak-penjualan-mebel.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/7369877006084328034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/7369877006084328034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/03/pameran-dongkrak-penjualan-mebel.html' title='Pameran Dongkrak Penjualan Mebel'/><author><name>Blog Resmi Asmindo Jepara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02559582354254180300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-a0OE0HzYz0A/TYsA2euKIqI/AAAAAAAAAIg/ROdOF9wb3CA/s72-c/Asm%2B13.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8110546197634370996.post-4478686937508604211</id><published>2011-03-24T01:22:00.000-07:00</published><updated>2011-03-24T01:23:49.898-07:00</updated><title type='text'>Hari Ini Rupiah Melemah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-RnQG2l1koZU/TYr_j-uFyNI/AAAAAAAAAIY/Jnicxj8YxL4/s1600/Rupiah%2B2.JPG"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-RnQG2l1koZU/TYr_j-uFyNI/AAAAAAAAAIY/Jnicxj8YxL4/s200/Rupiah%2B2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5587559281303341266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Jakarta, CyberNews.&lt;/strong&gt; Kurs rupiah terhadap dolar AS di  pasar spot antarbank Jakarta, pagi ini, Kamis (24/3) melemah sebesar 3  poin. Nilai tukar Rupiah pagi ini turun menjadi Rp 8.721 dibanding pada  hari sebelumnya Rp 8.718.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengamat valas Lana Soelistianingsih di  Jakarta mengatakan, sebagian besar pasar uang Asia melemah. Termasuk  nilai tukar rupiah ditutup melemah pada pagi ini, Kendati sebagian bursa  Asia ditutup berada dalam posisi positif termasuk Indeks BEI.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Sentimen pasar Asia tampaknya masih turun-naik atau berfluktuasi," kata Lana.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perkembangan  di Jepang, Lana menambahkan, jelas akan mempengaruhi pergerakan pasar  valas Asia termasuk untuk rupiah. Kendati demikian pergerakan rupiah  juga sangat tergantung pada faktor eksternal yaitu modal asing yang  masuk ke Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia mengatakan, masuknya modal asing ke pasar  Indonesia masih menjadi faktor utama nilai tukar rupiah menguat. Pada  jangka menengah rupiah masih mempunyai ruang penguatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat ini,  kata dia, investor asing lebih memilih Sertifikat Bank Indonesia (SBI)  dan Surat Utang Negara (SUN) karena risiko relatif lebih terukur,  sedangkan harga saham Indonesia sudah dianggap cukup tinggi dengan  sentimen risiko yang lebih rentan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia memperkirakan perdagangan  pasar uang hari ini, rupiah akan relatif stabil dengan kecenderungan  sedikit melemah, dengan kisaran antara Rp.8.720 s.d Rp.8.730 per dolar  AS.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8110546197634370996-4478686937508604211?l=asmindojepara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asmindojepara.blogspot.com/feeds/4478686937508604211/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/03/hari-ini-rupiah-melemah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/4478686937508604211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/4478686937508604211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/03/hari-ini-rupiah-melemah.html' title='Hari Ini Rupiah Melemah'/><author><name>Blog Resmi Asmindo Jepara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02559582354254180300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-RnQG2l1koZU/TYr_j-uFyNI/AAAAAAAAAIY/Jnicxj8YxL4/s72-c/Rupiah%2B2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8110546197634370996.post-568867626549688130</id><published>2011-03-24T01:20:00.000-07:00</published><updated>2011-03-24T01:22:02.652-07:00</updated><title type='text'>Rupiah Menguat, Laba Eksportir Tergerus</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-yo07i1Im1aQ/TYr_IfbucWI/AAAAAAAAAIQ/X5e9BOJB7R0/s1600/Rupiah.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 132px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-yo07i1Im1aQ/TYr_IfbucWI/AAAAAAAAAIQ/X5e9BOJB7R0/s200/Rupiah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5587558809048346978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Solo, CyberNews.&lt;/strong&gt; Menguatnya nilai tukar Rupiah  terhadap Dollar AS, rupanya berdampak negatif bagi kalangan eksportir.  Penguatan tersebut telah menggerus laba dalam perdagangan lintas negara  yang menggunakan Dollar sebagai alat pembayaran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemilik Toko Batik Puspa Kencana Achmad Sulaiman mengemukakan,  penguatan nilai tukar Rupiah membuatnya harus melakukan penyesuaian  perhitungan keuangan perusahaan. Kendati sebanyak 500 hingga 1.000  potong batik dikirim untuk tujuan Malaysia, perhitungan harga tetap  menggunakan Dollar AS.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Bulan lalu, kami masih menggunakan perhitungan 1 Dollar AS dihargai  Rp 8.900. Namun, pada kontrak bulan ini sudah menggunakan perhitungan  baru. Di mana 1 Dollar AS dihargai Rp 8.600. Mau tidak mau, laba kami  sedikit terpangkas," kata dia yang sudah mengekspor batik sejak 1992  silam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dia memperhitungkan, setidaknya 5 persen laba tergerus akibat  penguatan nilai tukar Rupiah. Hal ini terjadi akibat penentuan harga  barang dilakukan di awal perjanjian. Sementara, dibutuhkan waktu  setidaknya satu bulan hingga barang diterima pemesan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Sudah menjadi resiko eksportir, kalau selama selang waktu itu nilai  tukar Rupiah turun. Namun, jika kurs sampai anjlok di luar perhitungan  kami, biasanya kami akan meminta nego ulang kepada pemesan," jelasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Akibatnya, baik laba dan penerimaan semakin tergerus. Selain nilai  tukar, industri mebel juga masih dihadapkan dengan permasalahan naiknya  bahan baku, tarif dasar listrik, UMR, hingga bahan cat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Harga Dollar AS sebesar Rp 9.000 merupakan nilai tukar paling ideal.  Dengan patokan tersebut, eksportir mebel diperkirakan masih mendapat  laba yang optimal," ungkapnya.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8110546197634370996-568867626549688130?l=asmindojepara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asmindojepara.blogspot.com/feeds/568867626549688130/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/03/rupiah-menguat-laba-eksportir-tergerus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/568867626549688130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/568867626549688130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/03/rupiah-menguat-laba-eksportir-tergerus.html' title='Rupiah Menguat, Laba Eksportir Tergerus'/><author><name>Blog Resmi Asmindo Jepara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02559582354254180300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-yo07i1Im1aQ/TYr_IfbucWI/AAAAAAAAAIQ/X5e9BOJB7R0/s72-c/Rupiah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8110546197634370996.post-7160779747052254180</id><published>2011-03-24T01:15:00.000-07:00</published><updated>2011-03-24T01:20:49.173-07:00</updated><title type='text'>Tsunami Jepang : Ekspor Mebel DIJ Gusar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-sKyXJgugaRQ/TYr-YOqAocI/AAAAAAAAAII/KbbByl8KHys/s1600/106732_tsunami-hantam-jepang.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-sKyXJgugaRQ/TYr-YOqAocI/AAAAAAAAAII/KbbByl8KHys/s200/106732_tsunami-hantam-jepang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5587557979911135682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;JOGJA&lt;/strong&gt; – Terjadinya tsunami di Jepang dipastikan akan  berimbas pada ekspor mebel dan kerajinan dari Provinsi DIJ. Meski  diakui, saat ini belum ada tanda-tanda, namun ancaman seretnya  ekspor  ke Negeri Sakura itu dipastikan akan terjadi.&lt;br /&gt;Ketua Asosiasi  Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) DIJ Drs Yuli  Sugiarto Memang mengatakan, selama ini ada beberapa jenis kerajinan dan  mebel dijual ke Jepang.   &lt;br /&gt;“Kota-kota seperti Tokyo, Osaka dan Kobe selama ini menjadi pangsa  pasar kami,” katanya. Diakui, kota-kota yang disebut itu tidak terkena  dampak tsunami yang parah seperti di Sendai. Sehingga belum ada  pembatalan pesanan dari pihak Jepang.&lt;br /&gt;Namun jangka yang agak  panjang, tsunami itu diyakini akan berpengarus. Hal itu terkait jalur  transportasi dan distribusi yang akan mengalami gangguan.&lt;br /&gt;“Pembelian  produk mebel dan kerajinan biasanya merupakan pesanan jangka panjang,  sehingga yang dimungkinkan adalah masalah penundaan dalam  pendistribusiannya,” jelasnya.&lt;br /&gt;Selama ini, prosentase pengiriman  mebel dan kerajian dari Jogjakarta ke Jepang memang tidak begitu besar.  Namun pengiriman kayu lapis ke Jepang tergolong sangat tinggi. “Sehingga  yang paling terasa nanti adalah pengiriman kayu lapis ini,” lanjutnya.&lt;br /&gt;Yuli memprediksikan bahwa recovery bencana di Jepang akan berpengaruh  pada perekonomian global. Para pengusaha mebel yang tergabung dalam  Asmindo DIJ mengakui ancaman kondisi ekonomi global tersebut.  “Harapannya sih hanya penundaan saja dan bukan pembatalan,” katanya.&lt;br /&gt;Seandainya itu harus terjadi, para pelaku industri mebel dan kerajinan  di DIJ diminta bisa legowo. Toh selama ini, Jepang bukan merupakan pasar  terbesar ekspor mebel dan kerajinan dari DIJ.   Menurutnya, pasar  terbesar ekspor mebel dan kerajinan DIJ masih pada Amerika dan Eropa.&lt;strong&gt; (hes)&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8110546197634370996-7160779747052254180?l=asmindojepara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asmindojepara.blogspot.com/feeds/7160779747052254180/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/03/tsunami-jepang-ekspor-mebel-dij-gusar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/7160779747052254180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/7160779747052254180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/03/tsunami-jepang-ekspor-mebel-dij-gusar.html' title='Tsunami Jepang : Ekspor Mebel DIJ Gusar'/><author><name>Blog Resmi Asmindo Jepara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02559582354254180300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-sKyXJgugaRQ/TYr-YOqAocI/AAAAAAAAAII/KbbByl8KHys/s72-c/106732_tsunami-hantam-jepang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8110546197634370996.post-6358104476000423678</id><published>2011-02-18T20:26:00.000-08:00</published><updated>2011-02-18T20:40:38.348-08:00</updated><title type='text'>NAMA-NAMA 15 FINALIS IFDC 2010</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-qT6dJ1BmGX8/TV9JcX64HKI/AAAAAAAAAIA/kxBCj3ZGVcw/s1600/DSC_0192.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 133px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-qT6dJ1BmGX8/TV9JcX64HKI/AAAAAAAAAIA/kxBCj3ZGVcw/s200/DSC_0192.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5575255615514090658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;font-family:'Times New Roman';font-size:100%;"  &gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 51, 51); line-height: 19px; text-align: left;font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif;" &gt;Berikut Daftar Nominasi IFDC 2 ( Indonesia Furniture Design Competition ) tahun 2010-2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NO NAMA                       NAMA KARYA                        ASAL KOTA     NO. KARYA DESIGN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;font-family:'Times New Roman';font-size:medium;"  &gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 51, 51); line-height: 19px; text-align: left;font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif;font-size:13px;"  &gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;strong&gt;1.   SUSKARIYANTO              KAWUNG COFFEE TABLE                 JEPARA                27&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;2.   HOTMA SIAHAAN               MANDO                                                BANDUNG              185&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;3.   DODIK WAHYU SAGUNG     RUBIKS COFFEE TABLE                       YOGYAKARTA        151&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;4.   WILLY PRATIKNO                MENANGO                                           BANYUMAS            147&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;strong&gt;5.   NURIYANTO                       KE-PE-LAN                                        JEPARA                14&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;strong&gt;6.   DEVI KHOIRUDIN             KIRO-KIRO                                       JEPARA                164&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;7.    ADI MUCHDILAH                PUTIH MELATI                                     NGANJUK               125&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;8.    REO TEGUH PRAKASA        CHITOS COFFEE TABLE                      YOGYAKARTA        246&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;9.    AJIE BAYU BAWONO          THE SPUTNIK                                      YOGYAKARTA        253&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;10.  ADI SANTOSA                     SISIR COFFEE TABLE                         SURABAYA             10&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;11.  JANSEN LEWIS                    TRUSS COFTA                                   TANGERANG           172&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;strong&gt;12.  ABDUL AWAL MEY RUDIN   KOMPOSISI TABLE                   JEPARA                  193&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;strong&gt;13.  AGUS RUDIYANTO          RONGSENTI COFFEE TABLE           JEPARA                   227&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;14.  YUNUS ADHIMUKTI             MAJA COFFEE TABLE                        TANGERANG            261&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: left; margin: 0px; line-height: 1.5em;"&gt;&lt;strong&gt;15.  EKO SULISTYO                 DOBLONG COFFEE TABLE                JEPARA                 25&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8110546197634370996-6358104476000423678?l=asmindojepara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asmindojepara.blogspot.com/feeds/6358104476000423678/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/02/nama-nama-15-finalis-ifdc-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/6358104476000423678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/6358104476000423678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/02/nama-nama-15-finalis-ifdc-2010.html' title='NAMA-NAMA 15 FINALIS IFDC 2010'/><author><name>Blog Resmi Asmindo Jepara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02559582354254180300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-qT6dJ1BmGX8/TV9JcX64HKI/AAAAAAAAAIA/kxBCj3ZGVcw/s72-c/DSC_0192.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8110546197634370996.post-9043926038034842824</id><published>2011-02-09T23:19:00.000-08:00</published><updated>2011-02-13T21:42:44.995-08:00</updated><title type='text'>Asmindo dapat dukungan kredit ekspor LPEI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-j1nb8OKWwlM/TVjAo_0yG1I/AAAAAAAAAHU/N90kN3On3cA/s1600/Mebel_18122010140238.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-j1nb8OKWwlM/TVjAo_0yG1I/AAAAAAAAAHU/N90kN3On3cA/s200/Mebel_18122010140238.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5573416349431110482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;JAKARTA : Industri mebel dan kerajinan memperoleh dukungan pembiayaan  ekspor dari Indonesia Eximbank dengan kucuran kredit yang diterima  sampai saat ini Rp40 miliar guna mendukung ekspansi pasar ke luar  negeri.    &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); line-height: normal;font-family:arial;font-size:13px;"  &gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0px 0px 0.0001pt; line-height: normal;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0px 0px 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ketua  Umum Asmindo Ambar Tjahyono mengatakan pihaknya bekerjasama dengan  lembaga pembiayaan ekspor Indonesia (LPEI) untuk membantu memenuhi  kebutuhan pembiayaan ekspor yang sampai saat ini telah diterima kredit  sekitar Rp40 miliar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0px 0px 0.0001pt; line-height: normal;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0px 0px 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Kami  memang masih terbatas mengakses pembiayaan dari perbankan, tapi sumber  modal kerja untuk mendukung ekspor harus bisa dipenuhi agar peningkatan  kinerja penjualan ekspor pada tahun ini bisa tumbuh sesuai target 22%,”  ujarnya kepada &lt;em&gt;Bisnis&lt;/em&gt;, hari ini&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0px 0px 0.0001pt; line-height: normal;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0px 0px 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ambar  mengutarakan pihaknya mengkhawatirkan persoalan suku bunga kredit  perbankan berpotensi naik dalam dua sampai tiga bulan mendatang yang  bisa memberatkan pelaku usaha mebel dan kerajinan untuk bisa  meningkatkan poroduksi dan ekspansi pasar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0px 0px 0.0001pt; line-height: normal;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0px 0px 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Untuk  itu, diharapkan perbankan bisa lebih memperhatikan sektor permebelan  dan kerajinan ini sebagai industri yang termasuk prioritas karena  tergolong industri yang masih memiliki prospek bisnis sangat baik dan  bisa tumbuh berkelanjutan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0px 0px 0.0001pt; line-height: normal;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0px 0px 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Jadi  industri mebel dan kerajinan itu harus dipisahkan dari industri  kehutanan yang dianggap sunset, karena kami sangat berbeda kondisinya di  mana pelaku usahanya memiliki pangsa pasar yang besar di pasar  internasional terutama segmen kelas menengah ke atas.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0px 0px 0.0001pt; line-height: normal;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0px 0px 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ambar  menambahkan kalaupun perbankan harus menaikan suku bunga kredit  sebaiknya disesuaikan dengan kondisi industri itu sendiri seperti mebel  dan kerajinan tidak perlu dinaikan terlalu tinggi dan jangan sampai  memperketat persyaratan kredit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0px 0px 0.0001pt; line-height: normal;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0px 0px 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selama  ini, menurutnya, perajin mebel dan kerajinan cukup mendapatkan tekanan  mulai dari kenaikan tariff dasar listrik sampai pelemahan nilai tukar  dolar AS yang membuat pengusaha sempat mengalami gagal order pada  pertengahan tahun lalu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0px 0px 0.0001pt; line-height: normal;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0px 0px 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Untungnya,  perajin di daerah itu sangat kreatif meskipun beban biaya produksi yang  tinggi tidak bisa dihindari, tapi tetap menghasilkan produk yang  berkualitas a.l dengan mengakali efisiensi dengan cara memadukan  berbagai bahan baku,” ujar dia. (ra)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0px 0px 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;http://www.bisnis.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8110546197634370996-9043926038034842824?l=asmindojepara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asmindojepara.blogspot.com/feeds/9043926038034842824/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/02/asmindo-dapat-dukungan-kredit-ekspor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/9043926038034842824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/9043926038034842824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/02/asmindo-dapat-dukungan-kredit-ekspor.html' title='Asmindo dapat dukungan kredit ekspor LPEI'/><author><name>Blog Resmi Asmindo Jepara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02559582354254180300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-j1nb8OKWwlM/TVjAo_0yG1I/AAAAAAAAAHU/N90kN3On3cA/s72-c/Mebel_18122010140238.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8110546197634370996.post-6217979721994222365</id><published>2011-02-09T23:13:00.001-08:00</published><updated>2011-02-09T23:14:51.601-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Industri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekonomi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nasional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Furniture'/><title type='text'>Krisis Mesir : potensi ekspor mebel Indonesia bisa hilang US$ 100 juta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TVOQQ93C2_I/AAAAAAAAAHM/L7BiuIWCwZg/s1600/Mesir.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TVOQQ93C2_I/AAAAAAAAAHM/L7BiuIWCwZg/s200/Mesir.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5571955785145179122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;AKARTA. Krisis politik yang melanda Mesir hingga pecahnya kerusuhan  sejak 25 Januari 2011 telah melumpuhkan perekonomian Mesir. Padahal,  Mesir menjadi salah satu tujuan ekspor dunia, termasuk Indonesia.  Salah  satu produk ekspor Indonesia yang juga berpotensi terimbas krisis di  Mesir adalah mebel dan kerajinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal menurut Ketua Asosiasi  Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Ambar Tjahyono, Mesir  merupakan negara tujuan ekspor Indonesia terbesar ke-7 di seluruh  wilayah Timur Tengah. "Jika krisis di Mesir berlangsung lama kita bisa  kehilangan potensi ekspor senilai US$ 100 juta untuk ekspor di wilayah  Timur Tengah,” katanya, hari ini (9/2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, Mesir tidak hanya  menjadi tujuan ekspor, tapi juga memegang peran penting dalam  lalu-lintas ekspor melalui Terusan Suez yang berada di teritorial  wilayah Mesir. Selama ini, ekspor mebel dari Indonesia pasti melewati  Terusan Suez untuk menjangkau tujuan lain seperti negara Timur Tengah  selain Mesir, Afrika dan Eropa. Ekspor furniture ke Afrika dan Eropa  masing-masing rata-rata mencapai US$ 50 juta per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk  mengantisipasi melorotnya  pasar ekspor di Timur Tengah,  tahun ini  Asmindo akan memperbesar ekspor ke negara Timur Tengah lainnya seperti  Iran, Irak dan Uni Emirat Arab (UEA). "Kita lihat Iran juga sudah mulai  beralih ke Indonesia untuk permintaan ekspor mebel. Mereka menganggap  kualitas mebel Indonesia lebih baik dari China," kata Ambar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar  US$ 4 juta ekspor yang tadinya ditargetkan ke Mesir, separuhnya bakal  dialihkan ke Uni Emirat Arab. Padahal, setiap tahun ekspor furnitur  Indonesia ke Mesir selalu mengalami kenaikan. Berdasarkan data Asmindo,   nilai ekspor ke Mesir  pada 2010 sebesar US$ 3,922 juta.  Angka ini  naik 131,38% dari ekspor pada 2009 yang sebesar US$ 1,695 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum  kerusuhan pecah di Mesir, Asmindo telah menargetkan ekspor mebel ke  Mesir bakal naik 22% tahun ini. “Saya optimis target pertumbuhan ini  bisa tercapai, asalkan krisis di Mesir tidak berlangsung lama,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://industri.kontan.co.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8110546197634370996-6217979721994222365?l=asmindojepara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asmindojepara.blogspot.com/feeds/6217979721994222365/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/02/krisis-mesir-potensi-ekspor-mebel.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/6217979721994222365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/6217979721994222365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/02/krisis-mesir-potensi-ekspor-mebel.html' title='Krisis Mesir : potensi ekspor mebel Indonesia bisa hilang US$ 100 juta'/><author><name>Blog Resmi Asmindo Jepara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02559582354254180300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TVOQQ93C2_I/AAAAAAAAAHM/L7BiuIWCwZg/s72-c/Mesir.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8110546197634370996.post-3834456335532417620</id><published>2011-02-09T23:10:00.000-08:00</published><updated>2011-02-09T23:12:09.897-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemasaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Industri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekonomi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nasional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Furniture'/><title type='text'>Krisis Mesir : Pasar Mebel Dialihkan ke Iran dan Irak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TVOPtxb9UcI/AAAAAAAAAHE/4CvWCZvC01U/s1600/ekonomi%2Bdan%2Bbisnis-pasar-mebel-pasuruan-01.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 133px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TVOPtxb9UcI/AAAAAAAAAHE/4CvWCZvC01U/s200/ekonomi%2Bdan%2Bbisnis-pasar-mebel-pasuruan-01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5571955180514922946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA, &lt;/strong&gt; - Menghadapi krisis politik di  Mesir kalangan pengusaha mebel dan furnitur mulai mengalihkan pasar ke  negara Timur Tengah lainnya. Irak dan Iran menjadi incaran karenanya  kedua negara tersebut selama ini mengandalkan furnitur Malaysia dan  China, yang notabene kualitasnya kurang bagus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hal itu disampaikan  Ketua Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo),  Ambar Tjahyono, dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (9/2/2011). "Kami  yakin bisa mengambil alih peranan China dan Malaysia karena kualitas  mebel Indonesia jauh lebih bagus," katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengalihan pasar  menjadi pilihan karena krisis politik di Mesir diperkirakan masih akan  berlangsung hingga enam bulan mendatang. "Kalau tidak ada pengalihan,  ekspor mebel ke Timur Tengah akan terganggu karena ekspor ke Mesir  dipastikan turun. Mesir menduduki posisi keenam bagi ekspor Indonesia ke  Timur Tengah," katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nilai ekspor mebel ke Mesir tahun 2010  tercatat 3,9 juta dollar AS, sementara nilai keseluruhan ke Timur Tengah  sebesar 64,6 juta dollar AS. Mesir menjadi pasar potensial karena  negara tersebut banyak bergantung pada sektor pertanian dan pariwisata.  Sektor mebel tidak banyak berkembang di Negeri Piramid tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Asmindo  khawatir konflik Mesir meluas hingga berdampak pada penutupan Terusan  Suez. Jika kondisi terburuk tersebut terjadi, potensi kerugian industri  mebel berkisar 100 juta dollar AS. Pasalnya Mesir juga memegang peranan  penting dalam lalu lintas perdagangan menuju Afrika dan Eropa. (&lt;strong&gt;KOMPAS.com)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8110546197634370996-3834456335532417620?l=asmindojepara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asmindojepara.blogspot.com/feeds/3834456335532417620/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/02/krisis-mesir-pasar-mebel-dialihkan-ke.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/3834456335532417620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/3834456335532417620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/02/krisis-mesir-pasar-mebel-dialihkan-ke.html' title='Krisis Mesir : Pasar Mebel Dialihkan ke Iran dan Irak'/><author><name>Blog Resmi Asmindo Jepara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02559582354254180300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TVOPtxb9UcI/AAAAAAAAAHE/4CvWCZvC01U/s72-c/ekonomi%2Bdan%2Bbisnis-pasar-mebel-pasuruan-01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8110546197634370996.post-3186121668884300269</id><published>2011-02-09T22:58:00.000-08:00</published><updated>2011-02-09T23:07:14.965-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemasaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Industri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekonomi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nasional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Furniture'/><title type='text'>Krisis Mesir : Ekspor RI ke Eropa-Afrika Tersendat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-iL3hny5LqqY/TVOOkH04prI/AAAAAAAAAG8/XCpb9o3YY0w/s1600/pf_1289469008_0.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 142px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-iL3hny5LqqY/TVOOkH04prI/AAAAAAAAAG8/XCpb9o3YY0w/s200/pf_1289469008_0.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5571953915214735026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Surabaya-   Demonstrasi besar di Lapangan Tahrir, Mesir memasuki pekan ketiga dan  belum ada tanda akan segera berakhir. Pengusaha Indonesia pun mulai  menghitung kerugian akibat mandeknya ekspor ke negeri Piramid ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Kondisi  makin buruk karena ada sinyal terusan Suez akan lumpuh akibat mogok  massal kalangan pekerja/butuh. Artinya, pengiriman barang ke Eropa dan  Afrika berisiko terganjal. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;“Potensi  kehilangan sampai 100 juta dollar atau sekitar Rp 900 miliar dari Mebel  saja, karena barang kita 85% melalui Terusan Suez,” kata Ketua Umum  Asosiasi Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Ambar Tjahyono,  Kamis (10/2).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Menurutnya,  saat ini Mesir masih menempati urutan ke-7 dari kontribusi ekspor ke  pasar Timur Tengah dengan nilai ekspor 2010 sebesar 3,922 juta dollar  (Rp 35,3 miliar). Sementara total ekspor pasar Timur Tengah mencapai  64,681 juta dollar (Rp 582,2 miliar). Ambar menjelaskan, potensi  kehilangan itu dihitung dari potensi kehilangan ekspor dari negara Eropa  yang mencapai 40 juta dollar (Rp 360 miliar), karena seluruh barang  furnitur Indonesia melalui Mesir. Selain itu, produk furnitur Indonesia  untuk pasar Afrika juga melalui Mesir dengan potensi hingga 50 juta  dollar (Rp 450 miliar).”Jadi kerugiannya tidak hanya dari potensi pasar  ekspor furnitur ke Mesir yang hanya 4 juta dollar atau sekitar Rp 36  miliar. Tapi juga ekspor ke Eropa dan afrika,” katanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Menurut  data Badan Pusat Statistik (BPS), tiga negara tujuan utama ekspor  Indonesia ke Uni Eropa adalah  Jerman, Perancis dan Mesir. Ekspor  Indonesia ke Jerman rata-rata Rp 2,68 triliun/tahun. Sementara ke  Prancis Rp1,009 triliun  dan Inggris Rp1,52 triliun/tahun. Rencananya  untuk menekan risiko itu, pihaknya akan berupaya mengalihkan pasar ke  negara-negara Timur Tengah lainnya seperti Uni Emirat Arab, Iran, Iraq,  atau bahkan negara-negara Afrika seperti Libia.”Potensi yang dari Mesir  harus dilarikan ke negara sekitarnya. Tapi untuk jalan ke Eropa dan  Afrika, ini yang sulit,” ucapnya. Irak dan Iran menjadi incaran  karenanya kedua negara tersebut selama ini mengandalkan furnitur  Malaysia dan China, yang notabene kualitasnya kurang bagus.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Tak  hanya ekspor, investasi pengusaha Indonesia di Mesir juga terancam  gagal. Untuk diketahui selama ini pengusaha melakukan investasi di  sektor pengolahan enceng gondok. Kerjasama ini menggandeng perusahaan  lokal asal Mesir Baraka Group.Pihak Indonesia telah menyiapkan investasi  Rp 5 miliar, selebihnya dana investasi akan ditanggung oleh Baraka  maupun pemerintah Mesir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Penghentian  ekspor ke Mesir juga diakui Ketua Kadin untuk kawasan Timur Tengah  Fachri Thalib.”Kita hentikan sementara sampai situasi aman,” katanya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Gejolak  politik yang terjadi di Mesir akhir-akhir ini menurutnya akan  menurunkan nilai ekspor ke Mesir, yang mulai berlangsung sejak tahun  2000, mencapai sekitar 700 juta dolar AS setiap tahunnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Mogok Kerja &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Sementara  kondisi Mesir masih terus memanas. Kini puluhan ribu pekerja  melancarkan aksi mogok di berbagai kota di Mesir. Ini menambah tekanan  bagi rezim Hosni Mubarak. Selain meminta Mubarak untuk turun, mereka  juga menuntut kenaikan upah minimun yang sejak 24 tahun tidak ada  perubahan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Menurut  stasiun berita Al Jazeera, sekitar 20.000 buruh mulai mogok kerja sejak  Rabu (9/2). Sementara dilansir kantor berita Associated Press,  sedikitnya 8.000 demonstran, terutama petani, di kota Assiut memblokir  jalan menuju Kairo menggunakan pohon kurma yang dibakar. Di kota Port  Said, dekat Kanal Suez, ratusan pekerja membakar kantor gubernur  menuntut perumahan yang layak. Di Kairo, ratusan pekerja perusahaan  listrik melakukan aksi diam di depan kantor mereka, menuntut dipecatnya  direktur perusahaan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Para  pekerja transportasi di Kairo menuntut Mubarak turun, jika tidak mereka  mengancam akan membuat transportasi kota menjadi lumpuh. Di kota  Kharga, sebelah barat daya Kairo, lima demonstran dilaporkan tewas  setelah bentrok dengan pasukan keamanan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Menurut  kalangan pekerja kekayaan Mubarak sangat timpang dengan laporan Bank  Dunia yang mengatakan 40% dari populasi Mesir hidup di bawah garis  kemiskinan dengan pendapatan 2 dollar/hari. Ditambah lagi, pemerintahan  Mubarak pada Selasa lalu menaikkan gaji pegawai negeri hingga 15%,  menambah jurang kesenjangan semakin lebar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Pemerintah  Mesir menetapkan upah minimum buruh sebesar 6 dollar (Rp 54 ribu) sejak  tahun 1984 dan tidak mengalami perubahan hingga kini. Dilansir dari  laman The Wall Street Journal, para buruh juga tidak memiliki kesempatan  untuk mendirikan serikat buruh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Mubarak  sendiri meski ngotot tak mau mundur tapi disebut-sebut telah menyiapkan  rencana mengungsi ke Jerman bilamana situasi di negerinya semakin  keruh. Hal itu diungkapkan media terkemuka di Jerman, Der Spiegel. Tahun  lalu Mubarak baru saja ke Jerman. Ia menjalani operasi kantong empedu  dan polip di Klinik Universitas Heidelberg.  “Ia akan menjalani  pemeriksaan kesehatan lanjutan di spa kesehatan termewah di Eropa,”  demikian dilansir Der Spiegel. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8110546197634370996-3186121668884300269?l=asmindojepara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asmindojepara.blogspot.com/feeds/3186121668884300269/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/02/krisis-mesir-ekspor-ri-ke-eropa-afrika.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/3186121668884300269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/3186121668884300269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/02/krisis-mesir-ekspor-ri-ke-eropa-afrika.html' title='Krisis Mesir : Ekspor RI ke Eropa-Afrika Tersendat'/><author><name>Blog Resmi Asmindo Jepara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02559582354254180300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-iL3hny5LqqY/TVOOkH04prI/AAAAAAAAAG8/XCpb9o3YY0w/s72-c/pf_1289469008_0.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8110546197634370996.post-1867908470939765730</id><published>2011-02-09T22:52:00.000-08:00</published><updated>2011-02-09T22:58:40.428-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemasaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekspor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Industri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekonomi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nasional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Furniture'/><title type='text'>Pengusaha Perabotan Was-was Soal Krisis Mesir</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TVOMcEyRehI/AAAAAAAAAG0/LQegzLjN9Ds/s1600/3672564p.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 132px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TVOMcEyRehI/AAAAAAAAAG0/LQegzLjN9Ds/s200/3672564p.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5571951577936263698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA – Potensi kehilangan nilai penjualan produk  furnitur Indonesia ke pasar internasional akibat konflik Mesir bisa  mencapai 100 juta dolar AS. Hal ini bisa terjadi seandainya konflik  tersebut berkepanjangan dan menggangu distribusi barang di terusan Suez.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian  disampaikan Ketua Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia  (Asmindo) Ambar Tjahyono, saat diskusi pengaruh krisis Mesir terhadap  industri furnitur dan kerajinan Indonesia Rabu (9/2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya,  menurut Ambar nilai penjualan furnitur ke mesir masih jauh dibandingkan  dengan Uni Emirat Arab. Pada 2010, di negara-negara timur tengah mesir  menduduki urutan keenam impor furnitur Indonesia dengan nilai 3,922 juta  dolar atau mendekati 4 juta dolar AS. Sementara total ekspor furnitur  ke Timur Tengah pada tahun lalu mencapai 64,681 juta dolar AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi kalau dilihat Mesir itu hanya sekitar 6,06 persen dari nilai total ekspor furnitur kita ke sana,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun  bukan berarti konflik disana tidak bisa merambat ke yang lainnya. Bila  terusan suez terganggu, menurut Ambar maka ekspor furnitur Indonesia ke  Afrika dan Eropa pastinya akan tertahan. Padahal nilai ekspor ke dua  belahan negara itu mendekati 100 juta dolar AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 2011 ekspor  furnitur ke Timur Tengah diharapkan naik 22 persen, dari sebelumnya  64,681 juta dolar AS menjadi sekitar 80 juta dolar AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.republika.co.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8110546197634370996-1867908470939765730?l=asmindojepara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asmindojepara.blogspot.com/feeds/1867908470939765730/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/02/pengusaha-perabotan-was-was-soal-krisis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/1867908470939765730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/1867908470939765730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/02/pengusaha-perabotan-was-was-soal-krisis.html' title='Pengusaha Perabotan Was-was Soal Krisis Mesir'/><author><name>Blog Resmi Asmindo Jepara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02559582354254180300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TVOMcEyRehI/AAAAAAAAAG0/LQegzLjN9Ds/s72-c/3672564p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8110546197634370996.post-7654416046915118253</id><published>2011-02-09T22:49:00.000-08:00</published><updated>2011-02-09T22:52:37.779-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekspor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Industri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekonomi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nasional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Furniture'/><title type='text'>Ekspor Mebel ke Timur Tengah Ditarget Naik 20 Persen</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TVOLBS47AiI/AAAAAAAAAGs/fuhM0fI1OnM/s1600/mebel-jati-jepara.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 170px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TVOLBS47AiI/AAAAAAAAAGs/fuhM0fI1OnM/s200/mebel-jati-jepara.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5571950018354151970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;strong&gt;Jakarta&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;  -Ekspor Mebel ke Timur Tengah ditargetkan naik 20 persen tahun ini.  "Sehingga ekspor tahun ini diharapkan bisa capai US$ 77,6-80 juta," kata  Ketua Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo),  Ambar Tjahyono dalam Jumpa Wartawan di Jakarta, Rabu (9/2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut  Ambar, selama ini ekspor ke Timur Tengah memang selalu tumbuh positif.  Sebab, kebutuhan negara-negara Arab dan sekitarnya itu pada mebel  Indonesia cukup tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menggenjot ekspor, asosiasi  berusaha menjaring calon pembeli dari pameran International Furniture  and Craft Fair Indonesia (IFFINA). "Sebab, biasanya 90 persen pengunjung  IFFINA pasti melakukan transaksi," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambar berharap,  banyak pembeli asal Timur Tengah yang datang ke pameran tersebut. Saat  ini, calon pembeli asal Mesir saja yang sudah berencana hadir sebanyak  70 perusahaan. "Belum ada yang membatalkan," kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait  adanya konflik politik di Mesir, pengusaha juga merancang strategi untuk  pengalihan ekspor. Beberapa negara tujuan ekspor lain diantaranya Iran.  "Di Iran, kami buat rumah-rumah dari kayu," kata Ambar. Begitu juga  ekspor ke negara lain seperti Abu Dhabi dan Dubai akan lebih  ditingkatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirjen Pengembangan Wilayah Industri, Kementerian  Perindustrian, Dedi Mulyadi, melihat ekspor ke salah satu negara Timur  Tengah yaitu Mesir memang sedang sulit. Jika ada hambatan ekspor melalui  Terusan Suez, maka jalur pengiriman barang harus dialihkan. "Sehingga  menambah biaya transportasi yang ditanggung pengusaha," kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tempointeraktif.com/hg/bisnis/2011/02/09/brk,20110209-312353,id.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8110546197634370996-7654416046915118253?l=asmindojepara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asmindojepara.blogspot.com/feeds/7654416046915118253/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/02/jakarta-ekspor-mebel-ke-timur-tengah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/7654416046915118253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/7654416046915118253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/02/jakarta-ekspor-mebel-ke-timur-tengah.html' title='Ekspor Mebel ke Timur Tengah Ditarget Naik 20 Persen'/><author><name>Blog Resmi Asmindo Jepara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02559582354254180300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TVOLBS47AiI/AAAAAAAAAGs/fuhM0fI1OnM/s72-c/mebel-jati-jepara.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8110546197634370996.post-7753778499362795878</id><published>2011-02-09T22:46:00.000-08:00</published><updated>2011-02-09T22:49:43.672-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pameran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemasaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekspor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Industri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekonomi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nasional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Furniture'/><title type='text'>Asmindo bidik transaksi US$450 juta dari Iffina</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-FThP1zCKbHo/TVOKaEZYc6I/AAAAAAAAAGk/vIpZTU3fHns/s1600/logo%2BIFFINA%2B2011.png"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 55px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-FThP1zCKbHo/TVOKaEZYc6I/AAAAAAAAAGk/vIpZTU3fHns/s200/logo%2BIFFINA%2B2011.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5571949344448869282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;JAKARTA  : Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo)  menargetkan penjualan sebesar US$450 juta dari kegiatan promosi bertajuk  International Furniture &amp;amp; Craft Fair Indonesia (Iffina) 2011 yang  digelar 11-14 Maret.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;Ketua  Umum Asmindo Ambar Tjahyono mengatakan untuk meningkatkan penjualan  industri mebel dan kerajinan sangat ditentukan kegiatan promosi yang  mulai digenjot pada awal tahun ini dengan mengundang para pembeli dari  berbagai negara.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;Sampai  dengan awal Februari 2011, terdapat 2.276 calon pembeli yang sudah  mendaftar dari 98 negara dan ditargetkan sampai dengan pelaksanaan pada  Maret mendatang akan mencapai 3.500 calon buyer yang siap memborong  produk mebel Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;“Tahun  ini Asmindo menargetkan ekspor akan naik 22% menjadi sekitar US$3  miliar sehingga promosi harus digencarkan sejak awal tahun agar industri  ini bisa tumbuh meskipun dihadapkan pada sejumlah tekanan di dalam  negeri yang cukup memberatkan pelaku usaha,” katanya hari ini.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;Menurut Ambar, berdasarkan pengalaman pada tahun lalu peminat terbesar terhadap produk mebel Indonesia dari &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Australia,  Prancis, AS, Malaysia dan India serta Belanda dan Spanyol, sehingga  untuk tahun ini diharapkan juga pemberli terbesar akan datang dari  negara tersebut. &lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;Untuk  itu, Asmindo mengemas promosi berstandar internasional agar potensi  buyer yang bisa dijaring bisa semakin besar yang tentunya akan  mendongkrak kinerja ekspor dari industri mebel dan kerajinan pada tahun  ini.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;Menurut  Ambar, pihaknya berinisiatif mewadahi promosi kelas internasional di  dalam negeri mengingat tingkat efektivitas untuk penjualan produk justru  lebih optimal dengan cara mengundang langsung para calon pembeli untuk  datang ke Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;“Kalau  pameran di luar negeri itu tidak akan optimal untuk mengikat transaksi  dan mendongkrak penjualan, apalagi anggarannya sangat kecil,  paling  hanya untuk penguatan &lt;em&gt;branding image&lt;/em&gt; beberapa perajin saja. Sedangkan untuk peningkatan ekspor harus dengan penguatan promosi seperti ini." (ra)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8110546197634370996-7753778499362795878?l=asmindojepara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asmindojepara.blogspot.com/feeds/7753778499362795878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/02/asmindo-bidik-transaksi-us450-juta-dari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/7753778499362795878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/7753778499362795878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/02/asmindo-bidik-transaksi-us450-juta-dari.html' title='Asmindo bidik transaksi US$450 juta dari Iffina'/><author><name>Blog Resmi Asmindo Jepara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02559582354254180300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-FThP1zCKbHo/TVOKaEZYc6I/AAAAAAAAAGk/vIpZTU3fHns/s72-c/logo%2BIFFINA%2B2011.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8110546197634370996.post-3901074057585021200</id><published>2011-02-06T20:16:00.000-08:00</published><updated>2011-02-09T22:46:09.665-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Industri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekonomi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nasional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Furniture'/><title type='text'>Perajin mebel tersengat tarif listrik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-wngeGLTEiAU/TVOIAQZgaVI/AAAAAAAAAGc/gB8oleo5J8o/s1600/mebel%2B1.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-wngeGLTEiAU/TVOIAQZgaVI/AAAAAAAAAGc/gB8oleo5J8o/s200/mebel%2B1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5571946701970762066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA : Industri mebel dan kerajinan  tertekan akibat kenaikan tarif dasar listrik yang menambah beban biaya  produksi hingga 2% sehingga berpotensi mengurangi terhadap pendapatan.    &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;Di  samping itu, rencana pencabutan bahan bakar minyak bersubsidi dan  ancaman kenaikan suku bunga kredit perbankan diperkirakan semakin  memperberat beban yang ditanggung pelaku industri tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;Ketua  Umum Asmindo Ambar Tjahyono mengatakan industri mebel dan kerajinan  lebih banyak mendapatkan hambatan dari dalam negeri mulai dari kenaikan  tarif dasar listrik akibat pencabutan &lt;em&gt;capping&lt;/em&gt;, sampai dengan pencabutan BBM bersubsidi dan potensi kenaikan bunga kredit perbankan.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;“Sekarang  saja sudah ada keluhan dari beberapa industri mebel menengah di Jepara  dan Yogyakarta yang beban listriknya naik hingga 25% dari Rp15 juta  menjadi Rp20 juta per bulan, tentunya ini dialami seluruh perajin mebel  dan kerajinan yang mayoritas industri kecil menengah,” katanya hari ini.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;Menurut  Ambar, pihaknya akan membuat surat resmi kepada pemerintah dan PLN  untuk mengevaluasi kenaikan tarif dasar listrik itu agar beban  kenaikannya wajar dengan sistem perhitungan yang lebih transparan.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;Perajin  mebel di daerah juga sudah mulai mengkhawatirkan ancaman kenaikan bunga  kredit bank dari saat ini sekitar 13% diperkirakan dalam satu sampai  dua bulan ke depan bisa naik 2% menjadi sekitar 15%-16%.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;“Kalau  beban produksi di dalam negeri terus naik tentu sangat menghambat  perajin mebel untuk bisa meningkatkan usahanya, belum lagi pencabutan  subsidi BBM tentu akan membuat daya saing semakin lemah dan bisa  menimbulkan putus harapan bagi pengusaha daerah.”&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;Ambar  menyatakan seharusnya pemerintah bisa lebih memperhatikan sektor mebel  dan kerajinan yang menyerap tenaga kerja sangat besar dan masuk dalam 10  industri unggulan yang menyumbang terhadap kinerja ekspor nasional.  (ra)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8110546197634370996-3901074057585021200?l=asmindojepara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asmindojepara.blogspot.com/feeds/3901074057585021200/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/02/perajin-mebel-tersengat-tarif-listrik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/3901074057585021200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/3901074057585021200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/02/perajin-mebel-tersengat-tarif-listrik.html' title='Perajin mebel tersengat tarif listrik'/><author><name>Blog Resmi Asmindo Jepara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02559582354254180300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-wngeGLTEiAU/TVOIAQZgaVI/AAAAAAAAAGc/gB8oleo5J8o/s72-c/mebel%2B1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8110546197634370996.post-5402343887788123344</id><published>2011-02-06T20:10:00.000-08:00</published><updated>2011-02-06T20:16:31.535-08:00</updated><title type='text'>Perdagangan Indonesia-China</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TU9yGLKX8eI/AAAAAAAAAGU/wmt-0JqiMJ8/s1600/China.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 124px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TU9yGLKX8eI/AAAAAAAAAGU/wmt-0JqiMJ8/s200/China.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5570796714481676770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sejak disepakatinya perdagangan  bebas ASEAN-China (ACFTA) dimulai  tanggal 1 Januari 2010, produk jadi  dari China membanjiri pasar  domestik. Kawasan perdagangan baru mulai  bermunculan dan kawasan  perdagangan lama juga ikut ramai. Organisasi  Perdagangan Dunia  mengatakan, setidaknya sekitar 400 kawasan perdagangan  beroperasi pada  tahun 2010. Hal ini menjadikan langkah awal menuju  perdagangan global  liberalisasi yang luas.&lt;p&gt;Selain itu, China  yang memiliki penduduk  sekitar 1,4 miliar jiwa dan daerah yang sangat  luas menjadi daya tarik  tersendiri bagi kalangan industri dan  perdagangan. China seolah menjadi  harapan besar untuk mendongkrak omzet  perdagangan industri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah  satu tahun disepakatinya perdagangan  bebas ACFTA ini, neraca  perdagangan Indonesia-China menunjukkan nilai  surplus bagi China. Namun  begitu, Indonesia masih mempunyai peluang  untuk surplus asalkan ada  upaya-upaya nyata dari pemerintah untuk  mendongkrak ekspor barang jadi  ke China.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Duta Besar Republik  Indonesia untuk China Imron Cotan  mengatakan, walaupun Indonesia  mengalami defisit, tapi peluang untuk  surplus masih ada, mengingat pasar  di China sangat besar. ”Selama ini  ekspor yang kita lakukan ke  China masih berupa energi dan minyak serta  bahan baku. Belum banyak  produk yang kita bisa ekspor ke China,  terutama hasil perkebunan dan  buah-buahan, karena mereka miskin akan  sumber daya alam,” kata Imron di  Beijing, Kamis (13/1/2011).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hingga  akhir 2010, tercatat neraca  perdagangan Indonesia-China berada dalam  posisi 49,2 miliar dollar AS  dan 52 miliar dollar AS. Artinya, barang  Indonesia yang diekspor ke  China nilainya 49,2 miliar dollar AS,  sedangkan barang China yang  diekspor ke Indonesia nilainya 52 miliar  dollar AS. Neraca perdagangan  Indonesia defisit sekitar 2,8 miliar  dollar AS. Namun, Imron  menambahkan, neraca ini berdasarkan catatan  China.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sedangkan menurut catatan Indonesia, defisit yang dialami  Indonesia sebenarnya sekitar 5 miliar-7 miliar dollar AS. ”Perhitungan   di Indonesia hanya mencatat FOB, harga barang saja. Sedangkan China   juga menghitung ongkos kirim dan asuransi. Tidak ada yang salah dengan   perhitungan ini karena kita hanya menjual barang tanpa mau mengurus   ongkos kirim hingga barang selamat sampai di tempat. China mendapatkan   keuntungan lebih dari ongkos kirim ini,” papar Imron.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Imron   menjelaskan, ketika ACFTA ini belum dijalankan, posisi neraca   perdagangan Indonesia-China adalah surplus untuk Indonesia. Namun, nilai   transaksinya masih sangat kecil. Pada 2009, impor China dari Indonesia   sebesar 17,1 miliar dollar AS, sedangkan impor Indonesia dari China   sebesar 13 miliar dollar AS. Jika dilihat dari nilai, setelah ACFTA   nilai transaksi justru melambung secara signifikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Walaupun   secara keseluruhan neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit,   tetapi di empat provinsi yang menjadi pusat perdagangan, neraca   perdagangan Indonesia mengalami surplus. Keempat provinsi itu adalah   Guangdong, Fujian, Guangxi, dan Hainan. Konsul Jenderal Republik   Indonesia untuk China Edi Yusuf mengatakan, nilai neraca perdagangan   Indonesia dengan keempat provinsi China itu pada 2010 mengalami   peningkatan yang cukup tajam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika pada tahun 2009 nilai ekspor   China (empat provinsi) ke Indonesia mencapai 3,36 miliar dollar AS, pada   tahun 2010 meningkat menjadi 6,13 miliar dollar AS. Sementara untuk   nilai impor China dari Indonesia pada tahun 2009 mencapai 4,3 miliar   dollar AS, dan pada tahun 2010 mencapai 6,86 miliar dollar AS.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Barang-barang   yang diimpor dari China sebagian besar berupa perkakas listrik, mesin,   produk besi baja, tekstil, keramik, plastik, makanan olahan, garmen,   kerajinan tangan, pupuk, aluminium, produk makanan dan minuman, serta   produk laut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sedangkan produk yang ekspor dari Indonesia ke China   adalah minyak bumi, mesin listrik, minyak makan, kertas, kayu, karet,   bijih besi, dan tin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Potensi investasi yang bisa dikembangkan   oleh Indonesia adalah pembangunan infrastruktur, manufaktur bahan baku   industri unggulan, pengolahan sumber daya alam, dan sebagainya,” kata   Edi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sedangkan Duta Besar Imron mengatakan, potensi Indonesia   masih besar karena banyak produk Indonesia yang masuk ke China lewat   negara lain, misalnya manggis. ”Produk terbesar manggis ada di   Indonesia. Tetapi, mengapa China mengimpor manggis dari negara lain. Itu   manggis Indonesia,” kata Imron.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Potensi lain yang menjanjikan   adalah kopi. Saat ini kopi baru dikenal di China. Sebelumnya mereka   tidak mengenal kopi. Tetapi karena di China banyak orang asing, dan   banyak orang China yang pernah tinggal dan sekolah di luar negeri, maka   budaya minum kopi makin lama makin dikenal di China. Kebutuhan akan  kopi  pun mulai meningkat. Apalagi kini mulai banyak ditemui kedai-kedai  kopi  dengan sasaran remaja dan profesional muda. &lt;strong&gt;(ARN)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;http://bisniskeuangan.kompas.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8110546197634370996-5402343887788123344?l=asmindojepara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asmindojepara.blogspot.com/feeds/5402343887788123344/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/02/perdagangan-indonesia-china.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/5402343887788123344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/5402343887788123344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/02/perdagangan-indonesia-china.html' title='Perdagangan Indonesia-China'/><author><name>Blog Resmi Asmindo Jepara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02559582354254180300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TU9yGLKX8eI/AAAAAAAAAGU/wmt-0JqiMJ8/s72-c/China.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8110546197634370996.post-5915618584406323964</id><published>2011-02-06T19:59:00.000-08:00</published><updated>2011-02-06T20:10:05.888-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekspor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Industri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekonomi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nasional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Furniture'/><title type='text'>Pengaruh KISRUH MESIR pada Industri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TU9vgle-3lI/AAAAAAAAAGM/oJzr0Oj4u3g/s1600/kerusuhan%2Bmesir%2Bbontangkreatif%2B3%2Bjpg.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TU9vgle-3lI/AAAAAAAAAGM/oJzr0Oj4u3g/s200/kerusuhan%2Bmesir%2Bbontangkreatif%2B3%2Bjpg.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5570793869689151058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan politik yang terus memanas di Mesir berpotensi  menimbulkan pengaruh terhadap perekonomian Indonesia. Harga minyak  mentah internasional yang terus meningkat akibat kondisi di Mesir,  misalnya, menimbulkan tekanan pada anggaran subsidi bahan bakar minyak  pada APBN. Industri mebel, pariwisata, dan pengerahan tenaga kerja  Indonesia dengan tujuan Mesir bakal terpukul.&lt;p&gt;Mesir memang bukan  negara pengekspor minyak mentah. Harga minyak membubung karena sekitar 3  juta barrel minyak mentah setiap hari diangkut kapal tanker melintasi  Terusan Suez yang berada di wilayah Mesir. Spekulasi yang ada di pasar,  kemungkinan gangguan keamanan pada jalur pelayaran utama pergi pulang  Timur Tengah dan Eropa Barat itu membuat harga minyak terus meningkat  tajam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, pekan lalu,  mengakui, perkembangan harga minyak mentah dunia terus dicermati setiap  saat. ”Sebab, kenaikan harga minyak mentah ini menjadi pemicu dari  kenaikan harga komoditas lain,” ujar Hatta. Kenaikan komoditas lain,  termasuk bahan makanan, jelas akan mendorong inflasi di dalam negeri  yang pada Januari 2011 sudah menembus angka 7 persen dibandingkan  Januari 2010.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Harga minyak pada hari Jumat di bursa komoditas  London dan New York terkoreksi setelah sebelumnya sempat melonjak di  atas 100 dollar AS per barrel. Harga minyak light sweet untuk pelepasan  bulan Maret di New York turun 1,51 dollar AS menjadi 89,03 dollar AS per  barrel. Sedangkan minyak Brent di London untuk pelepasan bulan Maret  turun 1,93 dollar AS menjadi 99,83 dollar AS per barrel. Minyak Brent  sebelumnya bertahan pada posisi 102 dollar AS per barrel.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perkembangan  harga ini menambah beban bagi subsidi bahan bakar minyak (BBM) pada  APBN 2011 karena asumsi harga minyak mentah Indonesia pada APBN 2011  adalah 80 dollar AS per barrel. Subsidi BBM pada APBN 2011 ditetapkan  sebesar Rp 92,79 triliun, meningkat dari Rp 88,89 triliun pada APBN  2010.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, Hatta Rajasa menegaskan, ada rezeki nomplok dari  setiap kenaikan harga minyak mentah dunia. Memang setiap kenaikan harga  minyak sebesar 1 dollar AS per barrel di atas asumsi harga minyak mentah  Indonesia (ICP) dalam APBN 2011 akan menambah beban subsidi BBM dan  listrik sebesar Rp 3,2 triliun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akan tetapi, menurut Hatta, pada  saat yang sama, kenaikan harga minyak mentah tersebut juga akan  meningkatkan penerimaan negara dari hasil penjualan minyak dan gas  sebesar Rp 2,7 triliun. Namun, tetap ada selisih Rp 0,5 triliun yang  menambah beban subsidi. &lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ekspor furnitur &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketua  Umum Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo)  Ambar Polah Tjahyono, yang dihubungi di Yogyakarta, Minggu (6/2/2011),  mengatakan, potensi ekspor furnitur yang sebagian besar didominasi oleh  rotan ke Mesir, sekitar 12 juta dollar AS atau setara dengan Rp 108  miliar, akan hilang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Situasi keamanan yang semakin tidak kondusif  di Mesir juga menggagalkan kerja sama Indonesia dan Mesir untuk  menggarap eceng gondok sebagai bahan baku furnitur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ambar  mengatakan, ”Ekspor kita ke Mesir mencapai sekitar 2,4 juta dollar AS.  Namun, ekspor juga pernah mencapai 4 juta dollar AS pada 2008 yang  sebagian besar didominasi produk rotan. Sekarang ini ekspor relatif  berhenti total. Tak ada eksportir atau perajin yang berani mengekspor ke  sana meski produk mebel sebetulnya tak akan kedaluwarsa.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut  Ambar, selain kendala logistik pengiriman barang, pengusaha juga  khawatir soal pembayaran. Kerusuhan di Mesir juga mengganggu ekspor  furnitur Indonesia ke negara-negara di Timur Tengah dan Afrika. Harga  ekspor per peti kemas diperkirakan ikut naik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ambar mengatakan,  Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil  Menengah, pernah merintis dan berkoordinasi dengan Asmindo untuk  bekerja sama menggarap eceng gondok yang tumbuh liar di Sungai Nil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara  itu, Direktur Lembaga Pengembangan Informasi Pariwisata Indonesia Diyak  Mulahella mengatakan, sektor pariwisata di Indonesia pun akan terkena  dampak. Walaupun secara kuantitas jumlah wisatawan dari Mesir dan  sekitarnya yang dikelompokkan sebagai negara kawasan Timur Tengah  sedikit, potensi devisa yang hilang sangat besar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Bayangkan saja,  setiap kali berkunjung ke Indonesia, wisatawan Timur Tengah, seperti  Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, dan Bahrain, rata-rata mengeluarkan  1.500-2.500 dollar AS,” ujar Diyak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berdasarkan data Kementerian  Kebudayaan dan Pariwisata, jumlah wisatawan dari Timur Tengah selama  Januari-Desember 2010 sebanyak 77.890 orang. Wisatawan dari Arab Saudi  mencapai 68.878 orang, Mesir 3.277 orang, Uni Emirat Arab 4.906 orang,  dan Bahrain 829 orang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, jumlah tenaga kerja  Indonesia (TKI) di Mesir relatif sedikit. Berdasarkan data pada KBRI  Kairo, jumlah TKI mencapai 1.002 orang. Menurut Menteri Tenaga Kerja dan  Transmigrasi Muhaimin Iskandar, mereka bukan TKI ilegal, melainkan  individu yang berangkat secara mandiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mesir belum menjadi negara  tujuan penempatan TKI karena belum memiliki perjanjian perlindungan  pekerja dengan Indonesia. Sebagian besar TKI, terutama pembantu rumah  tangga, masuk ke Mesir melalui Jordania. Hal ini juga terjadi di  sejumlah negara lain, seperti Suriah, Irak, dan Iran.&lt;/p&gt;”Ternyata tidak semua ingin pulang. Namun, TKW juga jadi prioritas untuk dipulangkan,” ujar Muhaimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source :&lt;br /&gt;http://bisniskeuangan.kompas.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8110546197634370996-5915618584406323964?l=asmindojepara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asmindojepara.blogspot.com/feeds/5915618584406323964/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/02/pengaruh-kisruh-mesir-pada-industri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/5915618584406323964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/5915618584406323964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/02/pengaruh-kisruh-mesir-pada-industri.html' title='Pengaruh KISRUH MESIR pada Industri'/><author><name>Blog Resmi Asmindo Jepara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02559582354254180300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TU9vgle-3lI/AAAAAAAAAGM/oJzr0Oj4u3g/s72-c/kerusuhan%2Bmesir%2Bbontangkreatif%2B3%2Bjpg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8110546197634370996.post-3305110443050568318</id><published>2011-02-06T19:32:00.000-08:00</published><updated>2011-02-06T19:56:32.810-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekspor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Industri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekonomi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nasional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Furniture'/><title type='text'>Pengusaha Tekstil &amp; Mebel Tunda Ekspor Ke Timteng</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TU9tUMvaFhI/AAAAAAAAAGE/wmAAFSfbcBw/s1600/14%2B-%2BAFS.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 126px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TU9tUMvaFhI/AAAAAAAAAGE/wmAAFSfbcBw/s200/14%2B-%2BAFS.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5570791457865471506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Eksportir  mebel dan tekstil terus mengamati perkembangan krisis politik di Mesir.  Sudah ada pembatalan ekspor ke negara-negara di Timur Tengah (Timteng). &lt;p&gt;Pengusaha dalam negeri terutama para pengusaha mebel yang  tergabung dalam Asosiasi Industri Permebelan dan Keraji­nan Indonesia  (Asmindo) sangat mengkhawatirkan kondisi di Mesir. Apalagi, Afrika dan  Timur Tengah (Timteng) sudah jadi pasar ekspor baru bagi industri me­bel  dalam negeri. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketua Umum As­mindo Ambar Tjahyono menga­takan, masalah utama  industri mebel itu di kargo. Sebab, barang-barang ekspor se­lalu  melewati daerah tersebut (Te­rusan Suez, Mesir) untuk menuju Timteng.  Dengan naiknya ketega­ngan di wilayah tersebut, maka akan mun­cul  tambahan biaya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain itu, pihaknya juga ce­mas krisis di Mesir ini bisa me­ram­bah ke negara-negara te­tangga seperti Jordania. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Tentu akan ada penga­ruhnya yang cukup siginif­kan, apalagi kita  baru garap pasar-pasar di Timteng. Dengan kisruh Mesir ini, termasuk di  Tu­nisia, kita segera merapatkan bari­san. Ini berpengaruh ke target  ekspor kita,” kata Ambar kepada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rakyat Merdeka&lt;/span&gt; di Jakarta, kemarin. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ditambahkan, ekspor mebel ke Timteng baru sekitar 10 persen dari  total ekspor industri mebel. Bah­kan, pihaknya men­dapatkan pesanan  seperti di Abu Dabi, Jeddah Arab Saudi, Dubai dan Iran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Meski ekspor mebel ke Mesir masih kecil, namun Asmindo su­dah melakukan kerja sama atau penandatanganan kerja sama (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Me­morandum of Under­stan­ding&lt;/span&gt;)  dengan perusahaan Mesir untuk menggarap Eceng Gondok di Sungai Nil.  “Dengan kejadian di Mesir saat ini, terpaksa kita tunda,” curhat Ambar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidak hanya itu, Asmindo juga mengkhawatirkan kejadian se­perti ini  akan membuat target ekspor sebesar 20 persen akan me­leset. Padahal,  tahun lalu ekspor mebel naik 22 persen atau melebih target awal 15  persen.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain industri mebel, Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API)  Ade Sudrajat membenar­kan jika kisruh Mesir saat ini bisa mengancam  ekspor tekstil. “Jelas ada pengaruhnya, karena faktor Terusan Suez yang  ikut mem­pe­ngaruhi harga mi­nyak, sehingga harga bahan polyster pun  ikut naik,” ujar Ade kepada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rakyat Mer­deka&lt;/span&gt; via SMS, kemarin.&lt;/p&gt; Namun, Menko Perekonomian Hatta Rajasa menganggap krisis politik di  Mesir hanya sementara. “Te­ru­san Suez tentu tidak akan ter­gang­gu,  karena wilayah  itu ma­­­suk pe­rairan internasional,” tukas Hatta. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;[RM]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Source :&lt;br /&gt;http://ekbis.rakyatmerdeka.co.id&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8110546197634370996-3305110443050568318?l=asmindojepara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asmindojepara.blogspot.com/feeds/3305110443050568318/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/02/pengusaha-tekstil-mebel-tunda-ekspor-ke.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/3305110443050568318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/3305110443050568318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/02/pengusaha-tekstil-mebel-tunda-ekspor-ke.html' title='Pengusaha Tekstil &amp; Mebel Tunda Ekspor Ke Timteng'/><author><name>Blog Resmi Asmindo Jepara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02559582354254180300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TU9tUMvaFhI/AAAAAAAAAGE/wmAAFSfbcBw/s72-c/14%2B-%2BAFS.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8110546197634370996.post-2361796430824036952</id><published>2011-02-06T19:11:00.000-08:00</published><updated>2011-02-06T19:31:59.296-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Industri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekonomi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nasional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Furniture'/><title type='text'>Industri Furniture dalam Ekomoni Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TU9nZLwajrI/AAAAAAAAAF8/iMz09y55kcU/s1600/10.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 134px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TU9nZLwajrI/AAAAAAAAAF8/iMz09y55kcU/s200/10.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5570784946430840498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Perkembangan &lt;strong&gt;industri&lt;/strong&gt;  furniture di Indonesia selama ini tidak lepas dari berbagai kebijakan  yang ditempuh oleh pemerintah. Pemberian kemudahan dalam berinvestasi  dan perolehan bahan baku kayu log, mendorong industri furniture semakin  berkembang, bahkan industri-industri furniture yang sempat terpuruk  dimasa krisis kini mulai bangkit kembali.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;Sementara itu  kebutuhan furniture di dalam negeri juga terlihat cenderung meningkat,  sejalan dengan mulai membaiknya bisnis properti di Indonesia. Karena  sebagaimana diketahui kebutuhan akan rumah tinggal yang sehat juga  terlihat semakin meningkat dan secara tidak langsung kebutuhan akan  perabotan rumah tangga pun akan meningkat pula. Salah satu perlengkapan  rumah tangga yang dibutuhkan antara lain adalah furniture, baik berupa  perlengkapan ruang tamu, perlengkapan ruang tidur, perlengkapan ruang  dapur dan perlengkapan ruang belajar. Perlengkapan furniture yang  dimanfaatkan untuk tempat tinggal umumnya adalah terbuat dari bahan  dasar kayu dimana jenis ini memang sudah lama menjadi bahan dasar dalam  pembuatan furniture di Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Selain  rumah tinggal, perkantoran, hotel serta bangunan komersial lainnya,  juga merupakan jenis bangunan yang membutuhkan furniture dengan  pemanfaatan yang relatif sama dengan rumah tinggal hanya berbeda dalam  kualitasnya saja.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;Sementara itu  pasaran ekspor furniture Indonesia, terlihat mulai membaik kembali,  setelah tahun lalu sempat mengalami penurunan. Tanda-tanda mulai  membaiknya kembali pasar ekspor tersebut antara lain terlihat dalam  triwulan pertama tahun 2002 dimana minat kalangan pembeli dari pasar  lama, Eropah Barat dan Amerika Serikat meningkat lagi setelah mengalami  penurunan pada pasca tragedi di WTC 11 September tahun 2001 lalu.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Berdasarkan  data BPS, nilai ekspor furniture Indonesia ke AS masih meningkat 31, 55  %, yakni dari US$ 424,9 juta pada tahun 2000 menjadi US$ 438.3 juta  pada tahun 2001.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;Gambaran mulai  membaiknya kembali bisnis furniture di Indonesia, juga terlihat dari  jumlah anggota ASMINDO yang pada tahun 1998 lalu berjumlah 531  perusahaan dan pada tahun 2002 ini menjadi 800 perusahaan.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;Source :&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;http://binaukm.com/2010/04/industri-furniture-dalam-ekomoni-indonesia/&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8110546197634370996-2361796430824036952?l=asmindojepara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asmindojepara.blogspot.com/feeds/2361796430824036952/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/02/industri-furniture-dalam-ekomoni.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/2361796430824036952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/2361796430824036952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/02/industri-furniture-dalam-ekomoni.html' title='Industri Furniture dalam Ekomoni Indonesia'/><author><name>Blog Resmi Asmindo Jepara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02559582354254180300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TU9nZLwajrI/AAAAAAAAAF8/iMz09y55kcU/s72-c/10.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8110546197634370996.post-128195657580582055</id><published>2011-01-28T21:53:00.000-08:00</published><updated>2011-01-28T21:55:35.083-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sertifikasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hutan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kayu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Industri'/><title type='text'>Berangkat dari Fungsi Alamiahnya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TUOrrt4418I/AAAAAAAAAFw/gcTJF-I1EYo/s1600/IMG_0541.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 133px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TUOrrt4418I/AAAAAAAAAFw/gcTJF-I1EYo/s200/IMG_0541.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5567482331900991426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sejarah hutan Jati dapat dikatakan berawal dari tuntutan alamiah akan  fungsi dari jenis tanaman ini, selaku penyedia sebuah habitat yang  memungkinkan segala bentuk makhluk daratan dapat hidup sejahtera di  dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam khasanah kata bahasa Inggris hutan disebut  forest, yang jika dibagi dalam dua suku kata dapat terdiri: fo(r- dan  -r)est artinya untuk pemulihan. Jadi, hutan pun dapat dimaknai sebagai  tempat kita memulihkan diri, atau pun untuk kembali segar – “for  refresh” – entahlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon jati cocok tumbuh di daerah dengan  sifat tanah kering dan mengandung kapur, sebaran tempat dia bertumbuh  meliputi sejumlah besar kawasan di benua Asia sampai ke pulau Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakter  pohon ini kuat bertahan tumbuh lama di tanah tandus - sifat umum daerah  pegunungan kapur yang miskin unsur kesuburan lahan (hara) - selama  tidak tidak ditebang atau dirusak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kemampuan khusus  untuk menjaga siklus klimatologis di daerah tempat pertumbuhannya,  tanaman Jati merupakan penyumbang penting bagi terjadinya kelangsungan  ekosistem yang  dapat bekerja secara natural.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibuktikan dengan  gugur daun di musim kemarau (mengalirkan cadangan air tanah, sesuatu  yang sangat vital di daerah dengan suhu tropik) dan kembali berdaun  lebat saat datang musim hujan, yang merupakan fungsi alamiahnya sebagai  penyerapan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="post-author vcard"&gt;oleh &lt;span class="fn"&gt;Sugayo J. Adam&lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-timestamp"&gt;&lt;br /&gt;http://sugayo.blogspot.com/&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;(P01J01 – SJTE)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8110546197634370996-128195657580582055?l=asmindojepara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asmindojepara.blogspot.com/feeds/128195657580582055/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/01/berangkat-dari-fungsi-alamiahnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/128195657580582055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/128195657580582055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/01/berangkat-dari-fungsi-alamiahnya.html' title='Berangkat dari Fungsi Alamiahnya'/><author><name>Blog Resmi Asmindo Jepara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02559582354254180300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TUOrrt4418I/AAAAAAAAAFw/gcTJF-I1EYo/s72-c/IMG_0541.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8110546197634370996.post-7187686493293906436</id><published>2011-01-28T20:20:00.000-08:00</published><updated>2011-01-28T20:21:35.498-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemasaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips dan Trik'/><title type='text'>Menyusun Strategi Pemasaran untuk Usaha Kecil</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TUOVwRVUhtI/AAAAAAAAAFo/-vCrCdP_VaI/s1600/konsep-marketing-250x156.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 125px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TUOVwRVUhtI/AAAAAAAAAFo/-vCrCdP_VaI/s200/konsep-marketing-250x156.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5567458220879152850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Konsep marketing merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam menjalankan sebuah usaha. Baik &lt;a title="membuat merek atau label usaha camilan sendiri" href="http://bisnisukm.com/membuat-merk-atau-label-usaha-camilan-sendiri.html" target="_blank"&gt;peluang usaha&lt;/a&gt; baru maupun usaha yang telah lama dirintis, baik  &lt;a title="membuat merek atau label usaha camilan sendiri" href="http://bisnisukm.com/membuat-merk-atau-label-usaha-camilan-sendiri.html" target="_blank"&gt;usaha kecil&lt;/a&gt;  maupun usaha yang telah berkembang sekalipun. Semuanya membutuhkan  konsep marketing untuk mengembangkan usaha yang dijalankan. Berbicara  tentang konsep marketing, maka sesungguhnya kita sedang membicarakan  bagaimana strategi pemasaran produk yang kita jual.&lt;span id="more-11180"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;Hal itu pulalah yang dihadapi oleh &lt;a title="contoh usaha kecil donat yang nikmat" href="http://bisnisukm.com/bulatnya-donat-yang-nikmat.html" target="_blank"&gt;usaha kecil&lt;/a&gt;  yang saat ini banyak bermunculan. Merencanakan strategi pemasaran yang  tepat untuk menarik minat konsumen pada usaha kecil masih sangatlah  sulit. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengembangkan usaha  kecil tentunya dengan fokus pada &lt;a title="waralaba, media efektif pemasaran hki" href="http://bisnisukm.com/waralaba-media-efektif-memasarkan-hki.html" target="_blank"&gt;strategi pemasaran&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan  terbatasnya anggaran marketing yang dimiliki usaha kecil, bukan berarti  menjadikan usaha kecil kalah dengan usaha skala besar. Untuk itu kita  harus lebih kreatif dengan anggaran biaya yang minim untuk menghasilkan  strategi pemasaran yang tepat. Berikut beberapa cara untuk  mengoptimalkan pemasaran dengan anggaran terbatas :&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Bekerjasama      dengan pengusaha atau rekan Anda untuk pemasangan iklan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mencoba      mengirimkan penawaran produk kepada pelanggan serta memberikan potongan      harga untuk paket pembelian tertentu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perkenalkan       produk dan usaha Anda melalui media gratis, hal ini akan membantu       pencarian para konsumen tentang produk yang Anda tawarkan. Misalnya  saja      publikasi melalui internet.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Libatkan      lingkungan  yang ada disekitar usaha Anda, dalam salah satu kegiatan yang      usaha  Anda laksanakan. Ini dapat dijadikan sebagai salah satu cara       publikasi gratis kepada masyarakat sekitar.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Selain itu beberapa hal yang harus diperhatikan dalam &lt;a title="menyusun strategi pemasaran untuk usaha kecil" href="http://bisnisukm.com/menyusun-konsep-marketing-untuk-usaha-kecil.html" target="_blank"&gt;&lt;strong&gt;menyusun strategi pemasaran untuk usaha kecil &lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;yaitu sebagai berikut : &lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;1. Konsistensi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan  adanya konsistensi terhadap semua area marketingnya, dapat membantu  mengurangi biaya marketing dan meningkatkan efektivitas penciptaan  merek.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;2. Perencanaan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perencanaan &lt;a title="kiat membangun brand yang kuat ala hermawan kartajaya" href="http://bisnisukm.com/kiat-membangun-brand-yang-kuat-ala-hermawan-kartajaya.html" target="_blank"&gt;konsep marketing &lt;/a&gt;yang  akan dijalankan usaha kecil sangat mempengaruhi banyaknya pelanggan  yang diperoleh. Oleh karena itu luangkan waktu untuk merencanakan &lt;a title="merek sejati ( 1 ) berfikir sebagai sebuah merek" href="http://bisnisukm.com/merek-sejati-bag-1-berfikir-sebagai-sebuah-merek.html" target="_blank"&gt;strategi marketing&lt;/a&gt;, anggaran marketing, serta konsep lainnya yang berhubungan dengan pemasaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;3. Strategi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Strategi  merupakan dasar untuk kelanjutan kegiatan marketing yang telah  direncanakan, misalnya siapa target pasar, bagaimana usaha kecil  membidik pelanggan, dan bagaimana cara menjaga konsumen yang ada sebagai  pelanggan tetap.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;4. Target Market&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mendefinisikan  secara tepat pangsa pasar yang dituju, dengan memilih satu atau lebih  dari segmen pasar yang akan dimasuki. Target pasar yang jelas akan  membuat konsep marketing lebih mudah dilaksanakan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;5. Anggaran&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menghitung  anggaran marketing merupakan bagian yang berat dan membutuhkan  keakuratan hasil hitungan. Dari anggaran yang dibuat, dapat dipersipkan  dana yang akan dibutuhkan untuk pemasaran. Biasanya usaha kecil membuat  anggaran dengan tidak terlalu akurat, sehingga terjadi pemborosan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;6. Marketing Mix&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a title="merek sejati bagian 2" href="http://bisnisukm.com/merek-sejati-bag-2.html" target="_blank"&gt;Marketing mix&lt;/a&gt;  biasanya dijelaskan sebagai produk, harga, tempat, dan promosi. Sebagai  pengusaha kecil, perlu memutuskan dengan spesifik produk (atau jasa),  harga yang sesuai, dimana dan bagaimana Anda akan mendistribusikan  produk Anda, dan bagaimana orang lain dapat mengetahui tentang produk  yang ditawarkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;7. Website&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat ini bisnis  apapun termasuk usaha kecil usahakan memiliki website, karena hampir  60% konsumen datang dari informasi dari internet. Sehingga informasi  produk melalui website pun sangat mendukung peningkatan jumlah pelanggan  yang tertarik dengan produk Anda.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;8. Branding&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Branding  adalah bagaimana konsumen menerima produk dan perusahaan yang membuat  produk tersebut. Terkadang usaha kecil selalu melupakan kebutuhan &lt;a title="kiat membangun brand yang kuat ala hermawan kartajaya" href="http://bisnisukm.com/kiat-membangun-brand-yang-kuat-ala-hermawan-kartajaya.html" target="_blank"&gt;brand&lt;/a&gt; atau pengenalan gambar, logo, bahkan produk yang usaha kecil hasilkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;9. Promosi dan iklan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Promosi  dan iklan merupakan konsep marketing yang harus dipertimbangkan pada  berbagai bsnis dan produk, termasuk pada usaha kecil. Promosi dan iklan  yang baik akan menghasilkan pengakuan brand yang efektif  hingga mampu  meningkatkan penjualan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;10. Customer Relationship Management&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengelolaan  hubungan dengan pelanggan yang tepat menjadi salah satu hal penting  untuk menciptakan konsumen yang loyal dan konsisten. Misalnya saja  dengan membuat kartu membership, dan memberikan potongan harga tertentu  bagi para member.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ingat, bahkan sebuah usaha bisa hancur jika  strategi pemasaran yang diterapkan tidak tepat. Oleh karena itu, review  kembali konsep pemasaran dan rencana strategi pemasaran Anda, agar usaha  Anda dapat berkembang lebih cepat dan tepat.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8110546197634370996-7187686493293906436?l=asmindojepara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asmindojepara.blogspot.com/feeds/7187686493293906436/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/01/menyusun-strategi-pemasaran-untuk-usaha.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/7187686493293906436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/7187686493293906436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/01/menyusun-strategi-pemasaran-untuk-usaha.html' title='Menyusun Strategi Pemasaran untuk Usaha Kecil'/><author><name>Blog Resmi Asmindo Jepara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02559582354254180300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TUOVwRVUhtI/AAAAAAAAAFo/-vCrCdP_VaI/s72-c/konsep-marketing-250x156.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8110546197634370996.post-6302885894736282269</id><published>2011-01-28T20:16:00.000-08:00</published><updated>2011-01-28T20:18:36.295-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemasaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips dan Trik'/><title type='text'>Pentingnya Logo dalam Pemasaran Produk</title><content type='html'>“Mengapa para pelaku usaha mencantumkan logo pada setiap produknya?”&lt;p&gt;Karena melalui logo, konsumen bisa mengenali sebuah produk dengan lebih mudah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tepat  sekali, ternyata penggunaan logo pada sebuah produk  membantu para  pelaku usaha dalam memasarkan produk-produknya. Hal ini disebabkan oleh  kebiasaan konsumen yang lebih &lt;span id="more-13289"&gt;&lt;/span&gt;mudah untuk  mengingat sebuah gambar atau bentuk, dalam mengenali sebuah produk baru.  Bahkan tak jarang para konsumen bisa membeli sebuah produk berdasarkan  bentuk dan gambar yang mereka ingat, walaupun sebenarnya mereka lupa  akan nama produk tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a title="pentingnya logo dalam pemasaran produk" href="http://bisnisukm.com/pentingnya-logo-dalam-pemasaran-produk.html" target="_blank"&gt;&lt;strong&gt;Pentingnya logo dalam pemasaran produk&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, memang disadari oleh para pelaku usaha. Bagi mereka, logo menjadi salah satu media promosi untuk mengenalkan &lt;a title="kiat membangun brand yang kuat ala hermawan kartajaya" href="http://bisnisukm.com/kiat-membangun-brand-yang-kuat-ala-hermawan-kartajaya.html" target="_blank"&gt;brand produk&lt;/a&gt;  kepada konsumen. Sehingga dari ciri khas bentuk dan gambar yang ada,  konsumen bisa membedakan suatu produk dengan produk lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Tips dan Trik Membuat Logo Produk&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; Agar Anda tidak salah dalam membuat logo produk, berikut kami  informasikan tips dan trik membuat logo produk menjadi lebih menarik dan  mudah diingat oleh konsumen :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;1. Logo mudah diingat semua orang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Buat  logo dengan bentuk yang sederhana, tetapi bisa mewakili pesan produk  tersebut. Dengan begitu konsumen mudah mengingat sebuah produk, dari  logo yang dilihatnya. Contohnya saja produk coca-cola yang mencantumkan  gambar botol pada logo produknya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;2. Buat logo yang unik dan menarik&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salah  satu cara untuk membantu branding sebuah produk, yaitu dengan membuat  logo yang unik dan menarik. Karena kebanyakan orang akan lebih mudah  mengingat sesuatu yang unik. Selain itu hindari penggunaan logo yang  sudah banyak digunakan perusahaan lain. Biasanya logo yang hampir-hampir  mirip, membuat konsumen kesulitan membedakan produk Anda dengan produk  lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;3. Hindari logo yang bersifat musiman&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pastikan logo  yang Anda gunakan bersifat abadi. Adanya pergantian logo sesuai dengan  musim atau trend yang ada, hanya akan merusak image atau brand yang  selama ini sudah terbentuk. Karena konsumen sudah terlanjur mengenali  produk Anda, dari logo yang terdahulu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;4. Pilih warna dan desain logo produk yang bisa digunakan di semua media&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://bisnisukm.com/wp-content/uploads/2011/01/logo-KNL.png"&gt;&lt;img class="alignleft size-medium wp-image-13295" title="ilustrasi logo perusahaan" src="http://bisnisukm.com/wp-content/uploads/2011/01/logo-KNL-250x172.png" alt="" width="220" height="151" /&gt;&lt;/a&gt;Ini dimaksudkan agar logo Anda bisa cocok dicetak dalam berbagai ukuran dan media. Banyak pelaku usaha yang menggunakan&lt;a title="strategi pemasaran bagi produk baru" href="http://bisnisukm.com/strategi-pemasaran-bagi-produk-baru.html" target="_blank"&gt; strategi pemasaran&lt;/a&gt;  dengan mencantumkan logo produk melalui berbagai alat promosi, seperti  baner, spanduk, kartu nama, brosur, serta media lain yang ukurannya  lebih kecil. Jadi, sebaiknya pilih perpaduan warna dan desain yang bisa  disesuaikan dengan semua &lt;a title="pemasaran produk dengan media promosi iklan" href="http://bisnisukm.com/pemasaran-produk-dengan-iklan.html" target="_blank"&gt;media promosi&lt;/a&gt; yang Anda gunakan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari pembahasan diatas, bisa disimpulkan bahwa dengan adanya logo produk cukup membantu proses &lt;em&gt;branding (brand building) &lt;/em&gt;suatu  produk. Oleh karena itu, sebelum Anda membuat logo untuk sebuah produk,  sebaiknya perhatikan beberapa hal tersebut. Sekian informasi &lt;a title="strategi pemasaran bisnis melalui pendekatan konsumen" href="http://bisnisukm.com/strategi-pemasaran-bisnis-melalui-pendekatan-konsumen.html" target="_blank"&gt;pemasaran bisnis&lt;/a&gt; untuk pekan ini, semoga informasi yang sedikit tersebut bisa membantu kesuksesan bisnis Anda. Salam sukses.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8110546197634370996-6302885894736282269?l=asmindojepara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asmindojepara.blogspot.com/feeds/6302885894736282269/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/01/pentingnya-logo-dalam-pemasaran-produk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/6302885894736282269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/6302885894736282269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/01/pentingnya-logo-dalam-pemasaran-produk.html' title='Pentingnya Logo dalam Pemasaran Produk'/><author><name>Blog Resmi Asmindo Jepara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02559582354254180300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8110546197634370996.post-3142146973493713994</id><published>2011-01-28T20:12:00.000-08:00</published><updated>2011-01-28T20:15:28.491-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kayu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Industri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jepara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Furniture'/><title type='text'>Potensi Industri Meubel Jepara</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TUOUCIEOeeI/AAAAAAAAAFg/GG8kgcY3KCY/s1600/ekonomi%2Bdan%2Bbisnis-pesanan-mebel-meningkat-01.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 133px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TUOUCIEOeeI/AAAAAAAAAFg/GG8kgcY3KCY/s200/ekonomi%2Bdan%2Bbisnis-pesanan-mebel-meningkat-01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5567456328605923810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="jawa tengah" href="http://bisnisukm.com/sektor-sektor-unggulan-provinsi-jawa-tengah.html" target="_blank"&gt;Jawa Tengah &lt;/a&gt;memiliki  sentra-sentra industri yang keunikannya sulit ditiru. Ini merupakan  potensi sangat besar untuk terus dikembangkan, sehingga kontribusinya  terhadap perekonomian daerah ini bisa makin signifikan. &lt;a title="ekonomi" href="http://bisnisukm.com/geliat-ekonomi-kelautan-di-madura.html" target="_blank"&gt;Denyut ekonomi&lt;/a&gt; Jawa Tengah sangat kental diwarnai tumbuhnya &lt;a title="industri" href="http://bisnisukm.com/industri-tas-dan-koper-tanggulangin-tetap-eksis.html" target="_blank"&gt;sentra-sentra industri&lt;/a&gt; di sejumlah kota/kabupaten di wilayah ini. Yang menarik, setiap sentra &lt;a href="http://bisnisukm.com/home-industri-mebel-bambu.html" target="_blank"&gt;industri&lt;/a&gt;  punya keunikan yang tak gampang ditiru oleh daerah lain, bahkan negara  lain. Tentu saja, ini merupakan potensi ekonomi yang harus didorong  terus pertumbuhannya agar dari waktu ke waktu mampu memberikan  kontribusi yang makin signifikan terhadap perekonomian daerah dan  nasional.&lt;span id="more-7139"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Siapa yang tak kenal ukiran kayu Jepara, yang sudah mampu menembus &lt;a title="pasar ekspor" href="http://bisnisukm.com/terbuka-lebar-peluang-ekspor-dari-budidaya-belut.html" target="_blank"&gt;pasar ekspor&lt;/a&gt;  di pelbagai negara? Kota Jepara, yang berada di bagian utara Jawa  Tengah, memang terkenal dengan sentra industri mebel (kayu) ukiran.  Total nilai bisnis industri mebel di kota ini tahun 2006 tercatat Rp 1,3  triliun. Jumlah perusahaan yang terlibat di industri ini mencapai 518  perusahaan, sementara jumlah tenaga kerjanya 27.271 orang. Dan, sekitar  60% produk meubel Jepara dijual ke &lt;a title="mancanegara" href="http://bisnisukm.com/awalnya-pedagang-kaki-sekarang-ekspor-ke-mancanegara.html" target="_blank"&gt;pasar mancanegara&lt;/a&gt; dan sisanya ke pasar dalam negeri.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pemerintah  daerah Jepara akan terus memperbaiki sejumlah fasilitas yang ada untuk  mendorong perkembangan sentra industri mebel ukir di kota ini. Caranya,  memperkuat fasilitas umum, seperti Jepara Trade Center. Pusat  perdagangan yang diluncurkan pada 2007 ini terdiri atas pusat promosi  (yang juga berfungsi sebagai balai lelang), pusat informasi, pusat  desain, serta advokasi atas hak dan kekayaan intelektual.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Seputar Industri Mebel&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Industri  mebel Indonesia terdiri atas produk-produk kayu (kayu karet, mahogani,  jati, akasia), rotan dan logam/plastik baik untuk ekspor maupun konsumsi  dalam negeri. Sementara perusahaan besar umumnya mengkhususkan diri  pada campuran panel (kayu lapis, papan partikel dan papan serat  kepadatan sedang) dan kayu keras, produsen kecil-menengah berfokus pada  mebel kayu keras. Hal itu disebabkan oleh tingginya &lt;a title="modal" href="http://bisnisukm.com/bisnis-bridal-tak-harus-modal-besar-2.html" target="_blank"&gt;biaya modal&lt;/a&gt;  yang diperlukan untuk menghasilkan mebel berlapis panel. Bagi produsen  kecil-menengah, biaya panel yang dibeli sebagai bahan masih tinggi,  sebagaimana &lt;a title="harga" href="http://bisnisukm.com/meubel-berkualitas-harga-mahasiswa-2.html" target="_blank"&gt;harga pasar&lt;/a&gt;  produk-produk ini tercermin pada permintaan dalam negeri dan ekspor  terhadap kayu lapis, papan partikel, dan papan serat kepadatan sedang  (Tinjauan Rantai Industri Mebel tanggal 16 Februari 2007).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sentra-sentra industri mebel dan &lt;a href="http://bisnisukm.com/bisnis-kerajinan-batu-paras-putih.html" target="_blank"&gt;kerajinan &lt;/a&gt;di Jawa Tengah terutama berkembang pesat di Semarang, Jepara, Solo &lt;a title="yogyakarta" href="http://bisnisukm.com/batik-kayu-warisan-budaya-yogyakarta.html" target="_blank"&gt;dan Yogyakarta&lt;/a&gt;. Industri permebelan dan &lt;a title="kerajinan" href="http://bisnisukm.com/potensi-berbagai-kerajinan-di-magelang.html" target="_blank"&gt;kerajinan ini &lt;/a&gt;didominasi oleh Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dengan sistem &lt;em&gt;home industry &lt;/em&gt;yang bekerjasama dengan industri-industri besar (Road Map Revitalisasi Industri Kehutanan Indonesia, 2007).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut  Road Map Revitalisasi Industri Kehutanan Indonesia (2007), permasalahan  yang dihadapi industri permeubelan dan kerajinan sebagai berikut:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;- kurangnya bahan baku&lt;/p&gt;&lt;p&gt;- &lt;em&gt;negative brand image &lt;/em&gt;akibat pembalakan liar&lt;/p&gt;&lt;p&gt;- rendahnya kualitas produk Indonesia dibanding produk dari negara lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;- lebih mahalnya harga produk Indonesia dibanding pesaing.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;- lebih disukainya produk-produk bersertifikat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ambar  Tjahyono, Ketua Umum ASMINDO menyebutkan  dari segi kualitas bahan baku  dan desain produk, Indonesia memiliki keunggulan dibandingkan dengan  negara &lt;a title="mebel" href="http://bisnisukm.com/home-industri-mebel-bambu.html" target="_blank"&gt;produsen mebel&lt;/a&gt; lainnya (Bank Ekspor Indonesia, 2007).&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Proses Produksi &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;1.  Setelah ditebang, kayu bulat dikuliti dan dipotong menjadi papan di  kilang gergaji, kemudian kayu ditumpuk dan diantar dengan truk ke lahan  penerimaan pabrik mebel. Syarat pembayaran biasanya tunai ke kontraktor  yang memotong dan mengangkut kayu. Bahan-bahan lain, dari panel sampai  lem, bahan pemulas, perkakas, kemasan, dan bahan tak langsung dibuat  setempat atau di pabrik mancanegara dan dibeli dari pemasok yang  biasanya bekerja atas pembayaran net-30, yang berarti seluruh tagihan  harus dibayar ke pemasok bahan mentah dalam 30 hari.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;2.  Setelah diterima oleh pabrik meubel, papan ditempatkan di kamar hampa  autoklaf. Campuran encer boraks (untuk terapan penindasan jamur noda  biru) dan boriks (insektisida) dimasukkan ke kamar hampa itu dan  menyusupi segenap serat dari kayu yang sedang dirawat. Lalu, papan  dipindahkan dan ditempatkan langsung di kamar pengering untuk  dikeringkan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;3. Proses pengeringan  mencakup penghembusan terus-menerus udara panas dan kering ke kamar  pengering. Gerakan hidrolis menarik kelembapan yang terbenam jauh di  papan. Banyak kamar pengering kini dikendalikan komputer untuk memantau  keadaan kamar. Kamar pengering dipantau secara berkala dan kandungan  kelembapan sejumlah papan diperiksa. Kayu dikeluarkan setelah kandungan  kelembapan kurang dari 10%.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;4. Kayu  gergajian yang dikeringkan ini dipotong dan digiling di mesin penggosok  atau pencetak. Kerja pencetakan memotong enam sisi sekaligus,  menghasilkan kayu halus berukuran tepat dan siap untuk pengolahan  selanjutnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;5. Langkah pengolahan berikutnya adalah menyambung-gerigikan (&lt;em&gt;finger-joint&lt;/em&gt;)  potongan-potongan pendek kayu untuk menyusun papan yang lebih panjang.  Potongan lika-liku (zigzag) papan yang tersambung-gerigi memaksimalkan  bidang permukaan kayu yang dilem. Jika dilakukan dengan benar, kayu  tersambung-gerigi lebih kuat daripada kayu alami yang melingkunginya.  Papan sambungan ini digabungkan di mesin tekan kepit besar, lalu digosok  lagi untuk menghilangkan kekasaran atau beda ketebalan atau lebar di  sepanjang papan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;6. Setelah digiling,  dibentuk dan diputar, komponen-komponen dipulas dalam sebuah proses  banyak langkah yang mencakup beberapa lapisan awal plamir. Langkah itu  melenyapkan permukaan yang tak rata dan lubang di kayu, menghasilkan  permukaan licin yang siap bagi pemulasan akhir. Satu-satu komponen  dipulas sebagai komponen bagian dari suatu satuan rangkai-sendiri (&lt;em&gt;knock down&lt;/em&gt;) atau satuan utuh lewat perakitan memakai paku dan sekrup.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;7.  Beberapa langkah ulangan diperlukan dalam pemulasan. Pertama, plamir  disapukan dalam satu atau dua lapisan. Plamir adalah bahan dari lak yang  cepat kering dan, saat kering, membuat penggosokan efisien. Setelah  itu, konveyor cat memudahkan kerja penyemprotan dan penganginan.  Biasanya sebuah oven segaris menjadi bagian dari jalur perakitan dan  memercepat proses pengeringan. Setelah kering, komponen dipindahkan dan  dikemas untuk dikapalkan menggunakan lembaran busa polietilen dan karton  luar lima lidah (&lt;em&gt;five-ply&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;ASPEK PEMASARAN : &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Keadaan supply dan demand &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;·   Perdagangan mebel di pasar dunia saat ini trennya juga cenderung terus  membaik. Nilai perdagangan mebel dunia meningkat dari USD 51 milyar pada  tahun 2000 menjadi USD 76 milyar pada tahun 2005. Pada 2006, angkanya  telah melonjak naik menjadi USD 80 miliar (Bank Ekspor Indonesia, 2007).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;·   Namun, pangsa pasar mebel di dunia masih dipegang oleh negara  pengekspor mebel terkemuka, antara lain: Italia yang menguasai pangsa  pasar sebesar 14,18 %, disusul Cina (13,69%), Jerman (8,43%), Polandia  (6,38%), dan Kanada (5,77%). Sedangkan pangsa pasar meubel Indonesia  saat ini hanya mencapai 2,9% (Bank Ekspor Indonesia, 2007).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;·    Indonesia telah memertahankan pangsa pasarnya lebih-kurang tetap selama  lebih dari tiga tahun terakhir pada angka 2,5%, sekalipun terjadi  lonjakan tajam pangsa pasar yang direbut oleh China.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;·    Pemerintah telah mengupayakan untuk mengembangkan industri meubel dan  menetapkan sektor ini sebagai salah satu dari 10 komoditas unggulan  ekspor Tanah Air. Selama tahun 2005, ekspor meubel dan kerajinan  Indonesia telah mencapai sebesar USD 1,8 miliar. Skala itu meningkat di  tahun 2006 menjadi USD 2,2 miliar. Bahkan, di tahun 2007, nilai ekspor  meubel dan kerajinan ditargetkan mencapai USD 2,9 miliar. Dan, jika tak  ada hambatan, pada 2010 pemerintah menargetkan ekspor meubel nasional  bisa menembus USD 5 miliar (Bank Ekspor Indonesia, 2007).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Kondisi persaingan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;-  Persaingan di pasar ekspor berasal baik dari produsen lokal maupun produsen luar negeri relatif ketat, antara lain :&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;-  Pesaing usaha sejenis yang berasal dari lokal dan sekitarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;-  Pesaing usaha sejenis yang berasal dari luar negeri saat ini masih  cukup banyak yaitu antara lain dari negara Cina, Vietnam, Kamboja,  Malaysia dan Myanmar, dimana mereka cukup gencar menyerbu pasar Eropa  dengan keunggulan kualitas yang tinggi dan harga yang lebih murah karena  bahan kayu jati yang melimpah di negara masing-masing, namun dari  negara-negara tersebut sebagian besar perusahaan besar yang tidak mau  mengekspor dalam partai kecil (satu-dua kontainer dengan barang yang  tidak sejenis).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Strategi usaha&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Strategi usaha yang perlu dilakukan oleh industri meubel adalah:&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;-  Menciptakan produk yang responsif terhadap permintaan pasar, khususnya pengembangan produk yang unik dan berdesain etnik.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;-  Membangun dan menggunakan sumber-sumber pasokan bahan baku alternatif.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;-  Investasi dan perbaikan teknologi.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sumber : http://bisnisukm.com/potensi-industri-meubel-jepara.html&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8110546197634370996-3142146973493713994?l=asmindojepara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asmindojepara.blogspot.com/feeds/3142146973493713994/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/01/potensi-industri-meubel-jepara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/3142146973493713994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/3142146973493713994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/01/potensi-industri-meubel-jepara.html' title='Potensi Industri Meubel Jepara'/><author><name>Blog Resmi Asmindo Jepara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02559582354254180300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TUOUCIEOeeI/AAAAAAAAAFg/GG8kgcY3KCY/s72-c/ekonomi%2Bdan%2Bbisnis-pesanan-mebel-meningkat-01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8110546197634370996.post-4192651532062017771</id><published>2011-01-28T20:00:00.000-08:00</published><updated>2011-01-28T20:12:33.995-08:00</updated><title type='text'>Pertumbuhan Industri Diprediksi Bakal Tekor</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TUOTooI4nVI/AAAAAAAAAFY/EEiauuCfH4Q/s1600/GambarBeritaKoranJakarta20100621221023.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TUOTooI4nVI/AAAAAAAAAFY/EEiauuCfH4Q/s200/GambarBeritaKoranJakarta20100621221023.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5567455890538798418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="text_article" align="left"&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA –&lt;/b&gt;  Pelaku usaha memprediksi laju pertumbuhan industri 2011 ini akan tekor   di tengah himpitan kebijakan pemerintah kontra produktif atas  pencabutan capping (pembatasan) Tarif Dasar Listrik  (TDL) Industri  maksimal 18 persen dan penerbitan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No  241/2010 tentang Penetapan Sistem Klasifikasi Barang dan Pembebanan  Tarif Bea Masuk (BM) Atas Barang Impor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Industri nasional akan  bertumbuh di bawah 5%, atau sama seperti yang terjadi pada tahun lalu.  Bahkan, mungkin bisa bertumbuh minus pada tahun ini,” tegas Ketua Umum  Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat Usman, di kantor  Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Jakarta, Rabu (26/1/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya,   penerapan BM impor akan sangat berdampak cepat sekali akan menghantam  dunia industri, karena sistem tersebut akan membuat para pelaku usaha  mau tidak mau harus membayar beban biaya tersebut di awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain  itu, pengaruh PMK 241/2010 it, menurutnya, sangat besar sekali  dampaknya yang dirasakan. Contohnya saja, produsen TPT terpaksa menunda  untuk membeli mesin baru. Dan bagi mereka yang sudah membeli, terpaksa  menyiapkan dana ekstra untuk membayar biaya tambahan BM tersebut  berdasarkan aturan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Produsen tidak bisa membatalkan  pembelian barang modal impor karena sudah kontrak. Juga tidak bisa  menunda di pelabuhan karena terancam membayar demorage. PMK 241/2010,”  tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ade melenajutkan, program restrukturisasi mesin TPT  yang digencarkan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) juga akan tidak  sejalan dengan PMK 241/2010. Sebab,  meski dana belanja mesin tersebut  akan dirembes atau disubsidi oleh Kemenperin, penambahan BM 5%, akan  tidak sepadan dengan hasil yang diterima. Belum lagi menurutnya akan  ditambah, risiko lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami mendesak pemerintah membatalkan  PMK 241/2010 dan mengajak pengusaha untuk membahas kembali dalam setahun  ini merevisi regulasi tersebut. Pihak Bea dan Cukai hanya mengakui  kalau ada Surat Keputusan tertulis. Dia tidak peduli, meski Menteri atau  Presiden memberikan pernyataan di media. Terus terang, PMK itu anomali  dan tidak harmonis,” tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div class="font11" style="color: rgb(136, 136, 136);" align="left"&gt; Penulis: Srihandriatmo Malau  |   Editor: Prawira Maulana&lt;/div&gt;  &lt;div style="float: right;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8110546197634370996-4192651532062017771?l=asmindojepara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asmindojepara.blogspot.com/feeds/4192651532062017771/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/01/pertumbuhan-industri-diprediksi-bakal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/4192651532062017771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/4192651532062017771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/01/pertumbuhan-industri-diprediksi-bakal.html' title='Pertumbuhan Industri Diprediksi Bakal Tekor'/><author><name>Blog Resmi Asmindo Jepara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02559582354254180300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TUOTooI4nVI/AAAAAAAAAFY/EEiauuCfH4Q/s72-c/GambarBeritaKoranJakarta20100621221023.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8110546197634370996.post-7567232438585570157</id><published>2011-01-27T22:18:00.000-08:00</published><updated>2011-01-27T22:30:58.208-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aturan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kayu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Industri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jepara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Furniture'/><title type='text'>Industri Hancur, Rakyat Menganggur</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TUJiZJ8kCtI/AAAAAAAAAE4/pRPpYyW59ug/s1600/small%2B2.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TUJiZJ8kCtI/AAAAAAAAAE4/pRPpYyW59ug/s200/small%2B2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5567120273689545426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TUJiZJBv-uI/AAAAAAAAAEw/01mrKWDZ0qc/s1600/PICT2804.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 266px; height: 199px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TUJiZJBv-uI/AAAAAAAAAEw/01mrKWDZ0qc/s200/PICT2804.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5567120273442863842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TUJiY58ZvdI/AAAAAAAAAEo/tmaZr0oHKFk/s1600/Sentra%2BRotan2.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 263px; height: 197px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TUJiY58ZvdI/AAAAAAAAAEo/tmaZr0oHKFk/s200/Sentra%2BRotan2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5567120269393903058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;color:#000000;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;ANCAMAN PERDAGANGAN BEBAS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"   &gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;&lt;i&gt;Hendrawan Supratikno, &lt;/i&gt;Anggota Komisi VI DPR.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA  (Suara Karya): Pemerintah tidak boleh lepas tangan membiarkan industri  di dalam negeri terpuruk akibat kian derasnya serbuan produk impor.  Makin banyaknya industri yang tutup karena tidak mampu menghasilkan  produk yang berdaya saing untuk menandingi impor niscaya memicu  gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) dan menyusutkan lapangan kerja.&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;dd&gt; &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;  Demikian pendapat pengamat ekonomi internasional Syamsul Hadi di  Jakarta kemarin. Dalam kesempatan terpisah, anggota Komisi VI DPR  Hendrawan Supratikno dan guru besar Fakultas Ekonomi Universitas  Brawijaya Malang Ahmad Erani Yustika juga menuturkan pendapat hampir  senada. &lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt; &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;  Mereka menilai, selama ini pemerintah menerapkan liberalisasi  perdagangan berdasarkan sistem perdagangan bebas secara penuh. Dalam hal  ini, arus masuk barang impor tidak dikenai bea masuk (BM). Akibatnya,  pasar lokal didominasi produk impor. &lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt; &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;  Di sisi lain, pemerintah tidak kunjung merealisasikan komitmen  meningkatkan daya saing industri di dalam negeri. Sementara barang impor  yang masuk ke dalam negeri tergolong murah dan berkualitas karena  dihasilkan industri yang mendapat dukungan penuh pemerintah.&lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt; &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;  Menurut Syamsul Hadi, pemerintah jangan terkesan melupakan upaya  peningkatan daya saing produk nasional yang dihasilkan industri dalam  negeri. Pemerintah saat ini lebih banyak menyiapkan peraturan yang  justru mendorong liberalisasi perdagangan. Padahal, yang seharusnya  diutamakan adalah menyiapkan produk unggulan nasional untuk bersaing di  pasar internasional. &lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt; &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;  "Saat saya ke Korea Selatan, mulai dari ibu kota hingga ke daerah  pedesaan, rata-rata masyarakatnya menggunakan produk yang dibuat oleh  industrinya sendiri. Di negara kita, rata-rata barang yang dipakai  masyarakat buatan China dan Jepang," katanya di Jakarta kemarin. &lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt; &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;  Menurut Syamsul Hadi, pemerintah selaku pembuat kebijakan masih  mengikuti pola pikir globalisasi dan liberalisasi. Pemerintah mengikuti  paham bahwa dalam globalisasi saat ini, berbagai negara berada pada  tahapan yang sama di dalam bidang perdagangan. Dalam hal ini semua  negara kompetitor memiliki kesempatan yang sama. Karena itu, para  penganut ideologi globalisasi sangat menggemari gerakan yang mendukung  liberalisasi dan perdagangan bebas, seperti China-ASEAN Free Trade  Agreement (CAFTA). &lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt; &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;  Padahal beberapa bulan setelah diberlakukannya perjanjian perdagangan  bebas China-ASEAN (CAFTA), volume barang impor seperti mainan anak-anak,  tekstil, dan lain-lain menunjukkan peningkatan pesat. Ini berujung pada  penutupan sejumlah perusahaan dan industri di dalam negeri. &lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt; &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;  Sementara itu, Hendrawan Supratikno mengatakan, kebijakan ekonomi  pemerintah yang makin liberal malah akan berdampak pada mandeknya  perekonomian nasional. Ancaman deindustrialisasi, membeludaknya angka  pengangguran dan kemiskinan merupakan cerminan nyata yang akan diterima  Indonesia dengan kebijakan liberalisasi perdagangan yang diusung  pemerintah ini.&lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt; &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;  Menurut dia, seharusnya politik ekonomi yang dilakukan pemerintah  mengacu pada amanat konstitusi, sehingga kebijakan yang dirumuskan  dilaksanakan untuk menyejahterakan bangsa dan rakyat Indonesia. "Kalau  liberalisasi tidak punya arah yang jelas dan tidak mengacu pada  konstitusi, jadinya pasti amburadul dan menyengsarakan rakyat," katanya.&lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt; &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;  Amanat pada Pasal 33 UUD 1945 ayat 1 tentang perekonomian nasional,  tentunya harus disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas  kekeluargaan. Kata "disusun" ini harus ditelaah dengan baik karena  menitahkan peran aktif pemerintah. Jadi, bukan malah melakukan pembiaran  seperti yang dilakukan saat ini (mekanisme pasar).&lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt; &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;"Politik ekonomi keterlibatan (hands-on) harus dijalankan, bukan pembiaran (hands-off)," tuturnya. &lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt; &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;  Lebih jauh dia mengatakan, bagaimanapun bentuk liberalisasi yang dianut  suatu negara dalam bidang perdagangan, maka negara tetap harus memunyai  peran untuk mengatur pasar. Jika pemerintah melepaskan semua pada  kebijakan mekanisme pasar, maka tentunya rakyat yang akan menjadi korban  dan akan mengalami proses marginalisasi permanen. Namun, tampaknya  masalah ini tidak menjadi perhatian pemerintah dan terbukti kebijakan  yang ada justru mendorong masuknya barang-barang impor nyaris tanpa  hambatan.&lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt; &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;   Untuk itu, kebijakan liberalisasi harus diatur secara ketat, baik  menyangkut tahapannya (stage), urutannya (squence) maupun kecepatannya  (pace). Tentunya liberalisasi juga boleh dilakukan, tetapi hanya untuk  memfasilitasi terciptanya kompetisi sehat agar efisiensi industri  dicapai. Namun, tampaknya ini tidak menjadi fokus pemerintah dan  menerapkan sistem perdagangan bebas secara penuh.&lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt; &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;  Pemerintah juga tidak pernah melihat kalau setiap kebijakan terkait  masalah ekspor-impor, seperti pengenaan bea masuk, juga harus  menyertakan skenario terkait dampaknya (regulatory impact assessment).  Dengan ini, pemerintah bisa melakukan antisipasi dengan tepat dan cermat  terkait apa yang harus disiapkan untuk melaksanakan perdagangan bebas.&lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt; &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;  Di lain pihak, Ahmad Erani Yustika mengatakan, permasalahan maraknya  barang impor dan kian terpuruknya industri nasional yang terjadi saat  ini hendaknya dilihat dari banyak aspek. Saat ini, pemerintah tidak lagi  menempatkan sektor pertanian dan industri sebagai pendorong kegiatan  ekonomi. Pemerintah lebih suka mengurus dan mendorong sektor jasa dan  keuangan (non-tradable), seperti telekomunikasi, perdagangan, dan  lainnya. Sektor-sektor ini dinilai pemerintah lebih menjanjikan untuk  mencapai pertumbuhan ekonomi.&lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt; &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;  Selanjutnya, pemerintah tidak lagi memperhatikan pohon industri untuk  ditata secara rapi. Akibatnya, sub-sub sektor industri yang berkembang  tidak berdasarkan desain yang jelas. Padahal, pohon industri ini penting  untuk dibangun, karena akan menentukan sektor primer yang dikembangkan  dan sektor hilir/jasa yang ditumbuhkan. Apalagi, keterkaitan antarsektor  menjadi lenyap karena ketidakjelasan pohon industri itu.&lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt; &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;  Pemerintah sendiri, lanjutnya, keliru dalam mendesain insentif ekonomi  dengan menerapkan perdagangan bebas meski sektor industri belum cukup  kuat, misalnya industri mebel berbasis rotan. Bahan baku rotan dibiarkan  dibawa ke luar negeri. Padahal, industri domestik juga membutuhkan  pasokan yang cukup. Begitu juga dengan kelapa sawit mentah yang  terus-menerus diekspor karena tidak ada insentif untuk membangun  industri pengolahan kelapa sawit.&lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt; &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;  "Sektor keuangan semakin jauh dari sektor industri karena tidak ada  konsep yang konkret untuk mendukung pembangunan industri. Dahulu ada  Bank Exim yang bisa menopang kegiatan ekspor-impor dan BNI untuk sektor  tertentu. Namun, sekarang ini tidak ada desain yang jelas seperti yang  dilakukan di masa lalu. Mestinya setiap bank pemerintah diberi beban  untuk mengembangkan subsektor tertentu, seperti yang dilakukan Jepang,"  ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt; &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;  Lebih jauh Erani menjelaskan, dibutuhkan kelembagaan yang solid untuk  melindungi industri dalam negeri. Hal tersebut dilakukan dengan  memberikan insentif untuk kegiatan produksi dan distribusi barang yang  dibangun secara permanen. Namun, saat ini seluruh lini kegiatan sektor  industri dijalankan dengan mengandalkan "hukum rimba" yang dipenuhi  dengan "ekonomi mafia". Tidak ada perlindungan terhadap hak kepemilikan,  sehingga pemalsuan, penjiplakan, dan aneka pembajakan terus terjadi  tiap hari. &lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt; &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt; "Seluruh pekerjaan rumah inilah yang harus dirampungkan untuk membangun sektor industri yang tangguh," tuturnya. (Bayu)  &lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sumber Berita : http://www.suarakarya-online.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8110546197634370996-7567232438585570157?l=asmindojepara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asmindojepara.blogspot.com/feeds/7567232438585570157/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/01/industri-hancur-rakyat-menganggur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/7567232438585570157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/7567232438585570157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/01/industri-hancur-rakyat-menganggur.html' title='Industri Hancur, Rakyat Menganggur'/><author><name>Blog Resmi Asmindo Jepara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02559582354254180300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TUJiZJ8kCtI/AAAAAAAAAE4/pRPpYyW59ug/s72-c/small%2B2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8110546197634370996.post-3218448551080385780</id><published>2011-01-27T20:27:00.000-08:00</published><updated>2011-01-27T20:44:25.910-08:00</updated><title type='text'>Rontoknya Industri Nasional</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TUJI3dKfUvI/AAAAAAAAAEg/NtJPlB5IgTk/s1600/3.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 244px; height: 151px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TUJI3dKfUvI/AAAAAAAAAEg/NtJPlB5IgTk/s200/3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5567092206941983474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TUJI3NnhUpI/AAAAAAAAAEY/UE9LoplrLvs/s1600/2.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 215px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TUJI3NnhUpI/AAAAAAAAAEY/UE9LoplrLvs/s200/2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5567092202768781970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TUJI3EEEkjI/AAAAAAAAAEQ/i1wTvm2ybzk/s1600/1.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TUJI3EEEkjI/AAAAAAAAAEQ/i1wTvm2ybzk/s200/1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5567092200204177970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;KIAN&lt;/b&gt; hari jalan menuju rontoknya industri nasional kian nyata.  Deindustrialisasi yang enam tahun lalu masih berupa kekhawatiran, kini  mulai menjelma menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil survei Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) di lima  provinsi pada 2010 meneguhkan fakta itu. Banyak pengusaha kecil dan  menengah beralih menjadi pedagang, karena banyaknya hambatan  berproduksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah misalnya yang menimpa mayoritas penjahit penghasil produk  tekstil industri rumah tangga. Mereka tidak sanggup lagi bertahan  sebagai produsen. Sebab, bertahan menjadi produsen sama saja dengan  bunuh diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunuh diri, karena bahan baku sulit diperoleh dan tarif listrik  terus naik, menyebabkan ongkos memproduksi terus membengkak. Dua hal itu  saja membuat mereka tidak mampu bersaing dengan barang China yang  membanjiri negeri ini dengan harga lebih murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, industri rumah tangga seperti tekstil merupakan embrio  industri yang lebih besar. ISEI memprediksi apabila embrionya saja sudah  tidak mampu bertahan, dalam waktu 2-3 tahun, jika tidak ada pembenahan,  industri nasional bakal ambruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau industri ambruk, bisa dibayangkan pengangguran bakal meningkat  akibat banyaknya pemutusan hubungan kerja. Dampak selanjutnya, jumlah  orang miskin yang diklaim pemerintah mulai berkurang, dipastikan  membengkak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celaka lima belas, pemerintah seperti tidak terlalu peduli.  Pemerintah lebih sibuk memainkan peran sebagai politisi sehingga hampir  semua persoalan dikalkulasi dalam bingkai politik praktis. Intinya,  asalkan tidak membahayakan kepentingan politik di 2014, mau industri  ngos-ngosan, sempoyongan, atau roboh sekalipun tidak masalah. Yang  penting retorika memajukan industri dan membela kepentingan mereka harus  tetap digaungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkara ada kesenjangan antara retorika dan fakta, itu soal lain.  Dinilai gagal pun bukan persoalan, asalkan tidak dituding berbohong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah seperti membiarkan industri nasional bak anak tiri di  negeri sendiri. Mereka hidup bagaikan tanpa memiliki pemerintah. Mereka  berperang sendiri melawan rupa-rupa persoalan. Meminta bantuan  pemerintah, yang diminta bantuan malah menuding para pengusaha cengeng  dan suka mengeluh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, tanda-tanda menuju deindustrialisasi sudah mulai tampak  lima tahun lalu. Itu bisa dibaca dari pertumbuhan industri nasional yang  terus turun dalam empat tahun terakhir. Pada 2004, pertumbuhan industri  masih 7,5%. Tapi pada 2005 turun menjadi 5,9%, tahun berikutnya melorot  menjadi 5,3%, dan pada 2007 hanya tumbuh 5,15%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 2008 industri kita tumbuh 3,66%. Bahkan, pada 2009, akibat krisis ekonomi global industri kita cuma tumbuh 2,6%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, pada masa sebelum krisis ekonomi 1997-1998, perekonomian  nasional sangat ditopang industri yang tumbuh rata-rata 12% per tahun.  Kini, pertumbuhan industri kita lebih rendah daripada pertumbuhan produk  domestik bruto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau negara ini tidak ingin menyaksikan industri nasional sekarat,  setoplah beretorika memajukan industri. Gantilah dengan langkah cepat  memberantas semua persoalan yang melilit industri dengan kebijakan yang  proindustri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan menuding pengusaha cengeng dan suka mengeluh harus  dihentikan, karena yang mereka keluhkan memang persoalan yang hanya bisa  ditanggulangi oleh pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya, sampai kapan pemerintah membiarkan negara ini dijajah oleh produk tekstil murah dan murahan buatan China?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Berita : http://www.mediaindonesia.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8110546197634370996-3218448551080385780?l=asmindojepara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asmindojepara.blogspot.com/feeds/3218448551080385780/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/01/rontoknya-industri-nasional.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/3218448551080385780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/3218448551080385780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/01/rontoknya-industri-nasional.html' title='Rontoknya Industri Nasional'/><author><name>Blog Resmi Asmindo Jepara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02559582354254180300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TUJI3dKfUvI/AAAAAAAAAEg/NtJPlB5IgTk/s72-c/3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8110546197634370996.post-8986786214173026137</id><published>2011-01-27T00:03:00.000-08:00</published><updated>2011-01-27T00:10:22.807-08:00</updated><title type='text'>Fahmi Idris: Produk Dalam Negeri Tergilas Barang China</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TUEoK0ebDHI/AAAAAAAAAEI/be8ZTSBTeeE/s1600/Furniture%2BChina%2B3.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 218px; height: 132px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TUEoK0ebDHI/AAAAAAAAAEI/be8ZTSBTeeE/s200/Furniture%2BChina%2B3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5566774780756692082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TUEoKp-zL7I/AAAAAAAAAEA/o6pOKKjl0iw/s1600/Furniture%2BChina%2B2.jpg"&gt;` &lt;img style="cursor: pointer; width: 204px; height: 131px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TUEoKp-zL7I/AAAAAAAAAEA/o6pOKKjl0iw/s200/Furniture%2BChina%2B2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5566774777939701682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TUEoKo131II/AAAAAAAAAD4/9sVK-ShZoqs/s1600/Furniture%2BChina%2B1.jpg"&gt;   &lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 132px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TUEoKo131II/AAAAAAAAAD4/9sVK-ShZoqs/s200/Furniture%2BChina%2B1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5566774777633821826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="post-content" style="margin-top: 20px;"&gt;Jakarta  - Mantan Menteri Perindustrian Fahmi Idris mengingatkan kembali  dampak perdagangan bebas China-ASEAN yang semakin menggilas produk dalam  negeri dan mendorong industri nasional gulung tikar karena membanjirnya  barang-barang dari China.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pemerintah harus berbuat sesuatu  untuk membatasi membanjirnya barang-barang China di pasar nasional.  Kalau tidak, kita hanya menjadi bangsa pedagang dan pengimpor," katanya  dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Fahmi, semua  pihak, terutama pemerintah dan DPR, harus berusaha agar industri  nasional mampu bertahan menghadapi serbuan produk China dari mulai  tekstil, makanan, perkakas, mesin-mesin sampai mainan anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    "Jika tidak, maka terjadi ancaman ribuan pengusaha industri besar  dan sedang, terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja secara massal  akibat perdagangan bebas yang berlaku sejak 1 Januari 2010 tersebut,"  kata mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Fahmi menyatakan perdagangan bebas ASEAN-China sangat memukul  industri nasional. Indonesia tidak siap menghadapinya meski terpaksa  harus diberlakukan awal tahun 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     "AS saja tidak bisa menghalangi. Pusat kulakan AS, Walmart, sebanyak 95 persen barangnya produksi China," katanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Produk China, menurut Fahmi, tidak ada bedanya dengan produk  Indonesia. Beberapa produk andalan nasional mulai tergeser barang China  di pasar sendiri. Batik, misalnya, bakal terpukul dengan membanjirnya  batik Cina yang dengan kualitas lebih baik, namun harganya lebih murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    "Pengrajin batik Indonesia sudah diboyong ke China untuk membantu  desainnya. Motifnya Indonesia, tapi produksi China," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    CEO Mustika Ratu, Putri K Wardani,  mengungkapkan produk kosmetik  China juga mengancam industri kosmetik lokal. Sementara Ketua Umum  Asosiasi Keuangan Mikro Indonesia Aries Muftie menambahkan bahwa seiring  dengan membanjirnya produk China, kecintaan pada produk dalam negeri  melemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Oleh karena itu, katanya, diperlukan kebijakan yang tegas-tegas  membela produk nasional dari serbuan asing. "Indonesia perlu orang  seperti Fahmi Idris yang bisa menjadi Mahatma Gandhi Indonesia.  Tampaknya gerakan swadesi perlu dilakukan," kata Aries Muftie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ketua Assosiasi Pengusaha Indonesia, Sofyan Wanandi, pernah  mengungkapkan bahwa ada 16 sektor usaha yang belum siap memasuki pasar  bebas. Sektor yang keberatan dibukanya pasar bebas ASEAN-China tersebut  antara lain tekstil, baja, ban, mebel, pengolahan kakao, industri alat  kesehatan, kosmetik, aluminium, elektronika, petrokimia hulu, kaca  lembaran, sepatu, mesin perkakas, dan kendaraan bermotor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;/span&gt;&lt;span class="post-content" style="margin-top: 20px;"&gt;(ANTARA  News)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8110546197634370996-8986786214173026137?l=asmindojepara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asmindojepara.blogspot.com/feeds/8986786214173026137/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/01/fahmi-idris-produk-dalam-negeri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/8986786214173026137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/8986786214173026137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/01/fahmi-idris-produk-dalam-negeri.html' title='Fahmi Idris: Produk Dalam Negeri Tergilas Barang China'/><author><name>Blog Resmi Asmindo Jepara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02559582354254180300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TUEoK0ebDHI/AAAAAAAAAEI/be8ZTSBTeeE/s72-c/Furniture%2BChina%2B3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8110546197634370996.post-8720142771905945794</id><published>2011-01-26T23:20:00.000-08:00</published><updated>2011-01-26T23:46:11.313-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pameran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Industri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jepara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Furniture'/><title type='text'>Pengusaha Mebel Jepara Ramaikan Pameran Internasional</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TUEibAlTgRI/AAAAAAAAADw/f2rMuzESmls/s1600/EDIT%2B4.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TUEibAlTgRI/AAAAAAAAADw/f2rMuzESmls/s200/EDIT%2B4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5566768461814923538" border="0" /&gt;   &lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TUEia2Rr8CI/AAAAAAAAADo/OKtjoP4BI1s/s1600/EDIT%2B3.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TUEia2Rr8CI/AAAAAAAAADo/OKtjoP4BI1s/s200/EDIT%2B3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5566768459048284194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JEPARA :&lt;/span&gt; Puluhan pengusaha  mebel berasal dari Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, akan mengikuti  pameran tingkat internasional yang akan diselenggarakan di Jakarta pada  11-14 Maret 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pengusaha mebel yang akan mengikuti Interational Furniture and  Craft Fair Indonesia 2011 di Jakarta, diperkirakan mencapai 33 pengusaha  skala kecil dan menengah, ditambah beberapa pengusaha besar," kata  Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemerintah Kabupaten Jepara,  Edy Sujatmiko, di Jepara, Jawa Tengah, Selasa (18/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bentuk dukungan terhadap puluhan pengusaha mebel yang  mengikuti pameran mebel internasional itu, kata dia, Pemkab Jepara akan  memberikan subsidi sewa tempat pameran kepada pengusaha kecil dan  menengah sebesar Rp400 ribu per meter persegi dari harga per meter  sebesar Rp1,6 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pameran tersebut, kata dia, Jepara mendapatkan jatah tempat  seluas 1.900 meter persegi. Dari luas 1.900 meter persegi tersebut,  katanya, seluas 1.000 meter persegi disediakan untuk pengusaha mebel  tingkat menengah dan kecil.  "Sisanya untuk pengusaha besar yang saat  ini mampu mandiri," ujarnya.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia  (Asmindo) Komda Jepara, Akhmad Fauzi, mengatakan, anggotanya akan  mendapatkan bonus sekitar 20 persen dari harga sewa tempat pameran  secara normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hal ini untuk mendorong para pengusaha mebel Jepara rutin  mengikuti pameran agar dikenal di dalam negeri maupun di luar negeri,"  ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menyatakan pentingnya pengusaha mebel proaktif melalui  strategi jemput bola untuk pemasaran produk dan bukan hanya menunggu  pesanan seperti tahun-tahun sebelumnya.  Dengan diikutinya pameran  internasional tersebut, Akhmad Fauzi menyatakan optimistis bisa menarik  minat pembeli maupun ekspor akan bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian Pemasaran dan Promosi Asmindo, Andre Sundriyo,  menjelaskan, pameran tersebut dalam rangka mendongkrak nilai ekspor di  Indonesia termasuk di Jepara.  "Pasalnya pembeli dari berbagai belahan  dunia akan hadir dalam pameran tersebut," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan data pameran serupa tahun sebelumnya, kata dia, ada  sekitar 2.700 pembeli berasal dari 117 negara.  "Sedangkan pada tahun  2011, diprediksi mengalami kenaikan menjadi 3.000 lebih pembeli dari  puluhan negara," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah pengusaha mebel, katanya, ada yang ditunjuk mengikuti  pameran di Italia, Prancis, Spanyol, dan berbagai negara lainnya yang  memang berpotensi untuk pasar mebel Indonesia yang memiliki kekhasan.&lt;br /&gt;Sumber Berita : http://www.mediaindonesia.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8110546197634370996-8720142771905945794?l=asmindojepara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asmindojepara.blogspot.com/feeds/8720142771905945794/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/01/pengusaha-mebel-jepara-ramaikan-pameran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/8720142771905945794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/8720142771905945794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/01/pengusaha-mebel-jepara-ramaikan-pameran.html' title='Pengusaha Mebel Jepara Ramaikan Pameran Internasional'/><author><name>Blog Resmi Asmindo Jepara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02559582354254180300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TUEibAlTgRI/AAAAAAAAADw/f2rMuzESmls/s72-c/EDIT%2B4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8110546197634370996.post-21210265287948643</id><published>2011-01-23T19:39:00.000-08:00</published><updated>2011-01-23T20:21:49.723-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sertifikasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aturan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kayu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Furniture'/><title type='text'>DAFTAR DOKUMEN YANG DIPERLUKAN UNTUK AUDIT VLO (VERIFICATION OF LEGAL ORIGIN) DAN LACAK BALAK/COC</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TTz4zXWGi9I/AAAAAAAAADg/RX1x5byq8Sc/s1600/Edit%2B4.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 257px; height: 143px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TTz4zXWGi9I/AAAAAAAAADg/RX1x5byq8Sc/s200/Edit%2B4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565596800846826450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TTz4zB6X-eI/AAAAAAAAADQ/I-QWhAtrKYA/s1600/Edit%2B2.jpg"&gt; &lt;img style="cursor: pointer; width: 257px; height: 143px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TTz4zB6X-eI/AAAAAAAAADQ/I-QWhAtrKYA/s200/Edit%2B2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565596795093383650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TTz4zRirYyI/AAAAAAAAADY/QpTIJT5JhLA/s1600/Edit%2B3.jpg"&gt; &lt;img style="cursor: pointer; width: 78px; height: 142px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TTz4zRirYyI/AAAAAAAAADY/QpTIJT5JhLA/s200/Edit%2B3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565596799288959778" border="0" /&gt; &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TTz4y1XqHXI/AAAAAAAAADI/6eHW82fY5mg/s1600/Edit%2B1.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 528px; height: 198px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TTz4y1XqHXI/AAAAAAAAADI/6eHW82fY5mg/s200/Edit%2B1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565596791726546290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A. Dokumen yang diperlukan Pabrik (pengolah bahan baku)&lt;/span&gt;  1. Kebijakan tertulis dari manajemen mengenai pembelian bahan baku berisi komitmen&lt;br /&gt;terhadap pengelolaan hutan lestari dan tidak membeli bahan baku kayu dari sumber illegal&lt;br /&gt;atau tidak jelas dan hanya akan membeli kayu yang jelas asal-usulnya dan atau bersertifikat&lt;br /&gt;hutan lestari ditandatangani oleh top manajemen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Penunjukan petugas atau karyawan yang bertanggung jawab terhadap sistem CoC atau VLO&lt;br /&gt;dan penanggung jawab dimasingmasing  fungsi (setiap proses), bisa berupa SK penunjukan&lt;br /&gt;dan atau pengangkatannya dari top manajemen :&lt;br /&gt;- penanggung jawab umum (general)&lt;br /&gt;- penanggung jawab per bagian (marketing atau EXIM, pembelian, produksi/PPIC, gudang,&lt;br /&gt;   dan pengiriman)&lt;br /&gt;- penetapan tugas dan tanggung jawabnya di masing-masing bagian (job description) dan juga&lt;br /&gt;  dikaitkan dengan tugasnya untuk menangani CoC atau VLO seperti apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menetapkan ruang lingkup sistem CoC-nya (dalam manual/prosedur CoC) produk apa yang&lt;br /&gt;akan dijadikan produk bersertifikat VLO/CoC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Membuat sistem kontrol CoC (lacak balak) dalam suatu prosedur-prosedur atau manual CoC):&lt;br /&gt;- prosedur marketing (penanganan order VLO/CoC)&lt;br /&gt;- prosedur pembelian material/bahan baku VLO/CoC&lt;br /&gt;- prosedur penerimaan dan penyimpanan bahan baku VLO/CoC&lt;br /&gt;- prosedur proses produksi dan pengendalian produk VLO/CoC&lt;br /&gt;- prosedur pengendalian produk jadi VLO/CoC&lt;br /&gt;- prosedur pelabelan produk VLO/CoC&lt;br /&gt;- prosedur penjualan, export atau pengiriman produk/shipping VLO/CoC&lt;br /&gt;- prosedur administrasi (penagihan)&lt;br /&gt;- Prosedur Internal audit untuk CoC dan VLO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Menyediakan dan membuat form-form atau rekaman untuk catatan masing-masing kegiatan&lt;br /&gt;proses dari masing-masing prosedur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Menetapkan atau menghitung faktor conversi (rendemen) masing-masing produk group&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Menyediakan daftar jenis-jenis pohon yang dilindungi seperti yang tercantum dalam CITES&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Menyediakan dokumen AMDAL atau sejenis (perusahaan bila ada) atau UKL dan UPL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Menyediakan dokumen faktur kayu (FAKB atau FAKO) atau sejenis sebagai bukti angkutan&lt;br /&gt;produk kayu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Membuat daftar supplier kayu dan quantity rata-rata yang dikirim setiap bulan atau per&lt;br /&gt;  tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Membuat daftar pembeli produk (buyer) dan quantity-nya (rata-rata) per bulan atau per&lt;br /&gt;  tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Rekaman pelaksanaan pelatihan CoC bagi karyawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Laporan Internal audit CoC Dokumen Legalitas perusahaan (VLO)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Menyediakan dokumen akte perusahaan dan pendiriannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. ijin usaha (SIUP) atau sejenis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Ijin Usaha Industri (IUI) atau Tanda daftar Industri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Surat dari BKPM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Tanda Daftar Perusahaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19.NPWP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. RPBBI (Rencana Pemenuhan Bahan Baku Industri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. bukti pembayaran pajak atau iuran sejenis (bila ada)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. laporan-laporan penerimaan bahan baku dan pengiriman produk per bulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Yang diperlukan oleh Supplier (bahan baku/log/pengelola hutan/pemegang ijin tebangan&lt;br /&gt; kayu) untuk VLO :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. dokumen legalitas perusahaan (akte pendirian, SIUPP) atau sejenis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. dokumen ijin pengelolaan SK HPH/HTI (untuk perhutani : dokumen yang relevan atau equal)&lt;br /&gt;dari pemerintah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ijin menebang (RTT/Rencana teknik tahunan untuk Perhutani atau RKT untuk Hutan&lt;br /&gt;alam/HPH)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Rencana pengelolaan jangka panjang atau Rencana pengelolaan kelestarian hasil atu RPKH&lt;br /&gt;untuk perhutani atau RKPH untuk HPH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. dokumen AMDAL atau sejeni yang relevan (RKL/RPL atau UKL/UPL)  bila ada dan relevan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. dokumen daftar species yang dilindungi oleh CITES (bila ada)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. ijin penggunaan alat tebangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. bukti pembayaran pajak atas hasil hutan (PSDH atau DR) bila relevan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Pengecekan ke lapangan (ke blok tebangan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.prosedur-prosedur terkait kegiatan operasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11.Berita Acara tata batas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12.Peta-peta Untuk sumber bahan baku Hutan Rakyat :&lt;br /&gt; 1. Bukti kepemilikan tanah/lahan (persil tanah, bukti pembayaan PBB)&lt;br /&gt; 2. Bukti pembayaran PBB&lt;br /&gt; 3. Peta atau sketsa lokasi tanah/hutan&lt;br /&gt; 4. dokumen catatan Penebangan&lt;br /&gt; 5. dokumen angkutan kayu (yang relevan/SKAU)&lt;br /&gt; 6. kwitansi penjualan&lt;br /&gt; 7. Bukti tebangan fisik (tunggak kayu, dll.) – bila dapat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga dapat di mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Let's Go GREEN PRODUCT...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8110546197634370996-21210265287948643?l=asmindojepara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asmindojepara.blogspot.com/feeds/21210265287948643/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/01/daftar-dokumen-yang-diperlukan-untuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/21210265287948643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/21210265287948643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/01/daftar-dokumen-yang-diperlukan-untuk.html' title='DAFTAR DOKUMEN YANG DIPERLUKAN UNTUK AUDIT VLO (VERIFICATION OF LEGAL ORIGIN) DAN LACAK BALAK/COC'/><author><name>Blog Resmi Asmindo Jepara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02559582354254180300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TTz4zXWGi9I/AAAAAAAAADg/RX1x5byq8Sc/s72-c/Edit%2B4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8110546197634370996.post-1315482503564487067</id><published>2011-01-23T18:23:00.000-08:00</published><updated>2011-01-23T19:36:23.448-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sertifikasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aturan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kayu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Furniture'/><title type='text'>Chain of Custody ( CoC )</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TTzxgTgPySI/AAAAAAAAADA/XzZvfDB6raQ/s1600/edit%2B5.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 321px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TTzxgTgPySI/AAAAAAAAADA/XzZvfDB6raQ/s200/edit%2B5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565588776816724258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TTzxf1p08iI/AAAAAAAAACw/wg5QRTzo19s/s1600/edit%2B3.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 328px; height: 222px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TTzxf1p08iI/AAAAAAAAACw/wg5QRTzo19s/s200/edit%2B3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565588768803844642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TTzxfr07rMI/AAAAAAAAACo/CW1u030dMec/s1600/edit%2B2.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 277px; height: 188px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TTzxfr07rMI/AAAAAAAAACo/CW1u030dMec/s200/edit%2B2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565588766166068418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TTzxfhFXUxI/AAAAAAAAACg/zxnt9FUO-MI/s1600/edit%2B1.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 292px; height: 197px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TTzxfhFXUxI/AAAAAAAAACg/zxnt9FUO-MI/s200/edit%2B1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565588763282199314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TTzxgIWh5qI/AAAAAAAAAC4/sbXh4AXnPes/s1600/edit%2B4.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 134px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TTzxgIWh5qI/AAAAAAAAAC4/sbXh4AXnPes/s200/edit%2B4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565588773823178402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Trends, opportunity and implementation&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By : ACC (Asmindo Certification Care) PUSAT - Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chain of Custody has currently been well heard among the wood processing industry in Indonesia as well as worldwide. This term was familiar in Indonesia since mid 90’s when Perhutani became the first forest concession who achieved FSC certification as a well managed forest.&lt;br /&gt;In this article, I will try to share my personal experience dealing with chain of custody, while at the field doing consulting services, learning from various standards, as well as interviewing business owners in the furniture industry, flooring and paper industry.&lt;br /&gt;It turns out that chain of custody or in more specific term, wood certification, has become a trend in USA and EU in the past 4 years.  Buyers from these markets have started to demand COC certification, whether FSC, PEFC or at the least VLO.  Even several tradeshow managements in Europe have required some kind of wood certification to participate in the events..  If not FSC than the participants should be able to demonstrate that their wood has been sourced legally.&lt;br /&gt;It is obvious than, that most exporting countries have taken steps to improve their procurement policy in order to ensure that wood entering their countries has been sourced from well managed forests.&lt;br /&gt;The next question is of course the readiness of producers to fulfill the above requirement.  Implementing COC itself is not such a big headache.  The most important foundation is the commitment from the top management. Once the top management believes that chain of custody is a tool to open and maintain its market than the implementation at the operation floor – upstream to downstream - is much easier.&lt;br /&gt;There are several main aspects that a company should maintain in the implementation of COC, such as :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Quality Management&lt;br /&gt;In quality management, the company should :&lt;br /&gt;     a. Appoint a management representative who is responsible for the whole&lt;br /&gt;        implementation of COC in the company.  The management representative is&lt;br /&gt;        assisted by a team responsible for COC in each division.&lt;br /&gt;     b. Establish and maintain a standard operational procedure for the entire&lt;br /&gt;        operation in the company.  For example : purchasing procedure, receiving&lt;br /&gt;        and storing procedure, labeling procedure, shipping procedure etc.&lt;br /&gt;     c. Establish and maintain a training procedure as well as to define the&lt;br /&gt;        qualification and training measure required by each personnel responsible&lt;br /&gt;        for each procedure.&lt;br /&gt;     d. Establish and maintain a procedure to ensure that all documentation and&lt;br /&gt;        records are kept at least for 5 years.&lt;br /&gt;   .&lt;br /&gt;2.  Certification Scope&lt;br /&gt; There are 2 things that we have to provide to complete certification scope :&lt;br /&gt; a. Product Group&lt;br /&gt;    In the product group the company should specify which product will be claimed&lt;br /&gt;    as certified.  The product Group schedule should include species, raw&lt;br /&gt;    material category, FSC claim of the product, and the type of product.  The&lt;br /&gt;    company should also specify the system used to control the FSC claim, whether&lt;br /&gt;    transfer, percentage or credit.&lt;br /&gt; b. Outsourcing&lt;br /&gt;    All outsourcing activities should be bound with an agreement between the&lt;br /&gt;    company and the subcontractors to ensure that each subcontractor follows all&lt;br /&gt;    the requirements set by the company.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Raw Material Sourcing&lt;br /&gt; The company should specify the category of its raw material.  Firstly the&lt;br /&gt; company should separate if their material is certified or non certified.  If the&lt;br /&gt; material is certified, according to FSC standard, the raw material is further&lt;br /&gt; categorized as recycled (post consumer and pre consumer), pure (fresh cut&lt;br /&gt; timber), mixed, controlled wood, and controlled material.  If the company buys&lt;br /&gt; certified material, they need to ensure that the vendor’s certificate is still&lt;br /&gt; valid and the supplied material is included in vendor’s product group, by&lt;br /&gt; accessing ww.fsc-info.org.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;4.  Receiving and Storing&lt;br /&gt; On receiving of certified material the company should separate, mark and record&lt;br /&gt; each item with care, physically and documented.  This is important to avoid any&lt;br /&gt; mistake in the subsequent processing stages such as in production, finished&lt;br /&gt; product storing, or even shipment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  Shipment&lt;br /&gt; In the shipment process, the company should ensure that they have quoted the FSC&lt;br /&gt; claim of the product and the company’s FSC certificate number in shipment&lt;br /&gt; invoice and other shipping or transport documentation such as packing list and&lt;br /&gt; bill of lading.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.  Volume Control&lt;br /&gt; Volume control is mandatory in COC to ensure that the company has utilized a&lt;br /&gt; proper proportion of raw material and convert it into finished product.  The&lt;br /&gt; volume control includes volume of incoming raw material, raw material used in&lt;br /&gt; production, raw material in stock, compared with volume of finished product,&lt;br /&gt; sold and in stock. These numbers should be in balance with the conversion factor&lt;br /&gt; employed by the company. In this essence volume control plays an important tool&lt;br /&gt; for company management to see if their production efficiency has met their&lt;br /&gt; expectation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.  Marketing, Advertising and Public Information&lt;br /&gt; Once the company has passed FSC certification audit, they will be entitled to&lt;br /&gt; use FSC label on product and or FSc logo for promotional use.  However prior to&lt;br /&gt; using the trademarks the company should get a written proposal from the&lt;br /&gt; Certification Body.&lt;br /&gt; The above is a simple description of how to implement FSC COC in a company.&lt;br /&gt; Normally to some extent a company has already implemented their own traceability&lt;br /&gt; procedure.  However some requirements in the FSC standard sometimes are missing&lt;br /&gt; and should be included in those procedures.  For more information of FSC&lt;br /&gt; standards and requirement, you can click www.fsc.org.&lt;br /&gt; Happy browsing !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8110546197634370996-1315482503564487067?l=asmindojepara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asmindojepara.blogspot.com/feeds/1315482503564487067/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/01/chain-of-custody-coc.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/1315482503564487067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/1315482503564487067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2011/01/chain-of-custody-coc.html' title='Chain of Custody ( CoC )'/><author><name>Blog Resmi Asmindo Jepara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02559582354254180300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TTzxgTgPySI/AAAAAAAAADA/XzZvfDB6raQ/s72-c/edit%2B5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8110546197634370996.post-2405613079220955605</id><published>2010-08-17T23:50:00.000-07:00</published><updated>2010-08-17T23:56:56.709-07:00</updated><title type='text'>Review IFFINA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TGuD-qSRtuI/AAAAAAAAACM/s0tcCM-kgrE/s1600/1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 176px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TGuD-qSRtuI/AAAAAAAAACM/s0tcCM-kgrE/s200/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506640081916638946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;IFFINA 2008 – succeed with bring exhibitor and buyers altogether to do business and having direct dealing. 240 companies present their product attracted 1492 potential buyers from 89 countries from all over the world. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IFFINA 2009 – even though during the economic crisis world wide, IFFINA 2009 back with succeed in increasing the number of exhibitors – 311 furniture companies and 1721 international buyers from 91 countries. &lt;br /&gt;IFFINA 2010 – with 360 exhibitors who occupied more than 11.000 sqm the third IFFINA can suck around 2669 Potential Buyers from 107 countries. IFFINA will be improved compare to similar exhibition in ASEAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IFFINA 2010 – with 360 exhibitors who occupied more than 11.000 sqm the third IFFINA can suck around 2669 Potential Buyers from 107 countries. IFFINA will be improved compare to similar exhibition in ASEAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IFFINA 2011 : An Access to Global Market... It’s the moment to steal the world’s intention … &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Why Exibit : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IFFINA is the largest Furniture exhibition in Indonesia and the third biggest after Singapore and Malaysia in South East ASIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IFFINA is new barometer for furniture exhibition in ASEAN circuit furniture show, showing the increase quality of products in line with increasing the quality of exhibitor, buyer and trader. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IFFINA is the easiest as well as the most efficient access to global market in searching for new producers that can be relied on.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IFFINA as market place quite effective and efficient to meet the sellers and qualified buyers directly.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8110546197634370996-2405613079220955605?l=asmindojepara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asmindojepara.blogspot.com/feeds/2405613079220955605/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2010/08/review-iffina.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/2405613079220955605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/2405613079220955605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2010/08/review-iffina.html' title='Review IFFINA'/><author><name>Blog Resmi Asmindo Jepara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02559582354254180300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/TGuD-qSRtuI/AAAAAAAAACM/s0tcCM-kgrE/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8110546197634370996.post-8437467463483814076</id><published>2009-08-05T01:25:00.000-07:00</published><updated>2009-08-05T01:46:10.909-07:00</updated><title type='text'>KOMPETISI BLOG  INDUSTRI FURNITURE JEPARA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/SnlGsl6nzKI/AAAAAAAAACE/rxfLikr3fHg/s1600-h/blog3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 183px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/SnlGsl6nzKI/AAAAAAAAACE/rxfLikr3fHg/s200/blog3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366398162894834850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/SnlF9tfN6lI/AAAAAAAAAB8/vf4cj73vKhQ/s1600-h/Stufing3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/SnlF9tfN6lI/AAAAAAAAAB8/vf4cj73vKhQ/s200/Stufing3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366397357473524306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/SnlF9YZvosI/AAAAAAAAAB0/ECEHLJByLFI/s1600-h/blog2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 187px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/SnlF9YZvosI/AAAAAAAAAB0/ECEHLJByLFI/s200/blog2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366397351813423810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/SnlF9VSRkYI/AAAAAAAAABs/W-6XZ-cnl8Q/s1600-h/Blog1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 172px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/SnlF9VSRkYI/AAAAAAAAABs/W-6XZ-cnl8Q/s200/Blog1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366397350976786818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sektor industri khususnya Furniture dan kerajinan merupakan tiang penyangga utama dari pada perekonomian di kabupaten Jepara,bahkan sudah dianggap sebagai "vehicle economicnya" masyarakat Jepara. Oleh karena itu sektor ini harus dijaga semaksimal mungkin, jangan sampai tergeser oleh kota lain atau negara lain. Salah satu cara untuk menjaganya adalah dengan membuat blog. Sebagaimana kita tahu bahwa blog merupakan sarana yang sangat efektif untuk menyebarkan informasi ke seluruh dunia. Di dalam blog-blog tersebut akan berisi artikel tentang hal-hal yang baik dan positif tentang furniture Jepara, dan segala aspek yag berhubungan dengan industri furniture, antara lain fasilitas, sumberdaya manusia, massif production, regulasi pemerintah dan lain-lain. Hal tersebut akan mengangkat furniture Jepara terkenal lebih dahsyat lagi di internet. Karena Artikel-artikel dalam blog tersebut akan terindex di mesin2 pencari seperti google, yahoo, msn dan sebagainya. Oleh karena dahsyatnya pengaruh blog dalam membuat opini dunia, maka kami komunitas facebook Jepara berinisiatif membuat acara “Lomba Blog Nasional”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud dan Tujuan&lt;br /&gt;1. Menguatkan branding Image Industri mebel dan kerajinan Jepara&lt;br /&gt;2. Mempromosikan potensi Industri permebelan dan kerajinan Jepara&lt;br /&gt;3. Memperbaiki kepercayaan Buyer dan Image Positif Industri mebel Jepara&lt;br /&gt;4. Juga mengangkat potensi kabupaten jepara lainnya seperti, pariwisata, kuiner, dan industri lain seperti tenun troso, monel dan lain. lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk Lomba&lt;br /&gt;A. Katagori Lomba :&lt;br /&gt;1. Umum (Mahasiswa dan non mahasiswa)&lt;br /&gt;Katagori Juara : Juara 1 s.d 3, Juara Harapan 1 s.d 3&lt;br /&gt;2. Pelajar (SMP dan SMA)&lt;br /&gt;Katagori Juara : Juara 1 s.d 3, Juara Harapan 1 s.d 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Kriteria Lomba :&lt;br /&gt;1. Untuk pembuatan blog dibebaskan untuk memilih menggunakan wordpress, blogger dan lain lain.&lt;br /&gt;2. 70% dari blog berisi tentang artikel furniture Jepara, baik sejarah peta Jepara, potensi yang dimiliki kota jepara, jenis furniture yang diproduksi, desain, data-data penunjang dan lain lain.&lt;br /&gt;3. 30% lainnya diisi dengan artikel tentang potensi pariwisata, potensi industri ain di kabupaten jepara.&lt;br /&gt;4. Artikel yang ada merupakan hasil tulisan sendiri dan menyertakan SUMBER TULISAN ATAU LINK YANG DIAMBIL.&lt;br /&gt;5. Isi artikel lebih mengarahkan pembaca pada citra positif industri permebelan dan kerajinan serta potensi lain di Kabupaten Jepara.&lt;br /&gt;6. Seluruh konten yang ditampilkan dalam bahasa Inggris kecuali link-link yang diwajibkan oleh panitia untuk dimasukkan kedalam blog yang diikutsertakan lomba tersebut. (Link-Link tersebut dapat di ambil dari web resmi panitia 1 bulan sebelum lomba berakhir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Bobot Penilaian :&lt;br /&gt;1. Konten dan Artikel (Artikel, foto, video, dan lain lain)&lt;br /&gt;2. Desain Blog&lt;br /&gt;3. Navigasi dan Struktur Blog&lt;br /&gt;4. Fungsionalitas dan Interaktifitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu Pelaksanaan Lomba&lt;br /&gt;Periode Lomba : 28 Juli – 20 Oktober 2009&lt;br /&gt;Pengumuman Pemenang : 28 Oktober 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat Peserta Lomba&lt;br /&gt;1. Program ini Terbuka untuk UMUM (Blokdetik, Blogspot, Blogger, Wordpress, dll)&lt;br /&gt;2. Tulisan menceritakan tentang Jepara dalam segi positif yang meliputi furniture, pariwisata, kuliner dan lain lain&lt;br /&gt;3. Tulisan harus original dan belum pernah di publikasikan di media manapun.&lt;br /&gt;4. Peserta wajib memasang banner “JEPARA IS THE BEST FURNITURE CITY IN THE WORD” sebagai tanda keikutsertaan. Copy paste dari website kami...&lt;br /&gt;5. Title yang di gunakan ”Jepara is the best furniture in the world”&lt;br /&gt;6. Pesert wajib memasang / menempelkan link beberapa sponsor kami yang akan kami informasikan satu bulan sebelum penjurian.&lt;br /&gt;7. Menggunakan Tag “ Jepara is the best Furniture City in the World ” pada postingan.&lt;br /&gt;8. Keputusan Juri adalah Mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Mengikuti Lomba&lt;br /&gt;1. Peserta mengirimkan url (alamat blog) ke email : facebookjpr@gmail.com dengan Subject : ALL ABOUT JEPARA&lt;br /&gt;2. Peserta mencantumkan : Nama, Nomor KTP (termasuk attachment Filenya), Jenis Kelamin, Usia, Alamat, Nomor telepon yang bisa dihubungi, Account Facebook yang dimiliki, dan telah bergabung dengan Facebook Group Jepara.&lt;br /&gt;3. Dengan mengirimkan email keikutsertaan pada kontes ini, secara otomatis peserta Lomba Blog menyatakan bahwa tulisan yang dikirimkan adalah asli karya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria Penjurian&lt;br /&gt;1. Pemenang adalah yang tulisannya inspiratif sesuai dengan tema lomba&lt;br /&gt;2. Posting yang diikutkan harus dipublikasikan pada saat kompetisi sedang berlangsung, bukan posting yang sudah dibuat sebelumnya dan belum pernah dipublikasikan&lt;br /&gt;3. Posting bisa berupa tulisan, gambar, atau foto&lt;br /&gt;4. Artikel Utama yang diikutsertakan menggunakan bahasa Inggris. Bahasa Indonesia boleh digunakan sebagai konten artikel tetapi hanya sebagai pelengkap artikel saja, bukan menjadi bahasa utama penulisan artikel.&lt;br /&gt;5. Isi artikel tidak berhubungan dengan periklanan internet, tidak mengandung unsur pornografi, tidak mengandung SARA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadiah Lomba&lt;br /&gt;Kategori Umum (Umum dan Mahasiswa) :&lt;br /&gt;Juara I : 1 Buah Notebook&lt;br /&gt;Juara II : 1 Buah PC Dekstop&lt;br /&gt;Juara III : 1 Buah Smart Phone&lt;br /&gt;Juara Harapan 1 – 3 : 1 Buah Modem&lt;br /&gt;Kategori Pelajar (SMP dan SMA) :&lt;br /&gt;Juara I : 1 Buah Notebook&lt;br /&gt;Juara II : 1 Buah PC Dekstop&lt;br /&gt;Juara III : 1 Buah Smart Phone&lt;br /&gt;Juara Harapan 1 – 3 : 1 Buah Modem&lt;br /&gt;Juara Favorit : 1 Buah PC Dekstop&lt;br /&gt;Selain itu, akan dipilih 10 Tulisan / Artikel terbaik yang akan mendapatkan merchandise&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8110546197634370996-8437467463483814076?l=asmindojepara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asmindojepara.blogspot.com/feeds/8437467463483814076/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2009/08/kompetisi-blog-industri-furniture.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/8437467463483814076'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/8437467463483814076'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2009/08/kompetisi-blog-industri-furniture.html' title='KOMPETISI BLOG  INDUSTRI FURNITURE JEPARA'/><author><name>Blog Resmi Asmindo Jepara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02559582354254180300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/SnlGsl6nzKI/AAAAAAAAACE/rxfLikr3fHg/s72-c/blog3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8110546197634370996.post-6549570021667285038</id><published>2009-08-05T01:15:00.000-07:00</published><updated>2009-08-05T01:24:46.570-07:00</updated><title type='text'>Pameran PPE 2009 dan AFCS 2009</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/SnlBJgbmLpI/AAAAAAAAABk/7iBFfmLMkl0/s1600-h/STD-STAND%5B1%5D.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/SnlBJgbmLpI/AAAAAAAAABk/7iBFfmLMkl0/s200/STD-STAND%5B1%5D.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366392062568967826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CASMIND%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City" downloadurl="http://www.5iamas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place" downloadurl="http://www.5iantlavalamp.com/"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:Arial; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} p.ListParagraph, li.ListParagraph, div.ListParagraph 	{mso-style-name:"List Paragraph"; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:0in; 	margin-left:.5in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:Arial; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:408505992; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1655129942 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} @list l1 	{mso-list-id:1107970866; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:1448665556 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l1:level1 	{mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} @list l2 	{mso-list-id:1601451238; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:560079376 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l2:level1 	{mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} @list l3 	{mso-list-id:1629049945; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:1131212072 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l3:level1 	{mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} @list l4 	{mso-list-id:2117672589; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:1831500808 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l4:level1 	{mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Dalam rangka mengakomodir kepentingan anggota khususnya, serta industri permebelan dan kerajinan pada umumnya, dalam mengikuti pameran dengan harga terjangkau, maka Asmindo akan menyelenggarakan Asmindo Furniture &amp;amp; Craft Show 2009 yang merupakan bagian dari PPE/TEI 2009. Pameran ini akan dilaksanakan bersamaan dengan PPE/TEI 2009, yaitu tanggal 28 Oktober – 01 November 2009 di Mega Glodok Kemayoran (MGK).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/SnlBJeID0zI/AAAAAAAAABc/LkYdRwMVtds/s1600-h/gate-entrance%5B1%5D.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/SnlBJeID0zI/AAAAAAAAABc/LkYdRwMVtds/s200/gate-entrance%5B1%5D.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366392061950153522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style=""&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=""&gt; beberapa alasan dilaksanakannya Asmindo Furniture &amp;amp; Craft Show 2009, yaitu sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpFirst"  style="margin: 0in 0in 10pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt; line-height: 115%;font-family:arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;PPE/TEI 2009 sudah tidak memadai lagi sebagai ajang pameran furniture dan handicraft&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;karena konsepnya adalah multi produk sehingga lahan untuk furniture dan handicraft semakin berkurang.&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle"  style="margin: 0in 0in 10pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt; line-height: 115%;font-family:arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dalam kondisi krisis global dan menurunnya permintaan buyer, harga PPE/TEI 2009 semakin tidak terjangkau.&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle"  style="margin: 0in 0in 10pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt; line-height: 115%;font-family:arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Menjawab kebutuhan anggota untuk mengadakan pameran&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sendiri dengan harga yang terjangkau dan merupakan pameran khusus furniture &amp;amp; handicraft&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle"  style="margin: 0in 0in 10pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt; line-height: 115%;font-family:arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Asmindo memiliki database buyer dari PPE dan IFFINA yang akan diundang dalam pameran ini.&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify; line-height: 115%; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify; line-height: 115%; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sebagai service terhadap buyer, Asmindo memberikan fasilitas :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle"  style="margin: 0in 0in 10pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt; line-height: 115%;font-family:arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Penjemputan buyer di airport – MGK – PRJ – Hotel&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle"  style="margin: 0in 0in 10pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt; line-height: 115%;font-family:arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Free buyer lounge&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle"  style="margin: 0in 0in 10pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt; line-height: 115%;font-family:arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Free wifi&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify; line-height: 115%; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Asmindo Juga melakukan promosi dan mengundang buyer-buyer PPE dan IFFINA, melalui :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle"  style="margin: 0in 0in 10pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt; line-height: 115%;font-family:arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Mengundang melalui email, fax&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle"  style="margin: 0in 0in 10pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt; line-height: 115%;font-family:arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Direct mailing&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle"  style="margin: 0in 0in 10pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt; line-height: 115%;font-family:arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Bekerjasama dengan asosiasi-asosiasi furniture Asean &amp;amp; Interansional&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify; line-height: 115%; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify; line-height: 115%; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Untuk promosi dalam negeri, Asmindo :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle"  style="margin: 0in 0in 10pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; line-height: 115%;font-family:arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Memasang iklan di Koran Kompas&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle"  style="margin: 0in 0in 10pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; line-height: 115%;font-family:arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pemasangan Giant Balon&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle"  style="margin: 0in 0in 10pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; line-height: 115%;font-family:arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pemasangan Giant Billboard&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle"  style="margin: 0in 0in 10pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; line-height: 115%;font-family:arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Spanduk&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle"  style="margin: 0in 0in 10pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; line-height: 115%;font-family:arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Umbul-umbul&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle"  style="margin: 0in 0in 10pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; line-height: 115%;font-family:arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Banner dll.&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify; line-height: 115%; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Harga sewa stand termasuk konstruksi stand dengan special design :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle"  style="margin: 0in 0in 10pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt; line-height: 115%;font-family:arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Anggota Asmindo Rp. 850.000/sqm&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle"  style="margin: 0in 0in 10pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt; line-height: 115%;font-family:arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Bukan anggota Asmindo Rp. 950.000/sqm &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="ListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Demikian disampaikan dan s&lt;/span&gt;aatnya kita bergabung bersama memperjuangkan kemandirian industri furniture dan handicraft Indonesia. A&lt;span style="" lang="SV"&gt;tas perhatian dan kerjasamanya yang baik, kami ucapkan terima kasih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;ASOSIASI INDUSTRI PERMEBELAN &amp;amp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;KERAJINAN &lt;/span&gt;&lt;st1:place style="font-family: arial;" st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;INDONESIA&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; (ASMINDO) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8110546197634370996-6549570021667285038?l=asmindojepara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asmindojepara.blogspot.com/feeds/6549570021667285038/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2009/08/pameran-ppe-2009-dan-afcs-2009.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/6549570021667285038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/6549570021667285038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2009/08/pameran-ppe-2009-dan-afcs-2009.html' title='Pameran PPE 2009 dan AFCS 2009'/><author><name>Blog Resmi Asmindo Jepara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02559582354254180300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/SnlBJgbmLpI/AAAAAAAAABk/7iBFfmLMkl0/s72-c/STD-STAND%5B1%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8110546197634370996.post-473368463577917488</id><published>2009-03-11T20:11:00.000-07:00</published><updated>2009-03-11T20:20:40.332-07:00</updated><title type='text'>Modern Minimalist Furniture Will Be The New Trend In 2009 !</title><content type='html'>&lt;div class="tdxx"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;New trend furniture develops like trend for interior. We recently met various style and innovative furniture design for room interior. Furniture designer are able to choose lots of based material for their furniture. The needs to change the decorating or the needs to give new impression our house interior, usually depend on the recent furniture trend. Lots of furniture designers predict that in 2009 the furniture trend will be modern minimalist style. Why modern minimalist? Because they are very practical, efficient also simple. By choose modern minimalist furniture, people will be easy to decorate their home and home accessories. The modern minimalist styles usually use line, cubes and simple pattern. Lots of families will use modern minimalist design since it will be 2009 trend furniture.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;The Use of Wooden Element in Home Accessories &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;2009 Furniture trend will still use the element of wood and iron as accessories. Not only due to the functional, but also the beauty of wood and rattan furniture that will make a house becomes more natural and homey. As for the room which already have minimalist theme, the use of iron will defined the theme. Dye is needed not only to accessories the iron and wood accessories but also to give maximum protection to it. For foreign buyer, they usually like natural things like marble, but to the person who understood room interior design it is the wrong kind of stone to be used in designing a room.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As for wooden furniture, most people like just the way it is, without changing the color or furnish by finishing paint. When it is chosen, the furniture will be adjusted by the theme that the designer used for the room. The use of finishing furnish is depend on the theme of the room. If someone wants to be stylish, they can use Mediterranean themes, and if he chooses to use minimalist theme, the selection for his furniture is much simpler. He or she can choose non-fiber furniture, with more straight lines and avoid using teak wood. You can look in the picture, a room with wooden furniture which look very simple and minimalist but still look very elegant. To give an informal atmosphere in the bedroom, you can use colors like yellow or light brown or even maple.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If you want to give a formal impression to be used in certain places, such as office, you can use a cooler color like mahogany or dark brown. Time used for furnishing wooden furniture is much longer than other material. It could take up 2 – 3 process time so the color you want is absorbed by the wooden material. That is why, when you choose a finishing furnish for wooden furniture, try to choose a dry fast furnish. It is important that you pay more attention to environmental friendly furnish. The reason of paying more attention to the environmental friendly furnishes is that other material will break easily and it will cause people to be sick. Safe product is made from water based material. It is used to protect the furniture from termites and getting mild due to aging. It is also protect the furniture against the weather. To furnish the furniture mean to protect the wood from mould and termites, and also against the weather. Decorate your room with wooden furniture and use back to the nature themes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IFFINA 2009 will display a unique, innovative and sophisticated wooden and rattan furniture product, that of course will become the 2009 trend. This event will be participates by 500 exhibitors companies, buyers from 90 countries, and 15000 domestic and foreign visitors. Top designers, new innovative comers and famous brands will come together in this particular event. You are guaranteed to have all kinds of furniture solutions which will become 2009 trend for interior and exteriors according to what you needs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IFFINA 2009 will be perfected with great facility, exclusive and classy service, also the conducive of Indonesian security; it will make the buyer and all participants much easier to have business transaction. Come on! Come to IFFINA 2009! (From www.iffina-indonesia.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8110546197634370996-473368463577917488?l=asmindojepara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asmindojepara.blogspot.com/feeds/473368463577917488/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2009/03/modern-minimalist-furniture-will-be-new.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/473368463577917488'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/473368463577917488'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2009/03/modern-minimalist-furniture-will-be-new.html' title='Modern Minimalist Furniture Will Be The New Trend In 2009 !'/><author><name>Blog Resmi Asmindo Jepara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02559582354254180300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8110546197634370996.post-8925272612010258049</id><published>2009-02-19T02:10:00.000-08:00</published><updated>2009-02-19T02:36:28.508-08:00</updated><title type='text'>PELATIHAN SDM BAGI INDUSTRI KECIL MENENGAH (IKM)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/SZ0yIqyYbWI/AAAAAAAAABU/cI7eS-zuhos/s1600-h/Foto+Laos+9.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 224px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/SZ0yIqyYbWI/AAAAAAAAABU/cI7eS-zuhos/s320/Foto+Laos+9.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304451060618259810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: .25in"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Balai Pengem bangan SDM dan Produk IKM Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah pada TA 200 akan menyelenggarakan Pelatihan bidang Teknologi Informasi bagi Industri Kecil dan Menengah di jawa Tengah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: .25in"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Kegiatan pelatihan ini akan terbagi menjadi :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top:0in" start="1" type="1"&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;mso-list:      l0 level1 lfo1;tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Pelatihan      Pengenalan Internet dan Desain Grafis&lt;/span&gt; sebanyak 5 Angkatan, masing – masing      angkatan sebanyak 25 Orang. Direncanakan dilaksanakan besok pada :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;  &lt;ol style="margin-top:0in" start="1" type="a"&gt;   &lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;mso-list:       l0 level2 lfo1;tab-stops:list 1.0in"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Angkatan       1, Minggu ke 1 Bulan Maret 2009&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;   &lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;mso-list:       l0 level2 lfo1;tab-stops:list 1.0in"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Angkatan       2, Minggu ke 4 Bulan Maret 2009&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;   &lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;mso-list:       l0 level2 lfo1;tab-stops:list 1.0in"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Angkatan       3, Minggu ke 4 Bulan April 2009&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;   &lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;mso-list:       l0 level2 lfo1;tab-stops:list 1.0in"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Angkatan       4, Minggu ke 4 Bulan Mei 2009&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;   &lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;mso-list:       l0 level2 lfo1;tab-stops:list 1.0in"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Angkatan       5, Minggu ke 4 Bulan Juni 2009&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;  &lt;/ol&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;mso-list:      l0 level1 lfo1;tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Pelatihan      Blog dan Web Desain&lt;/span&gt; sebanyak 5 Angkatan, masing – masing angkatan sebanyak      25 orang. Direncanakan dilaksanakan besok pada : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;  &lt;ol style="margin-top:0in" start="1" type="a"&gt;   &lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;mso-list:       l0 level2 lfo1;tab-stops:list 1.0in"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Angkatan       1, Minggu ke 3 Bulan Maret 2009&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;   &lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;mso-list:       l0 level2 lfo1;tab-stops:list 1.0in"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Angkatan       2, Minggu ke 2 Bulan April 2009&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;   &lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;mso-list:       l0 level2 lfo1;tab-stops:list 1.0in"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Angkatan       3, Minggu ke 2 Bulan Mei 2009&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;   &lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;mso-list:       l0 level2 lfo1;tab-stops:list 1.0in"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Angkatan       4, Minggu ke 2 Bulan Juni 2009&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;   &lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;mso-list:       l0 level2 lfo1;tab-stops:list 1.0in"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Angkatan       5, Minggu ke 2 Bulan Juli 2009&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;  &lt;/ol&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;mso-list:      l0 level1 lfo1;tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Pelatihan      E-commerce&lt;/span&gt; sebanyak 2 angkatan, masing – masing angkatan 25 orang. Direncanakan      dilaksanakan besok pada : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;  &lt;ol style="margin-top:0in" start="1" type="a"&gt;   &lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;mso-list:       l0 level2 lfo1;tab-stops:list 1.0in"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Angkatan       1, Minggu ke 2 Bulan Agustus 2009&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;   &lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;mso-list:       l0 level2 lfo1;tab-stops:list 1.0in"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Angkatan       2, Minggu ke 2 Bulan Oktober 2009&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;  &lt;/ol&gt; &lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: .25in"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Persyaratan&lt;/span&gt; untuk dapat mengikuti Pelatihan tersebut adalah :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:6.0pt; margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level3 lfo1"&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-fareast-font-family:Symbol;mso-bidi-font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;·&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Calon Peserta adalah pemilik perusahaan (IKM/UKM di Jawa Tengah) atau karyawan dari perusahaan bersangkutan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:6.0pt; margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level3 lfo1"&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-fareast-font-family:Symbol;mso-bidi-font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;·&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Minimal Lulusan SLTA dan mampu mengoperasikan computer.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:6.0pt; margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level3 lfo1"&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-fareast-font-family:Symbol;mso-bidi-font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;·&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Belum Pernah mengikuti pelatihan serupa yang di selenggarakan oleh Dinas Perindag Propinsi Jateng.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:6.0pt; margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level3 lfo1"&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-fareast-font-family:Symbol;mso-bidi-font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;·&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Mengisi Blangko kepesertaan dan menyertakan Pas foto 3X4 untuk sertifikat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:6.0pt; margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level3 lfo1"&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-fareast-font-family:Symbol;mso-bidi-font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;·&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;bagi yang memenuhi persyaratan akan mendapatkan undangan dari panitia penyelenggara, sesuai jenis pelatihan yang dipilih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: .25in"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Adapun &lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;peserta pelatihan akan mendapatkan&lt;/span&gt; Akomodasi, Konsumsi, Modul Pelatihan, uang transport, honor harian dan sertifikat. Peserta juga diwajibkan mengikuti semua ketentuan dan mengikuti pelatihan sampai dengan selesai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: .25in"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Bagi yang berminat dengan pelatihan tersebut dapat menghubungi dan mengambil formulir pelatihan &lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Sekretariat Asmindo Komda Jepara&lt;/b&gt;, Gedung JTTC – Rengging Jepara Phone : +62 291 755 765 atau email ke &lt;a href="mailto:asmindojepara@yahoo.com"&gt;asmindojepara@yahoo.com&lt;/a&gt; / &lt;a href="mailto:asmindojepara@gmail.com"&gt;asmindojepara@gmail.com&lt;/a&gt; . &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: .25in"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Pada pelatihan ini &lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;Asmindo Jepara&lt;/b&gt; mendapat alokasi calon peserta sebanyak 15 orang untuk jenis Pelatihan 1 dan 2 dan alokasi sebanyak 5 orang peserta untuk Jenis Pelatihan 3.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify;text-indent: .25in"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Guna keperluan seleksi peserta, Pendaftaran dan pengembalian form dapat disampaikan maksimal sampai akhir Pebruari 2008 ke no. Fax : 024 – 8504290.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Demikian informasi pelatihan ini terima kasih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6.0pt;text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8110546197634370996-8925272612010258049?l=asmindojepara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asmindojepara.blogspot.com/feeds/8925272612010258049/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2009/02/pelatihan-sdm-bagi-industri-kecil.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/8925272612010258049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/8925272612010258049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2009/02/pelatihan-sdm-bagi-industri-kecil.html' title='PELATIHAN SDM BAGI INDUSTRI KECIL MENENGAH (IKM)'/><author><name>Blog Resmi Asmindo Jepara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02559582354254180300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/SZ0yIqyYbWI/AAAAAAAAABU/cI7eS-zuhos/s72-c/Foto+Laos+9.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8110546197634370996.post-867209691898513308</id><published>2009-02-16T22:12:00.000-08:00</published><updated>2009-02-16T22:22:34.574-08:00</updated><title type='text'>INFORMASI TENTANG LACEY ACT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/SZpWYzyAZiI/AAAAAAAAABM/Bz9C2w34qac/s1600-h/DSC_4137.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/SZpWYzyAZiI/AAAAAAAAABM/Bz9C2w34qac/s320/DSC_4137.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303646495398979106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;(kebijakan baru Pemerintah AS, khususnya untuk perdagangan berbahan baku kayu ke AS)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini Lacey Act sendiri masih berupa peraturan yang dikenakan Pemerintah AS kepada importir dari AS dan bukan kepada Eksportir Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada intinya importir AS diminta oleh Pemerintah AS untuk mendeklarasikan asal-usul dari kayu yang dipergunakan, untuk mencegah illegal logging.  saat ini, Pemerintah Indonesia (khususnya Departemen Perdagangan dan Departemen Luar Negeri) diminta untuk memberikan tanggapan terhadap Act tersebut kepada Pemerintah AS dan masih dalam tahapan membahas aplikasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk dapat memberikan masukan secara komprehensif, Departemen Perdagangan dan Departemen Luar Negeri melalui Konsulat Jenderal RI di New York bermaksud untuk melakukan temu wicara dengan beberapa Importir AS khususnya yang menjadi mitra Anggota Asmindo dan pengusaha perkayuan khususnya di pantai Timur AS, untuk mengetahui kesulitan yang mungkin mereka alami saat Lacey Act diterapkan pada pertengahan taun 2009. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk Informasi lengkap mengenai Lacey Act dapat dibaca di : http://www.aphis.usda.gov/newsroom/hot_issues/lacey_act/index.shtml &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, akan sangat membantu sekiranya Anggota Asmindo dapat berbagi kontak importir AS tersebut. Kontak ataupun Masukan-masukan dapat di Kirimkan melalui email ke asmindojepara@yahoo.com atau asmindojepara@gmail.com.  Dalam Hal ini dapat pula di sertakan nama-nama kayu yang dipergunakan oleh seluruh pengusaha mebel jepara dan akan kami usulkan nama-nama tesebut ke departemen terkait untuk disampaikan ke pemerintah AS dengan harapan perdagangan yang menggunakan kayu - kayu tersebut tidak bermasalah di AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon jika ada informasi, masukan, saran dan pertanyaan mengenai Lacey Act tersebut dapat di email ke alamat diatas, dan akan kami sampaikan dengan Departemen yang bersangkutan ( Dep. Perdagangan dan Dep. Luar Negeri ) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8110546197634370996-867209691898513308?l=asmindojepara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asmindojepara.blogspot.com/feeds/867209691898513308/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2009/02/informasi-tentang-lacey-act.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/867209691898513308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/867209691898513308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2009/02/informasi-tentang-lacey-act.html' title='INFORMASI TENTANG LACEY ACT'/><author><name>Blog Resmi Asmindo Jepara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02559582354254180300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/SZpWYzyAZiI/AAAAAAAAABM/Bz9C2w34qac/s72-c/DSC_4137.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8110546197634370996.post-3047843451736109687</id><published>2009-02-16T21:45:00.000-08:00</published><updated>2009-02-16T22:03:03.086-08:00</updated><title type='text'>STRATEGI SERTIFIKASI MENUJU 'GREEN MARKET'</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/SZpSizRapmI/AAAAAAAAABE/wzfVUcePrsE/s1600-h/CIMG1172.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/SZpSizRapmI/AAAAAAAAABE/wzfVUcePrsE/s320/CIMG1172.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303642269014468194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Lampu Kuning Produk Kayu Kontroversial&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;SERTIFIKASI, kini jadi semacam fenomena tersendiri khususnya dalam upaya menghadirkan profesionalisme dunia kerja, apa pun bidangnya. Sehingga, upaya memperluas akses ke pasar internasional melalui strategi sertifikasi kini juga makin banyak dilakukan berbagai  perusahaan. Termasuk yang sekarang gencar dilakukan oleh USAID melalui lembaga yang dikedepankan dengan nama 'Senada', di antaranya dalam upaya penguatan rantai nilai industri furniture, dengan program strategi sertifikasi produk green market. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Disadari, konsep daya saing  pasar yang menekankan perbaikan pada kebijakan pengadaan bahan baku kayu, muncul sebagai akibat makin tingginya permintaan akan produk- produk kayu bersertifikat atau yang secara legal sudah disertifikasi. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kini, Uni Eropa sedang berupaya mengembangkan Perjanjian Kemitraan Sukarela atau Voluntary Partnership Agreement (VPA) dengan negara- negara pengekspor kayu untuk mencegah masuknya ke Eropa produk kayu yang menggunakan bahan kayu ilegal. Perjanjian VPA ini, menurut Senior Industry Advisor 'Senada', Dini Rahim, dijadwalkan berlaku pada tahun 2008 dan secara bertahap akan menyebabkan semakin tertutupnya pasar terhadap kemungkinan produk kayu yang tidak jelas asal-usulnya. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Di tingkat bilateral, pemerintah RI telah menjalin kerja sama dengan negara-negara yang peduli terhadap upaya pencegahan pembalakan liar seperti Inggris, Jepang, Norwegia, dan Cina. Indonesia juga sedang dalam tahap negosiasi untuk mengembangkan perjanjian bilateral serupadengan Amerika Serikat. Perjanjian bilateral ini menjadi dasar untuk mencari solusi bersama terhadap masalah pembalakan liar di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Perjanjian ini menjadi tekanan atau pressure bagi sektor manufaktur agar segera memperbaiki dan menerapkan kebijakan pengadaan atau  pembelian yang lebih bertanggung jawab sebagai cara untuk bisa bertahan di segmen pasar tertentu," tambah Dini. Upaya ini juga mendapat dukungan dari Ketua Umum Asmindo Pusat, Ambar Tjahjono SE, yang menyatakan saat ini produk kayu atau produk furniture Indonesia sedang berada dalam posisi di atas. Sehingga, masalah kualitas dan daya saing harus benar-benar menjadi prioritas. "Jangan sampai produk&lt;br /&gt;kita terimbas karena kalah bersaing dengan negara lain, apalagi pendatang baru seperti Vietnam," tambah Ambar. Menurut Dini Rahim, program pembelian bahan baku hasil hutan yang bertanggung jawab harus selalu bertujuan untuk peningkatan kinerja lingkungan dan sosial sektor manufaktur yang menjadi penyalur kepada pasar atau supply-base dengan secara tegas menghentikan pembelian kayu dari sumber yang tidak jelas asal-usulnya atau kontroversial. &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Saat ini, beberapa jenis program sertifikasi, yang paling dikenal adalah yang didukung oleh forestry stewardship council (FSC) yang dilaksanakan oleh sejumlah badan sertifikasi yang benar-benar menguji dan melaksanakan audit yang diperlukan.  Sistem FSC dijadikan rujukan bagi sejumlah LSM atau lembaga swasta untuk membantu sektor industri furniture mendapatkan sertifikasi, seringkali melalui program timber progression lima tahunan di mana sektor manufaktur furniture kayu harus memenuhi syarat atau millestone tertentu dalam jangka waktu yang diberikan. Untuk sampai pada tahap ini, dari titik mulai mana pun, sektor manufaktur kayu dapat menggunakan pendekatan secara bertahap. Dalam konteks tersebut, maka program penguatan rantai nilai industri furniture 'Senada' dilakukan dengan membantu sektor manufaktur mengembangkan pangsa pasar dan membuka akses ke pasar internasional lewat strategi sertifikasi green market yang dilakukan dengan pendekatan bertahap.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Program ini dilakukan lewat pendampingan terhadap sejumlah produsen yang diseleksi melalui mekanisme verifikasi legal yang dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan ekspor ke green market. Hasil yang dicapai pada program pendampingan ini akan diseminasikan kepada&lt;br /&gt;masyarakat luas sebagai bagian dari kampanye kesadaran publik yang lebih besar mengenai pentingnya sertifikasi kayu untuk masuk ke green market. Elemen penting lain dari program sertifikasi ini, 'Senada' akan membantu menjembatani pengembangan jaringan pasar perusahaan furniture Indonesia yang sudah terseleksi dengan green market yang semakin berkembang di Uni Eropa dan Amerika Serikat. &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Fasilitas ini dilakukan dengan beberapa cara, antara lain dengan mengikutsertakan perusahaan manufaktur furniture untuk menghadiri pameran perdagangan internasional, memberikan pelatihan persiapan menjelang pameran, akses kepada database dan pengembangan materi promosi pemasaran. Inisiatif yang dilakukan oleh 'Senada' ini dilaksanakan dengan saling melengkapi dengan program USAID yang sudah dikembangkan sebelumnya. 'Senada' merupakan program empat tahun yang didanai oleh USAID. Tujuan program ini adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan tenaga kerja di Indonesia, dengan meningkatkan daya saing industri manufaktur padat karya seperti alas kaki, suku cadang, garmen dan home accesories.  &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Memang, masalah sertifikasi furniture kayu menjadi penting dan tak bisa ditunda lagi, demi merebut pasar. Tak berlebihan kalau dikedepankan pilihan 'sekarang atau tidak sama sekali'. Karena, pasar tak bisa ditunda dan tak bisa diajak negosiasi. Untuk mendapatkan sertifikat verification of legal origin, para produsen furniture harus melewati beberapa tahapan. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pertama, baseline assessment bertujuan menilai kondisi awal perusahaan untuk memenuhi persyaratan sertifikasi dan tahapan perbaikan yang diperlukan. Kedua, pembuatan rencana tindak lanjut berdasarkan hasil baseline assessment. Ketiga, penerapan rencana tindak lanjut. Keempat, proses pre-sertifikasi dan sertifikasi verification of legal origin, oleh badan sertifikasi yang telah diakui. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dalam hal ini, 'Senada' akan memfasilitasi jaringan pasar antara produsen furniture Indonesia yang memiliki sertifikasi verification of legal origin dengan pasar ekspor, melalui penyediaan basis data produsen furniture bersertifikasi, pendampingan persiapan ekspor, serta menjembatani pertemuan dengan para calon buyers. Seperti diketahui, verification of legal origin atau verifikasi asal usul  bahan baku merupakan langkah awal bagi perusahaan furniture kayu menuju sertifikasi penuh. Verifikasi ini menekankan pada adanya bukti  tertulis bahwa bahan baku kayu yang digunakan berasal dari sumber yang sahih. Sistem ini harus memenuhi lima persyaratan, yakni kriteria sistem mutu, kriteria pembelian dan penerimaan bahan baku kayu, kriteria proses produksi, kriteria pengiriman serta penjualan serta kriteria klaim dan informasi yang disampaikan ke masyarakat mengenai produk tersebut. (Ronny Sugiantoro)-k&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sertifikasi Untuk Tingkatkan Ekspor Furnitur &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;ke Eropa dan Amerika&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;kayu sangat diperlukan untuk meningkatkan akses pasar produsen furnitur tanah air seiring dengan meningkatnya tuntutan dunia atas kayu legal yang digunakan untuk furnitur.&lt;br /&gt;"Pasar penting seperti Uni Eropa dan Amerika Serikat telah mengembangkan perjanjian multilateral dan bilateral untuk mencegah masuknya produk kayu ilegal ke kawasan," kata Ketua Umum ASMINDO, Ambar Tjahyono, di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ia mengatakan produsen furnitur Indonesia harus bergerak cepat untuk mensertifikasi produknya jika tidak mau kehilangan pasar. Sebagai tahap awal dari proses sertifikasi ini, menurut Ambar, produsen furnitur kayu harus memastikan bahwa bahan baku kayu yang digunakan bukan berasal dari sumber yang tidak jelas asal usulnya atau kontroversial. Hal ini dapat dicapai melalui proses Verifikasi Asal Usul Bahan Baku (Verification of Legal Origin/VLO). Sementara itu, Senior Penasehat Industri SENADA, Dini Rahim mengatakan, terdapat 40 perusahaan furnitur di Jawa Tengah dan Yogyakarta yang mengikuti proses sertifikasi. Pada akhir 2008 separuh produsen furnitur tersebut akan dapat sertifikasi.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hal tersebut merupakan satu hal baru dari industri furnitur, dan penting bagi produsen Indonesia atas tekanan konsumen pasar internasional.  Sedangkan pimpinan proyek Manager Technischer Uberwachungs-Verein (TUV), Cecep Saepulloh mengatakan, verifikasi asal-usul bahan baku pada akhirnya akan memberikan keunggulan kompetitif bagi produsen furnitur sendiri dan memastikan bahwa pasokan bahan baku selalu dapat ditelusuri asal usulnya.&lt;br /&gt;"Hal ini jadi langkah awal menuju sertifikasi hutan guna memastikan manajemen hutan yang lebih baik. Hutan yang sehat akan menciptakan industri produk hutan yang sehat pula," ujarnya. (*/lin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8110546197634370996-3047843451736109687?l=asmindojepara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asmindojepara.blogspot.com/feeds/3047843451736109687/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2009/02/strategi-sertifikasi-menuju-green.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/3047843451736109687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/3047843451736109687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2009/02/strategi-sertifikasi-menuju-green.html' title='STRATEGI SERTIFIKASI MENUJU &apos;GREEN MARKET&apos;'/><author><name>Blog Resmi Asmindo Jepara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02559582354254180300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/SZpSizRapmI/AAAAAAAAABE/wzfVUcePrsE/s72-c/CIMG1172.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8110546197634370996.post-3516332407877401399</id><published>2009-02-16T21:28:00.000-08:00</published><updated>2009-02-16T21:44:00.683-08:00</updated><title type='text'>Ekspor Furniture Wajib Sertifikasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/SZpNqRZDyNI/AAAAAAAAAA8/P6sslBLNxgw/s1600-h/PICT1396.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/SZpNqRZDyNI/AAAAAAAAAA8/P6sslBLNxgw/s200/PICT1396.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303636899800533202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;diambil dari Laporan Wartawan JPNN/Editor  : Adi K&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA - Importir asing berjanji akan menaikkan harga beli furniture ndonesia hingga 30 persen jika produknya telah memiliki sertifikasi Kayu. Sebab, mulai tahun ini Amerika Serikat dan Uni Eropa akan melarang eksportir menggunakan kayu-kayu ilegal hasil pembalakan liar&lt;br /&gt;(illegal logging).“Hampir semua buyer (pembeli) dari negara-negara Amerika dan Eropa meminta itu (sertifikasi), agar pembelian bahan baku bisa dilacak,” ujar Koordinator Industri Furniture SENADA, Dini Rahim kemarin. Bahkan, sebagian pembeli asing yang didampingi SENADA siap membayar biaya yang diperlukan untuk sertifikasi kayu-kayu tersebut. Itu menunjukkan pentingnya sertifikasi di pasar internasional. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menurut dia, permintaan sertifikasi biasanya datang dari negara-negara yang sudah mempunyai kesadaran tentang kelestarian alam, lalu dari negara yang importirnya meminta sertifikasi serta dari negara yang sudah mengantisipasi wacana kedepan. Untuk itu, SENADA berharap  produsen furniture Indonesia segeramemiliki keinginan untuk berubah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Segera perbaiki catatan pembelian bahan baku,” tegasnya. Biaya sertifikasi kayu tidaklah mahal untuk produsen yang beromzet miliaran rupiah pertahun. Sebab, biaya sertifikasi di Indonesia antara Rp 10-30 juta yang berlaku selama lima tahun. Dengan biaya survei&lt;br /&gt;tahunan sekitar Rp 10 juta. Namun saat ini belum banyak produsen  furniture yang telah memiliki sertifikasi kayu. “Dengan punya sertifikasi, importer berjanji menaikkan harga beli antara 0-30 persen, itu keuntungannya,” lanjut Dini.&lt;br /&gt;Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Mebel Indonesia (Asmindo), Ambar Tjahyono mengungkapkan bahwa produsen furniture benar-benar berharap bahwa sertifikasi akan bisa menaikkan harga jual.  Sebab, dalam proses sertifikasi itu produsen furniture Indonesia tidakterlalu mempermasalahkan biaya, tapi waktunya. “Banyak yang pakai kayu- kayu bekas kapal rusak di pinggir pantai, lalu bagaimana kita bisa cari asal usulnya,” ungkap dia. (*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8110546197634370996-3516332407877401399?l=asmindojepara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asmindojepara.blogspot.com/feeds/3516332407877401399/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2009/02/ekspor-furniture-wajib-sertifikasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/3516332407877401399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/3516332407877401399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2009/02/ekspor-furniture-wajib-sertifikasi.html' title='Ekspor Furniture Wajib Sertifikasi'/><author><name>Blog Resmi Asmindo Jepara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02559582354254180300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/SZpNqRZDyNI/AAAAAAAAAA8/P6sslBLNxgw/s72-c/PICT1396.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8110546197634370996.post-8631748228306707815</id><published>2009-02-13T18:54:00.001-08:00</published><updated>2009-02-16T21:02:36.291-08:00</updated><title type='text'>ASMINDO AWARD UNTUK BUPATI JEPARA</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/SZYybzqTT2I/AAAAAAAAAA0/oHPkUhgmcuo/s1600-h/FOTO+PENGHARGAAN+BUPATI3-blog-779319.jpg"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/SZYybzqTT2I/AAAAAAAAAA0/oHPkUhgmcuo/s320/FOTO+PENGHARGAAN+BUPATI3-blog-779319.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302481064580829026" /&gt;  &lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Dalam pelaksanaan Kegiatan Musyawarah Nasional (MUNAS) V Asmindo yang berlangsung dari tanggal 12 – 13 Desember 2008 di Hotel Sahid Jaya Jakarta yang lalu, ada nuansa berbeda dari kegiatan serupa sebelumnya. Perbedaan yang mencolok pertama adalah dengan Hadirnya Wakil Presiden Republik Indonesia Bapak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Yusuf Kala dan Ibu Mufidah Yusuf Kala selaku Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (DEKRANAS) beserta Jajaran menteri terkait lainnya. Karena biasanya hanya pejabat setingkat menteri saja yang hadir. Perbedaan kedua adalah Munas Kali ini, Asmindo memberikan penghargaan (Award) Kepada Para Kepala Daerah yang sangat Konsen terhadap pengembangan Industri Permebelan dan Kerajinan di daerah masing – masing.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="mobile-photo" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Berdasarkan beberapa panilaian dan Kriteria yang telah di tentukan oleh Tim dari DPP Asmindo, maka terpilih 4 (empat) Kepada Daerah (Bupati/Walikota) yang berhak menerima penghargaan dari Asmindo pada Munas V Asmindo Tahun 2008.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="mobile-photo" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Ke-4 (Empat) Bupati/ Walikota tersebut adalah :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="mobile-photo" align="justify"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;         1. Bupati Jepara&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="mobile-photo" align="justify"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;         2. Walikota Surakarta,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="mobile-photo" align="justify"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;         3. Walikota Palu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="mobile-photo" align="justify"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;         4. Bupati Kendal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="mobile-photo" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Penghargaan yang diterima Bupati Jepara ini melengkapi penghargaan – penghargaan yang telah di terima sebelumnya. Penghargaan ini diberikan atas Kepedulian, Kerja Keras dan Keteladanan Bupati Jepara dalam membangun serta mengembangkan Industri Permebelan dan Kerajinan di Kabupaten Jepara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="mobile-photo" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Sebagaimana sudah diketahui bersama, bahwa perhatian dan kepedulian Pemerintah Kabupaten Jepara terhadap Industri Permebelan cukup signifikan. Selain itu, Arah pengembangan Industri khususnya Permebelan di Jepara juga dimasukan dalam arah kebijakan pemerintah kabupaten Jepara 5 tahun kedepan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="mobile-photo" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Beberapa point penting yang memberi nilai lebih terhadap Bupati Jepara diantaranya adalah :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="1" type="1" align="justify"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Jepara telah berhasil menyelenggarakan kegiatan      Lomba Desain Furniture Tingkat Nasional&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;selama 3 (tiga) kali. Tahun 2006 dan 2007 kegiatan ini bernama      National Jepara Furniture Design Award. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-family:Arial;"&gt;Sedangkan pada Tahun 2008      kegiatan ini bernama IFIDA (Indonesia Furniture Design Award).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-family:Arial;"&gt;Pendirian Lembaga      Pusat Pengembangan Desain dan Advokasi HaKI di Jepara yang bernama JFDC      (Jepara Furniture &amp;amp; Craft Design Center) dimana lembaga ini merupakan      embrio khususnya bagi pengembangan design di Asmindo baik Komda maupun      Pusat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-family:Arial;"&gt;Sejak tahun 2003      hingga sekarang, Pemerintah Kabupaten Jepara tak pernah berhenti      memberikan dukungan atas keikutsertaan perusahaan – perusahaan pelaku      Industri Furniture Jepara dalam event – event Pameran baik di Dalam Negeri      maupun di Luar Negeri.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-family:Arial;"&gt;Dalam hal Kebijakan      Pemerintah Kabupaten Jepara yang pro terhadap Pengembangan Industri      Permebelan dan Kerajinan di Jepara. Salah satunya adalah kebijakan dalam      hal transportasi dengan diperbolehkan Kontainer masuk ke sentra – sentra      produksi mebel di Jepara. Pemkab Jepara juga telah mengembangkan Kawasan      Industri Mulyoharjo (KIM). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 6pt 36pt; text-align: justify;" align="justify"&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-family:Arial;"&gt;City Branding " Jepara, The World Carving Center " yang saat ini baru diupayakan bahkan telah masuk didalam arah kebijakan Pemkab Jepara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="5" type="1" align="justify"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-family:Arial;"&gt;Jepara sebagai      Sentra Industri Mebel Ukir terbesar di Indonesia.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hal ini juga sebagai pengakuan bahwa      Jepara merupakan satu – satunya sentra Industri Mebel Ukir terbesar di      indonesia bahkan mungkin di Dunia.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;" align="justify"&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-family:Arial;"&gt;Munas V Asmindo sendiri berjalan dengan lancar dan dihadiri oleh Perwakilan dari 23 Komisariat Daerah (KOMDA) di seluruh Indonesia.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Peserta dari Asmindo Komda Jepara sejumlah 7 orang yaitu : Akhmad Fauzi, M. Jamhari, Jamil Misbah, Bambang Kartono, Sahli Rais, Miftah Arifin dan Anis Eko Hartanto.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;" align="justify"&gt;&lt;span lang="IT"  style="font-family:Arial;"&gt;Setelah melalui pemilihan yang alot, Peserta Munas V Asmindo akhirnya memilih kembali Bapak Ambar Tjahyono yang berpasangan dengan Bapak Rudi T. Luwia sebagai Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum Asmindo Periode 2008 – 2013.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8110546197634370996-8631748228306707815?l=asmindojepara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asmindojepara.blogspot.com/feeds/8631748228306707815/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2009/02/asmindo-award-untuk-bupati-jepara-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/8631748228306707815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8110546197634370996/posts/default/8631748228306707815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asmindojepara.blogspot.com/2009/02/asmindo-award-untuk-bupati-jepara-dalam.html' title='ASMINDO AWARD UNTUK BUPATI JEPARA'/><author><name>Blog Resmi Asmindo Jepara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02559582354254180300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GaKdg_DKRlg/SZYybzqTT2I/AAAAAAAAAA0/oHPkUhgmcuo/s72-c/FOTO+PENGHARGAAN+BUPATI3-blog-779319.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
